
Pagi yang cerah burung-burung sudah terbang ke angkasa dan terbang turun untuk hinggap di ranting-ranting pohon saling berkicau dengan sesamanya. Malam yang cerah sudah terlewat kan, namun di kamar utama. Ron belum bangun seperti biasanya dia selalu bangun pagi tapi pagi ini seperti dia enggan untuk bangun.
Lova yang sudah berada di dapur untuk melaksanakan tugas nya sebagai pelayan karna dia merasa dirinya sudah sehat bugar setelah beristirahat dan meminum obat yang di berikan dokter.
Lova mengingat ini sudah waktunya dia harus melayani Ron.
Lova masuk ke kamar utama dan melihat Ron yang masih belum bangun, dia masih berada dalam selimut nya tanpa perasaan curiga Lova langsung berjalan keruang ganti untuk menyiapkan pakaian yang akan Ron guna kan. Keluar lagi dia dari ruang ganti namun Ron masih belum bangun. Lova melihat ke arah Ron yang terlihat terusik dari tidurnya seperti ada sesuatu yang mengganggunya, dengan perasaan gugup lova mencoba menghampiri Ron.
Lova begitu terkejut melihat wajah pucat Ron, dan dengan tangan gemetar lova mencoba memegang kening Ron yang terasa panas. Lova langsung berlari keluar kamar untuk memanggil pak Rut. memberitahu bahwa Ron sedang demam.
Pak Rut langsung berlari ke kamar utama dan sesudah dia melihat keadaan Ron yang begitu mengewatirkan dia langsung menelpon dokter Daniel dan menelpon asisten sekaligus sekertaris pribadi Ron.
Lova sangat heran melihat Seluruh penghuni rumah itu begitu sangat kepanikan. Pak Rut kesana kemari memerintahkan pelayan dan menyuruh koki untuk memasak bubur untuk Ron.
Padahal cuman demam tapi begitu heboh mereka menanggapi nya. batin lova
Lova terpikir kan untuk membuat bubur yang sering dibuat suster untuknya di saat dia sedang sakit biasanya. Lova langsung berjalan ke dapur dan melihat beberapa koki begitu heboh karna panik. Lova hanya menggelengkan kepalanya.
"Permisi pak koki?" Sapa lova dengan sopan dan senyum yang ramah
Para koki langsung menoleh padanya dan mereka langsung menunduk kan kepalanya.
"Saya akan membuat kan bubur untuk tuan Ron, apa kah boleh saya saja yang membuatnya?" Tanya lova dengan senyum manisnya.
Apa kah ini nona muda dirumah ini, dia sangat cantik dan manis . Ucap batin beberapa koki tersebut yang di antara mereka banyak laki-laki semua.
Mereka semua mengangguk kan kepala tanda mengerti dan mereka langsung mempersilahkan lova untuk membuat buburnya.
__ADS_1
Setengah jam berlalu lova sudah selesai dengan buburnya. Lova langsung membawa bubur tersebut dengan nampan dan tak lupa segelas susu hangat, karna menurut lova resep bubur susternya itu sangat lah ampuh untuk orang sakit karna sangat bergizi.
Lova langsung masuk ke kamar utama, terlihat Ron yang sedang di periksa dokter yang sama memeriksa nya semalam, pak Rut yang berdiri di samping dokter.
Lova langsung berjalan menuju arah mereka, pak Rut langsung menoleh padanya.
Sudah selesai Daniel memeriksa Ron.
Pak Rut langsung mengambil nampan berisi bubur dan segelas susu itu dari tangan lova.
Saat pak Rut ingin menyuapi Ron.
"Biarkan dia menyuapi ku paman"ucap Ron dengan nada sedikit lemah. Pak Rut menganggukkan tanda mengerti.
Apa, aku? . Batin lova
Pak Rut menatap lova dengan tajam. Lova langsung sigap untuk menyuapi Ron.
Dalam hati Ron dia begitu senang dan dia juga merasakan bubur yang disuap kan lova sangat enak berbeda dengan bubur yang biasa dia makan.
"Siapa yang memasak bubur ini" tanya Ron yang melihat ke arah pak Rut.
"Saya tuan muda" jawab lova dengan gugup.
Ron tersenyum tipis pantasan saja begitu berbeda.
Lova yang melihat Ron tersenyum tambah gugup lagi. Pasalnya dia tidak pernah melihat Ron tersenyum.
__ADS_1
Kris masuk dengan tergesa-gesa ke kamar utama. Semua orang yang berada di kamar utama itu menoleh padanya. Dia langsung melihat ke kearah Ron yang sedang disuapi lova. Dengan sigap dia memperbaiki penampilan nya dan ekspresi nya yang begitu terlihat panik saat baru masuk ke kamar utama itu.
Lova dan Ron yang melihat begitu sontak saja menahan tawa dengan bersamaan, lova yang mendengar Ron yang sama dengan nya langsung menoleh melihat Ron begitu pun Ron yang sama mendengar lova dengan dirinya langsung menoleh menatap lova
Pandangan mereka berdua bertemu.
Deg
Jantung mereka berdua tiba-tiba bersemangat. Namun tatapan mereka berdua terhenti saat Kris membuka suaranya.
"Tuan muda tidak apa-apa?" Tanya Kris dengan suara yang nafas yang masih belum teratur.
Seperti nya dia tadi berlari dan begitu panik. Batin lova
"Hmm" jawab Ron, kembali lova menyuapi Ron lagi.
"Kenapa anda tiba-tiba bisa sakit tuan?, ini tidak seperti biasanya? apakah anda ada salah makan?" Kris hari ini begitu cerewet dengan banyak pertanyaan yang dia lontarkan.
"Entalah" jawab Ron dengan singkat.
Daniel masuk ke kamar utama.
"Kris, aku ingin bicara padamu" ucap Daniel yang langsung diangguk oleh Kris. Mereka berdua keluar dan diikuti pak Rut. Beberapa pelayan juga keluar yang tersisa hanya lova yang masih menyuapi Ron.
"Tuan buburnya sudah habis" ucap lova yang memberi segelas susu yang tinggal separuh.
Ron langsung meminum nya hingga tandas.
__ADS_1
Lova langsung membereskan perlengkapan makan itu Dan ingin mengantar nya ke dapur tiba-tiba suara berat Ron.
"Pijitin kaki!!"