Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Malam ini kau harus memuaskan ku!


__ADS_3

"Tuan jangan lakukan ini hiks hiks" tangis lova dengan tersendu, namun Ron seakan tuli. Yang di ingin Ron sekarang adalah memasukki lova dengan segera.


Buliran bening turun mengalir membasahi pipi lova. Lova sudah tidak sanggup membendung air matanya. Dia hanya pasrah dan begitu ketakutan akan apa yang Ron lakukan sekarang pada nya.


Krakkk.


Ron merobek pakaian lova dengan sangat kasar dan mulai mencumbui nya dengan brutal.


Rambut indah milik lova sesekali Ron Jambak karna perlawanan lova yang begitu aktif.


"Malam ini kau harus memuaskan ku!" Dengan suara yang dingin dan tatapan mata yang begitu tajam karna tersulut api gairahnya.


Ron meneguk salivanya saat melihat tubuh molek Milik lova. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin memasuki lova.


Tangan lova sudah dipegang Ron di atas kepalanya. Lova sudah tidak bisa melawan karna sudah berada di kendali Ron.


Cantik sekali. Batin Ron memandangi lova


Ron akui walau dengan wajah yang acak-acakan dan lusuh Karna tangisan lova tetap cantik sekali.


Ron Meraih pipi lova dan mengelusnya pelan guna menenangkan lova. Dan merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik milik lova.


"Tuan, saya mohon jangan seperti ini hiks hiks" ucap lova sambil sesenggukan.

__ADS_1


Ron hanya diam mendengarkan apa yang baru saja lova ucapkan. Rasa iba pada lova rasanya hilang dan tak ada sama sekali. Yang dia inginkan sekarang adalah memasuki lova dan memuaskan hasrat nya.


Saat sedang merapikan anak rambut lova tiba-tiba saja Ron menjambak rambut lova dan membuat lova mendongak.


"Tidak usah bermuka polos seperti itu, kau pikir aku akan merasa iba padamu j***** kecil" ucap Ron yang langsung mencumbui lova dengan kasar.


Air mata lova mengalir deras saat mendengar kalimat yang Ron ucapkan. Hatinya begitu sakit saat di sebut seorang wanita murahan oleh suaminya sendiri. Lova mencekram sprei dengan kuat. Saat merasakan sesuatu yang besar masuk ke daerah miliknya.


Sakit. Batin lova


"Tuan, sa-sakit.." lova mencoba memberitahu Ron, namun Ron seakan tuli dan malah melanjutkan aksinya dengan sangat kasar.


Kenapa ini sakit sekali, Tuhan tolong aku.


Kenapa ini nikmat sekali. Batin Ron


Lova takut melihat kebawah, melihat benda milik Ron yang keluar masuk dari daerah miliknya.


Ron tidak henti-hentinya memacu tubuh lova seperti akan memompa habis saja.


Air mata lova yang sudah deras tidak bisa dibendung kan lagi. Rasa sakit yang diberikan Ron mengorek luka dihatinya.


Kekasaran Ron meniduri nya layak seperti wanita murahan saja.

__ADS_1


Sesekali Ron menjambak rambut lova membuat lova semakin kesakitan, di tubuhnya tidak lagi putih tapi banyak nya ruam merah di kulit putih nan mulusnya akibat perilaku Ron yang begitu bruntal meniduri nya. Menyalurkan kebutuhan biologis dan kebencian nya pada lova. Ron menyesal karna menahan diri nya untuk menyentuh lova, seharusnya dari sejak awal lova kerumah nya dia meniduri lova.


Senyum devil terbit diwajah tampan Ron dia merasa mendapat mainan yang cocok untuk dijadikan penghangat ranjang nya. Karna tubuh suci milik lova sudah dia nodai dan akan dia manfaatkan, jika sudah merasa bosan dia akan membuang lova.


Ron mengerang nikmat, dan lova merasa jijik mendengar erangan Ron. Saat lova hendak memalingkan wajahnya nya Ron langsung menjambak rambut lova dan membuat lova menoleh menatap Ron dengan air mata yang terus mengalir.


Tiba-tiba saja Ron memeluk lova, dan lova tidak merasakan apa-apa dari perilaku Ron yang spontan itu.


Wangi sekali.  Batin Ron


Dia mencium tekuk leher lova dan menghirup aroma tubuh lova yang berbau Jasmine. Membuat Ron tenang dan senyum smirk nya terbit lagi. Gerakan Ron semakin kasar dan lova merasakan kesakitan lebih lagi karna perilaku Ron.


Dari awal Ron memasuki nya, Ron tidak pernah bermain lembut. Rasanya Ron benar-benar menyiksa lova dengan begitu ganas. Wanita cantik itu hanya bisa pasrah dan menerima perilaku kasar dan tidak layak dari suaminya sendiri. Hanya menangis, menggigit bibir bawahnya dan mencekram sprei yang bisa dia lakukan menahan kesakitan dari suaminya sendiri.


Tidak apa-apa lova, ini pasti akan segera berakhir.


Lova menyemangati diri nya sendiri karna tidak ada lagi yang mengerti dirinya selain dirinya sendiri.


Sudah merasa akan mencapai klimaks nya Ron mengerang disaat miliknya memuntahkan cairan ke rahim hangat milik lova.


"Aaahhh" Ron mengerang.


Lova sudah terkulai lemas dan letih, tubuhnya seperti baru saja ingin dipatahkan. Ron yang sudah kelelahan juga langsung tertidur di samping lova.

__ADS_1


__ADS_2