Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Anjing Ron


__ADS_3

Sore hari Di taman belakang lova sedang membantu miya menyapu daun-daun yang jatuh dari pohon. Mereka berdua melaksanakan tugasnya masing-masing sambil melemparkan canda tawa satu sama lain.


Tiba-tiba saja terdengar lolongan anjing yang sangat nyaring dari arah belakang. Lova dan Miya sontak saja menoleh ke arah suara lolongan anjing itu.


Betapa kaget nya lova melihat anjing yang begitu buas memakan daging yang di berikan Kris.


"Oh, ternyata tuan Kris sedang memberikan makan anjingnya tuan muda" Jawab Miya dengan santai.


Anjing itu begitu besar berbulu hitam ada juga yang berwarna coklat dan putih dengan gigi yang tajam. Yang di lihat lova anjing itu ada 5 ekor dengan gemetar lova mencoba mundur perlahan.


Miya melihat lova yang perlahan mundur seperti ketakut.


"Lova kau takut?" Tanya Miya padanya, lova langsung menoleh pada Miya.


Dia memasang senyum manis nya yang terpaksa" iyaa Miya, aku takut sekali melihat anjing itu, badannya besar dan gigit nya tajam sekali saat ku melihat mereka memakan daging yang di beri tuan Kris"


"Wajahnya juga sangat menyeramkan, aku takut mereka akan memakan kita juga" ucap lova dengan wajah sendu.


Lova sangat takut dengan anjing karna dulu sewaktu dia kecil lova pernah di kejar anjing, maka dari itu lah lova sedikit trauma dan takut pada anjing.


"Buhahaha.. lova kau ini lucu sekali, bagaimana mungkin anjing itu akan memakan kita" Miya tertawa terbahak bahak karna mendengar kalimat yang lova ucapkan sangatlah lucu baginya.


"Heii asal kau tau ya, itu semua adalah anjing kesayangan tuan muda, makanan mereka juga tidak semberangan" Miya merangkul pundak lova sambil menunjuk nunjuk anjing-anjing yang sedang memakan makanannya. Lova pun membulat kan bibirnya sambil mengangguk-nganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Memang sih anjing itu semua dirawat dengan baik, haiis padahal hanya binatang tapi tuan muda sangat menyayangi nya" sambung Miya lagi.


"Pasti anjing itu semua punya nama?" Tanya lova pada Miya.


"Tentu saja, cuman aku tidak tau nama-nama anjing itu" jawab miya. Lova hanya mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Lova dan Miya lumayan lama melihat Kris yang sedang memberikan makan untuk anjing-anjing Ron. Anjing anjing itu sesekali menggertak kan giginya yang membuat lova merinding ketakutan melihat nya.


Anjing itu mirip seperti tuan muda sangatlah galak. Lova


Sudah puas Miya dan lova melihat anjing anjing yang tengah di beri makan oleh Kris, mereka berdua melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Lova yang kembali ke dapur dan Miya yang kembali ke rumah bagian belakang.


Sudah sore hari lova sudah berada di kamar utama. Melihat Ron yang sudah tidak ada di ranjang king size nya. Dengan cepat lova merapikan sprei dan selimut ranjang king size milik Ron. Dan setelah itu seperti biasa dia akan menyiapkan baju ganti untuk Ron sesuai apa yang di beritahukan pak Rut padanya. Keluar dari ruang ganti ternyata Ron sudah ada di dalam kamar duduk di sofa sambil melipatkan kakinya dengan iPad yang dilihat nya. Ternyata pak Rut dan Kris juga sudah berada di  samping Ron yang masing fokus dengan iPad nya.


Lova perlahan berjalan dan menghampiri mereka, dengan menundukkan kepalanya lova berdiri disampingnya Ron.


Keadaan yang begitu canggung yang sedang dirasakan lova.


Sampai-sampai bunyi suara yang memecahkan keheningan di kamar utama itu.


"Siapkan air hangat untukku mandi" ucap Ron yang masih sibuk dengan iPad nya.


Lova langsung berjalan menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi tidak habis-habis nya dia merututi kebodohan nya.


"Bodoh kau lova, bodoh, bodoh sekali" lova sesekali memukul kepala nya dengan pelan karna dia mengingat kebodohan nya tadi.


Sampai Ron masuk ke kamar mandi itu pun lova tidak menyadari nya. Lova masih saja mengoceh sendiri.


Ron yang melihat itu langsung saja memasang senyum tipis di wajahnya.


Cihh, dia menggemaskan sekali


Hemm. Ron pun berdehem untuk membuat lova terkejut, benar saja lova langsung memasang wajah terkejut nya.

__ADS_1


Lucu sekali, aku kerjai saja dia.


"Tu-tuan.." belum sempat lova melanjutkan kalimatnya sudah dipotong oleh Ron.


"Kau tadi merututi ku ya?" Ucap Ron dengan senyum devilnya lova sudah gugup.


"Ti-tidak tuan, sa-saya tidak berani" ucap lova dengan terbata.


"Oh benarkah, lalu kenapa kamu bilang 'Bodoh' tadi" Ron langsung melangkah mendekati lova dan berbisik di telinga nya, lova makin di dera ketakutan.


"Apa kau merututi aku bodoh?" Bisik Ron dengan sedikit tiupan angin kecil oleh ron di telinga lova yang langsung direspon telinga dan wajah lova merah padam karna tersipu dan ketakutan.


Dia menggemaskan sekali, wajahnya langsung merah padam karna aku hanya sedikit menggoda nya.


Ron sangat senang sekali karna berhasil membuat lova meleleh. Rasanya dia ingin sekali mencium lova yang begitu menggemaskan.


"Ti-tidak tuan, saya sedang merututi kebodohan saya sendiri" jawab lova dengan gugup, namun wajahnya sudah merah seperti buah tomat.


"Hahaha" tawa Ron begitu menggema di kamar mandi itu "jadi kau mengakui bahwa dirimu bodoh" ucap Ron yang masih sambil masih tertawa.


Kenapa dia tertawa sih, kalau begini aku rasanya ingin menangis hiks hiks.


"Iyaa tuan, karna saya sangat bodoh" ucap lova dengan malu.


Kau memang bodoh lova, karna mengakui didepan orang ini hiks hiks. Batin lova rasanya menangis karna dia malu harus mengakui kebodohan nya untuk Ron.


"Hahaha" tawa Ron lagi dengan kencang seperti nya dia sangat puas telah mengerjai lova "aduhh kenapa kau tidak jadi pelawak saja sana" sambung Ron lagi dengan terbahak-bahak.


Apa!, Dia tega sekali menertawaiku lagi dan malah menyuruh ku jadi pelawak hiks hiks.

__ADS_1


__ADS_2