
Pagi hari di Penthouse
Lova sedang sibuk manyiapkan sarapan pagi untuk ron berangkat kerja
Tiba tiba suara bel terdengar berbunyi dan buru buru lah lova membukakan pintu
Seperti biasa itu adalah sekertaris ron yang sangat menyebalkan
Dengan paksa lova tersenyum manis karna melihat wajah datar sekertaris ron
"Tuan muda dimana?" Tanya kris
"Dia di kamar, silakan masuk" persilakan lova kriss masuk dan lova lanjut kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi
Tok tok
"Masuk!
"Tuan ini setelan pakaian anda dan ini barang yang anda minta milik nona lova yang tertinggal dirumah utama" ucap kris yang langsung meletakkan kotak barang lova
"Kau sudah periksa semua barang yang ada di kotak miliknya itu?" Tanya ron yang bermaksud untuk periksa semua barang lova
"Belum tuan" jawab kriss
Ron berjalan dan mengambil kotak milik lova
"Kenapa harus diperiksa tuan itu hanya kotak biasa?" Tanya kris heran
"Aku tidak ingin ada tikus yang mencuri di rumah ku...
Karna aku sangat benci pencuri dan pembohong" lanjut ron
"Sudah kau periksa barang barang yang dia bawa keluar dari rumahku?"
"Sudah tuan, semua aman" jawba kris tegas
__ADS_1
"Hmm... Apa ini syal dan dasi?" Tanya ron heran saat membuka kotak barang lova isi nya syal dan dasi yang belum selesai di sulam
"Benar tuan itu syal dan dasi" jawab kris
Ron melihat sebuah inisial huruf (Vi) dan belum sepenuh nya jadi di syal dan dasi tersebut
Untuk siapa dia berikan syal dan dasi ini dan siapa (Vi) batin ron
"Ternyata hanya kain tidak berharga..
Ron melempar syal dan dasi itu ke dalam kotak nya semula dengan asal
Bereskan semuanya seperti tadi" titah ron pada kris
"Bahkan kain syal dan dasinya saja sangat murahan sekali, apa dia sangat miskin sampai tidak mampu membeli kain mahal" ucap ron
"Tapi ini hasil sulaman nona lova sangat bagus tuan, bagaimana jika kita beri dia kesempatan untuk mencoba project desain kita?" Ujar kris
"Tidak perlu, sulaman nya menurut ku biasa saja, bahkan sangat kampungan"
Tidak biasanya ron bersikap tidak teliti seperti saat ini bahkan kris saja mengakui bahwa lova memiliki bakat yang luar biasa tapi ron bahkan tidak bisa melihat peluang di bakat lova
"Jika begitu saya permisi tuan" kris langsung keluar dari kamar tersebut
Dan setelah itu ron sendirian di kamar seperti ada yang sedang dia lamun kan
Siapa Vi batin ron
"Ron sarapan nya sudah siap" ucap lova yang langsung memeluk ron dari belakang
"Hmm.. Pasangkan dasiku dulu" titah ron
Lova langsung bergegas memasangkan dasi untuk ron
Dengan intes ron memandang lova yang sangat fokus mengikat dasi nya walau kadang mereka saling melirik satu sama lain
__ADS_1
"Nahh sudah selesai, kau sangat tampan sekali" ucap lova terkekeh
"Aku memang selalu begitu.. jawab ron datar
Diatas meja ada barang yang kau cari tadi malam" lanjut ron
Lova langsung menghapiri kotak itu dan membukanya
"Terima kasih, ini adalah barang paling berharga bagiku" ucap lova tersenyum dan mengusap syal di bagian sulamannya
"Syukurlah tidak hilang" ucap ron dan langsung melangkah keluar dari kamar meninggalkan lova
Nanti di toko aku akan menyelesaikan sulamannya batin lova
Yang bersemangat menyelesikan sulaman nya di syal dan dasi itu
...
Meja makan
"Aku tidak pulang kesini malam ini" ucap ron pada lova
"Ahh baiklah jika begitu..
Apa kau mau ku buat kan sarapan makan siang nanti, akan ku minta supir mu mengantarnya?" Tanya lova
"Tidak perlu, nanti asisten ku akan mengurus makan siang ku" jawab ron
"Oh iya, aku liat di berita kemaren, perusahaan mu mengadakan acara amal bersama anak anak panti asuhan, jika boleh aku ingin ikut berpartisipasi?"
"Hmm.. nanti kriss akan mengurus kau masuk bagian mana" jawab ron
"Terima kasih" ucap lova tersenyum
Ron hanya mengangguk
__ADS_1