Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Mengerti


__ADS_3

Lova berjalan masuk kedalam toilet. Dia bercermin melihat pantulan dirinya sendiri.


Lova melamun dalam pikirannya, bahwa dirinya sekarang sudah menikah. Namun walau kenyataan seperti itu dia tidak akan menyerah untuk menunggu kekasihnya. Toh dia juga bukan istri yang dicintai. Dan tidak akan lama juga dia akan diceraikan oleh tuan muda Ron.


Tekad lova untuk cepat menyelesaikan peran nya sebagai istri sementara seorang Ron Sinhe Fan sudah sangat tidak sabar.


Setelah lepas dari peran nya lova akan pergi jauh dan menunggu sang kekasih. Dia sudah tidak ingin di kendalikan oleh orang tua angkatnya. Rasanya sudah cukup mereka menguras apa yang harus lova capai.


Suara bantingan pintu toilet yang terbuka membuyar lamunan lova. Dia dengan segera memperbaiki penampilan nya di hadapan cermin. Dia berjalan keluar dan berhenti untuk menyaksikan Lala dan yopa yang sedang duduk di meja pojok.


Aku harus jadi penonton yang bijak, gumam lova dalam hati dengan senyum jahilnya.


"Hmm, yopa?" Panggil Lala dengan tangan yang sudah mengantub dibawah meja.


Sontak saja yopa menoleh pada Lala yang terlihat menundukkan kepalanya.


"Adaapa la?" Respon yopa dan langsung mengalihkan pandangannya ke makanan nya.


"Hm, sebenarnya aku... Aku." Lala sudah mulai gugup dan terbata melanjutkan kalimatnya.


Ayolah Lala kau pasti bisa, terserah apa hasilnya nanti. Gumam Lala dalam hatinya untuk menyemangati diri sendiri


"Yopa aku menyukai mu" dengan senyuman dan tatapan penuh harapan yang Lala tunjuk kan pada yopa.


Yopa hanya mengeritkan dahinya. Mendengar kalimat yang keluar dari mulut manis lala.


"Lala, kau bercanda yaa" dengan tawa canggung yopa merespon Lala.


Lala kembali menatap yopa yang terlihat begitu canggung.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak sedang bercanda yopa, aku serius, aku memang sudah sejak lama menyukai mu tapi aku takut untuk mengutarakan. Dan..." Yopa menoleh menatap Lala yang tiba-tiba berhenti melanjutkan kalimatnya.


"Dan aku tahu kau sangat menyukai lova, tapi bisakah kau mempertimbangkan aku?" Pertanyaan Lala harus memungkinkan yopa menjawab namun ekspresi heran yang yopa tunjukan pada Lala. Dan itu membuat Lala sedikit berkecil hati.


"Lala, kau sudah ku anggap seperti adik perempuan ku..." Belum sempat yopa melanjutkan kalimatnya sudah duluan Lala yang Memotong nya.


"Haiss, aku tahu, tapi yopa aku sudah memulai dan tidak akan menyerah, mulai sekarang aku akan berusaha untuk mengambil hatimu, jadi ku harap kau pertimbangkan aku" dengan senyum canggung Lala mengucapkan kalimat itu, telapak tangannya sudah berkeringat dingin.


Tekad Lala untuk mendapatkan hati yopa sudah bulat, dia akan memperjuangkan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Yopa hanya menghela nafasnya, walau bagaimanapun Lala adalah temannya dan dia tidak ingin membuat Lala sakit hati dan kecewa. Dia akan membuat Lala mengerti walau nanti akan menimbulkan kekecewaan.


"Baiklah Lala, berusahalah, aku akan menunggu mu." Yopa tersenyum pada Lala dan itu membuat respon Lala menjadi sedikit tidak percaya.


Sebuah angin harapan lewat di hati lala, berarti ada kesempatan bagi lala untuk mendapatkan hati yopa. Senyum bahagia mengembang di bibir manis lala. Mereka berdua bertatap mata dan saling melempar senyum.


Seperti nya aku harus membuat yopa mengerti bahwa aku tidak pantas untuknya. Lova akan menjelaskan pada yopa dan membuat dia mengerti dan melepaskan perasaannya pada lova.


"Iyaa" jawab Lala dan yopa bersamaan. Dan itu membuat lova terkekeh geli karna tidak akan lama lagi mereka berdua akan couple.


"Oh astaga kalian berdua manis sekali, serasi" tawa kecil lova. Dengan sigap Lala mencubit paha lova.


"Lova!!" Rona merah di pipi Lala sudah mulai aktif dan itu membuat yopa tersenyum melihat salah tingkah Lala.


Lucu sekali. Gumam yopa dalam hati saat melihat kelakuan Lala.


Canda tawa menghiasi perbincangan mereka bertiga hingga tanpa mereka sadari sudah seharusnya mereka bertiga pergi dari kedai itu. Meraka bertiga sudah keluar dari kedai dan Lala sudah pergi ke toko buku dekat universitas mereka.


Di taman samping kedai lova dan yopa duduk sekarang sambil menunggu Lala yang sedang pergi ke toko buku.

__ADS_1


Yopa ingin memberi tahu sesuatu dan lova juga ingin memberi tahu sesuatu. Mereka berdua terdiam di pikiran mereka masing-masing. Hingga yopa membuyarkan lamunan tersebut.


"Lova?" Lova menoleh menatap yopa yang sedari tadi sudah setia menatapnya.


"Ada apa?" Dengan senyuman manis lova menjawab nya.


Yopa sempat terdiam sejenak melihat respon lova. Yopa sudah siap untuk mengutarakan perasaannya dia harus siap apapun hasilnya.


"Lova, aku menyukaimu, tidak, aku mencintaimu" mata lova terbelak dan senyum di bibirnya memudar. Lova menoleh pada yopa yang masih setia menatapnya.


"Yopa maafkan aku, mungkin aku hanya bisa menjawab perasaan mu dengan kata maafkan aku, karna aku tidak bisa membalas perasaan mu, aku sudah berjanji pada orang lain untuk menunggunya pulang, dia adalah orang yang aku cintai." Lova kembali menoleh ke depan mengalihkan pandangannya dari tatapan sendu yopa.


"Apakah itu Vito Corleone?"


"Iya" jawab lova singkat.


Tatapan yopa sudah mulai sendu, hatinya seperti baru saja dihujani ribuan belati, kenyataan yang begitu pahit namun dia sudah menyiapkan hatinya untuk menerima kenyataan ini. Hal yang tidak pernah berubah dari lova yang setia menunggu kekasihnya. Itu sudah yopa ketahui.


"Lova, kau tidak pernah berubah ya, kau masih setia menunggu nya, terkadang aku berpikir apa yang kau sukai dari dia, seandainya aku tahu apa yang membuat mu jatuh hati padanya aku akan membuat diriku memiliki hal yang sama seperti yang dimiliki dia." Dengan senyum canggung yopa mengucapkan kalimat tersebut. Dan lova menoleh pada yopa.


"Yopa, jangan berharap pada ku, kau adalah temanku yang terbaik dan akan selalu menjadi temanku, tolong hargailah keputusan ku, lihatlah kedepan dan jangan menoleh kebelakang karna itu tidak mungkin" lova memegang tangan yopa dan mngelusnya.


"Yopa, pertimbangkan lah Lala, dia sangat mencintai mu, kuharap kau bisa membuka sedikit celah dihatimu untuknya, berusaha lah yopa" yopa menatap tangan lova yang sedang mengelus tangan nya dan yopa kembali menoleh menatap lova.


Yopa tersenyum pada lova dan itu juga membuat lova membalas senyum nya.


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan

__ADS_1


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman


Follow Ig : @nvmlesttt


__ADS_2