
Ron berbalik dan melirik lova yang terlihat mengantuk.
Apa dia mengantuk ya, kasian juga sih dia, namanya siapa ya? Aku jadi lupa.
"Heiii. Bangun dan pergilah tidur, besok lagi kamu akan melanjutkan hukuman mu"
Lova terkejut saat Ron menyuruhnya untuk tidur.
"Tidak usah berterimakasih karna aku belum meloloskan mu"
"Baik tuan"
Dasar tuan muda pendendam
Lova bangun dan bergegas ketempat tidur nya.
Aku sangat mengantuk sekali, besok hukuman apa yang di beri nya untuk ku ya.
Lupakan saja, yang penting malam ini aku bisa tidur.
Lova pun terlelap dalam mimpi.
Keesokan hari lova bangun pagi menyiapkan baju yang akan dipakai Ron. Dia sangat berhati-hati menyiapkan sepatu Ron , seperti biasa lova selalu mengikuti intruksi pak Rut untuk melayani Ron dengan benar. Saat dia sudah melihat Ron bangun dia bergegas menyiapkan air mandi untuk Ron. Seperti biasa tidak lupa lova selalu menuangjan pewangi di air.
Ron masuk ke kamar mandi dengan tiba-tiba. Lova bergegas pergi sambil menundukan kepala. Dia mengambil tas nya untuk bersiap-siap untuk berangkat kerja. Setelah 15 menit lebih Ron keluar dari ruang ganti dengan menggunakan setelan jas yang belum terpasang dasi, lova menghampiri Ron dan memasangkan dasi untuk Ron.
__ADS_1
"Kau ingat hari ini aku akan melanjutkan hukuman mu?"
Lova menundukan kepalanya.
"Iya tuan saya akan menerima hukuman yang anda berikan."
"Baiklah, aku mau kamu menyirami semua tanaman yang berada dirumah belakang, dengar 'SEMUA'!!, Dan jangan pakai selang kran gunakan ember untuk mu menyiramnya "
Apa! Tanaman dirumah belakang kan banyak sekali dan dia juga menyuruhku bekerja secara manual. Dia benar-benar memberiku peringatan.
"Aku akan menyuruh pak Rut mengawasi mu, jangan sampai ada tanaman yang terlewatkan!"
"Baik tuan saya akan melakukan nya" Lova menundukkan kepalanya
Ron pergi duduk di sofa dan lova berlutut memakaikan sepatu untuk Ron secara hati-hati. Ron memandang lova yang sedang fokus dan berhati hati memasangkan sepatunya. Setelah lova selesai dengan sepatu. Ron pun bangun dan keluar dari kamar lova mengikuti ron. Dan mereka sarapan. Tetapi lova tidak melihat ibu mertuanya ikut sarapan dengan mereka, lova juga tidak ingin bertanya dimana ibu mertuanya karna menurutnya itu tidak penting. Lova menyedok telur mata sapi ke piring Ron dan memberi roti isi ke piring Ron. Ron memakan sarapannya dan dia bergegas untuk berangkat bekerja sebelum dia masuk ke mobil Ron menyuruh pak Rut mengawasi lova menyelesaikan hukumannya.
"Akhirnya selesai juga, aku harus cepat pergi ke toko jahit, masih banyak yang harus aku kerjakan" lova pun bangun dari duduknya setelah meminum air putih. Dia berangkat dengan menggunakan ojol. Dia tidak sempat mengganti bajunya yang basah karna keringat tetapi bajunya sudah kering saat dia di ojol tadi.
Lova masuk ke dalam toko jahitnya dengan wajah yang pucat dan terlihat kelelahan.
"Lova kamu kenapa?, Ko mukamu kelihatan letih sekali. Jangan jangan kamu tadi berlari ya dari rumah?" Tanya Lala memandang lova yang berwajah letih.
"Tidak, aku tadi disuruh menyirami tanaman yang begitu banyak, makanya aku kecapean"
"Ohh.. kamu dihukum ya sama ibu angkatmu?" Lala ingin tahu apa yang terjadi dengan lova tidak biasanya dia kelelahan dengan alasan menyirami tanaman.
__ADS_1
"Tidak ko, aduh kamu ini, ohyaa mana orderan yang perlu aku antar?" Lova mencoba mengalihkan pembicaraannya dengan Lala.
Lala pun terfokuskan kembali dengan pekerjaan nya.
"Iya ini, kamu antar buat Bu Rahel ya, katanya ini buat baju arisan mereka, mundahan aja mereka puas dengan jahitan kita" Lala menyerahkan catatan dan kresek ke lova.
"Pasti, jahitan kita memang tidak pernah mengecewakan pelanggan" Lala dan lova tertawa bersama. Mereka memang sahabat yang sejati.
"Sudah sudah, sekarang pergi antar sana" Lala mendorong lova untuk segera pergi mengantar orderan nya.
"Iya hehh, kamu ini" lova pun mencubit perut Lala.
"Kamu mau mulai lagi ya" Lala mengejar lova yang sudah berlari menjauhi lala.
"Hehh, kasihan sekali dia, lova memang wanita yang setegar karang, seandainya dia tidak menolak lamaran Vito Corleone dulu, mungkin dia tidak akan bekerja terlalu keras seperti ini." Lala mengingat kembali bagaimana lelaki yang tulus mencintai lova melamar nya tetapi lova menolak karna ibu angkatnya melarang, ibu angkatnya tidak ingin lova menikah dengan laki-laki kaya seperti seorang Vito Corleone. Jadi ibu angkatnya lova mengancam lova sehingga lova menolak lamaran Vito, lova sudah menyukai Vito sejak dari kecil dan begitupun Vito dia juga menyukai lova dari kecil juga hingga lova selalu di tindas oleh orang lain Vito selalu ada untuk melindungi nya, Vito sangat tulus dan setia dengan lova setelah Vito wisuda dia meneruskan perusahaan ayahnya diluar negeri tetapi mereka berdua memang saling percaya maka dari itu hubungan mereka awet sampai setelah lova wisuda Vito melamar lova. Yang membuat lova terpaksa menolak Vito.
Vito sedikit bingung mengapa lova menolak nya tetapi Vito tidak akan menyerah dia berjanji kepada lova setelah dia menyelesaikan urusannya diluar negeri dia akan kembali dan melamar lova lagi, dan lova juga berjanji akan menerima lamaran Vito.
Lova dulu sangat sedih karna dia benar-benar mencintai Vito dia memang berharap suatu hari nanti akan menjadi istri Vito namun dia harus terpaksa menolak Vito karna ibu angkatnya tidak ingin melihat lova mendapatkan kebahagian apalagi Vito adalah orang kaya dan terpandang.
Namun lova malah harus menikahi laki laki yang angkuh dan kejam laki-laki yang sama sekali tidak dicintai lova.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
__ADS_1
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt