
Keesokan pagi lova sudah bangun dan menyiapkan pakaian untuk Ron.
Ron sedang berada di kamar mandi.
15 menit lebih akhirnya Ron keluar dari ruang ganti dengan setelan jas rapi yang belum di pasang dasi.
Lova pun mengambil dasi yang di pilih pak Rut dan memasangkannya untuk Ron.
Ron melirik lova yang sedang fokus memasang dasi untuk nya.
Kenapa dia manis sekali jika sedang fokus, aku jadi ingin mencubit pipinya. Hei apa yang sedang ku pikirkan. Ron berusaha menyadarkan pikirannya yang sedang melihat lova fokus dengan dasinya
Selesainya lova memasang dasi untuk ron. Lova pergi ke ruang sepatu dan mengambil sepatu Ron yang baru. Ron sudah duduk di sofa. Lova bergegas berlutut dan memasang sepatu Ron dengan hati-hati. Tidak lama kemudian Kris masuk dan melihat lova yang sedang fokus memasang sepatu untuk Ron .
Lova pun telah selesai memasang sepatu Ron dia pun berdiri di samping sofa tempat Ron duduk. Kris melirik lova sebentar.
Kris menyerahkan kartu untuk Ron dan tiba-tiba
Ron menyodorkan kartu itu ke lova.
Lova sedikit terkejut dengan kartu yang disodorkan Ron padanya. Dipikirannya lova bertanya-tanya apa maksud Ron dengan kartu itu.
"Ini apa Tuan?" Lova hanya melihat kartu itu dan bertanya dulu pada Ron tanpa mengambilnya.
"Ini kartu tanpa limit untuk mu, gunakan untuk keperluan mu."
Oh jadi kamu menggajih ku atas semua pekerjaan pelayan yang aku lakukan padamu.
"Saya tidak memerlukan nya tuan muda"
Lova hanya melirik kartu tersebut.
"Aku tidak menyuruhmu menolak, ini perintah" Ron menatap lova dengan dingin.
"Baik tuan muda" dengan berat hati lova menerima nya. Namun pas tepat lova ingin mengambil kartu itu Ron melemparkan kartu itu di meja sofa, lova sedikit terkejut perasaan nya menjadi sedih dapat perlakuan begitu dari ron.
Kenapa dia begitu kejam
__ADS_1
lalu Ron berdiri dan pergi ke keluar kamar, di ikuti Kris dari belakang lova pun bergegas pergi mengikuti Ron dan Kris dari belakang di depan pintu pak rut sudah menunggu dia menganggukkan kepalanya.
"Selamat pagi tuan muda"
Ron pergi dan mengacuhkannya. Mereka pergi ke ruang makan. Di sana ibu Ron sudah menunggu. Ron duduk dan lova menyendokan nasi ke piring Ron dengan hati-hati.
Ibu Ron melirik lova dengan tatapan dingin. Jelas sekali lova tidak mengherankan tatapan dingin ibu mertuanya itu padanya, karna hanya tatapan dingin yang diberi ibu mertuanya padanya. Sebagai pengungkapan rasa tidak suka nya pada lova. Lova terus melanjutkan aktivitas nya melayani Ron di meja makan layaknya istri sesungguhnya.
"Apa tidur mu nyenyak nak?" Ibu Ron bertanya sambil memegang gelasnya.
"Iya ma, apa mama juga tidur nyenyak?" Ron menjawab tanpa menoleh pada ibunya, Ron melirik lova yang sedang fokus memakan sarapannya.
"Iya nak."
Selesainya Ron makan lova juga bergegas menyelesaikan makanannya walau masih banyak sisa dan lova masih lapar.
Kenapa makan nya cepat sekali sih, aku kan masih lapar, apalagi sarapan paginya enak sekali huhuhuu. Lova menangis dalam hati karna merasa tidak rela dengan sarapannya yang belum habis.
Ron berdiri dan melirik lova sekilas lalu Ron berjalan meninggalkan ibunya tanpa pamit. Kris dan pak Rut pun cepat bergegas mengikuti Ron. Lova juga ikut bergegas mengikuti Ron dari belakang.
Ron sudah di dalam mobil lova dan pak Rut menundukkan kepala kepada Ron.
"Selamat beraktivitas tuan muda"
Mobil Ron melaju meninggalkan depan rumah menuju gerbang rumah. Lova juga bergegas masuk ke kamar, dia melewati ibu mertuanya yang sedang duduk di ruang tamu. Dia mengambil tas nya dan bergegas berangkat bekerja di toko jahitnya. Dia menaiki ojol yang sudah dia pesan.
Tiba-tiba ojol itu melihat lova dan ternyata ojol itu teman kuliah lova dulu yang pernah menyukai lova.
"Kamu Feynata Angglova kan?"
Lova terkejut saat mendengar ojol itu memanggil namanya. Ojol itu membuka helm nya dan lova melihat jelas wajah ojol itu dan mengenal nya.
"Yopa kasela? Kamu yopa kan?"
"Iya lova ini aku yopa, sudah lama sejak wisuda kita tidak pernah bertemu" yopa tersenyum dengan lova dengan tulus. Lova juga ikut tersenyum karna dia bertemu kembali dengan teman pria yang selalu baik dengan nya semasa kuliah.
"Iyaahh, aku dan Lala membuka toko jahit kecil."
__ADS_1
"Wah, akhirnya yang kalian berdua Lala rencanakan dulu tercapai ya. Aku jadi gak sabar mau ketemu Lala, oh iya nomor ponsel mu kenapa sudah tidak aktif." pria itu tersenyum dengan lova.
"Ahh, aku sudah ganti nomor ponsel, maaf ya aku tidak mengabari kamu"
"Tidak apa-apa, kamu masih seperti dulu selalu rendah hati dan cantik." Ucap yopa dengan malu-malu
"Kamu ini bisa saja." Lova tersipu oleh yopa dia pun menjawab sambil tersenyum manis.
Kamu masih sama seperti dulu feyna, cantik dan selalu tersenyum manis dan sifat rendah hati mu tidak pernah berubah, aku jadi semakin menyukaimu. Gumam yopa dalam hati sambil melihat lova.
"Oh iya. Kamu kenapa tiba-tiba keluar dari rumah ini?" Yopa menunjuk rumah yang besar di belakang lova.
"Aah iyaa, aku berkerja disini, hanya pekerjaan paruh waktu sebagai pelayan" lova tersenyum. Dia tidak ingin indentitas nya terbongkar bahwa dia sudah menikah dengan Ron.
"Wahh kamu rajin sekali, seharusnya sekarang kamu sudah menikah dan tidak perlu berkerja keras seperti ini."
"Itu belum saatnya." Jawab lova dengan raut yang sedih
"Kamu masih belum bisa melupakan Vito Corleone kan?"
Senyum lova memudar disaat yopa menyebut nama kekasihnya lova yang sangat dia cintai.
Lova hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yopa.
Yopa jadi tidak enak hati saat melihat reaksi lova yang terdiam. Yopa mengalihkan pembicaraan dan tidak ingin membuat lova terusik dengan pertanyaan nya tadi.
"Ehh. Ayo kita berangkat aku jadi tidak sabar mau bertemu Lala heheee"
Lova bereaksi dan naik ke motor dia hanya terdiam memikirkan pertanyaan yopa tadi.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt
__ADS_1