
Ron yang sedang menyetir kan mobilnya untuk kembali ke kantor langsung tiba-tiba mengerem mobilnya, untuy saja dia sedang berada di jalan kawasan sepi jadi bisa menghindari kecelakaan akibat dia yang mengerem mendadak.
"Sial" Ron memukul setirnya dengan kuat
Apa yang aku lakukan. Batin Ron
Ron pun dengan kecepatan tinggi mengendarai mobil nya untuk kembali kerumahnya membebaskan lova yang dia kurung di kandang anjing peliharaan nya
Semoga saja dia tidak terluka. Batin Ron yang kawatir.
Seperti nya jiwa kesadaran Ron sudah kembali, namun itu bukan berarti dapat memudahkan Ron menyesali setiap perbuatan nya tadi.
Dengan langkah tegas Ron masuk kedalam rumah megahnya itu. Para pelayan yang melihat Ron pulang kerumah langsung menundukkan kepalanya dengan hormat. Pak Rut dengan segera menghampiri Ron.
Ron melihat Kriss yang berada dirumahnya langsung memberhentikan langkah nya didepan kriss.
Kriss langsung menundukkan kepalanya hormat pada Ron.
Ron langsung pergi ke rumah belakang untuk membebaskan lova.
Dengan tergesa-gesa Ron membuka pintu tempat anjing peliharaan nya itu tinggal. Namun Dia tidak melihat keberadaan lova di dalam kandang anjing peliharaan nya dan sebuah pagar pembatas anjing peliharaan nya juga sudah aktif.
Kemana dia. Batin Ron
"Kau yang membebaskan nya?" Tanya Ron pada Kriss tanpa menoleh melihat Kriss yang berada di belakang nya.
"Iya tuan" ucap Kriss jujur.
"Dimana dia?" Tanya Ron pada Kriss.
"Di kamarnya tuan" ucap Kriss, Ron langsung berlalu melewati Kriss tanpa menjawab ucapan Kriss.
Kriss hanya memasang wajah datarnya.
Ron langsung menaiki lift untuk melihat keadaan lova di kamarnya. Ron langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Akhirnya dia dapat melihat lova yang sedang berbaring lemas di kasur. Ron memandangi wajah pucat itu sedang tertidur tenang dengan tangan nya yang di pasang infus.
"Nona pingsan karna syok tuan" ucap Kriss, Ron hanya diam. Lalu Ron duduk di pinggir ranjang lova, pergerakan Ron yang duduk di ranjang lova tidak membuat lova terganggu sedikit pun.
Ron mengulur tangan nya menyentuh pipi kiri lova yang memerah bekas tamparannya tadi. Dengan pergelangan tangan yang memerah karena bekas cengkraman nya tadi.
Kenapa perasaanku sakit sekali melihat nya sudah seperti ini. Batin Ron
.
.
__ADS_1
.
.
Tiga hari lamanya lova sakit sehabis dari kejadian itu. Sekarang dia sudah pulih seperti biasanya. Menjalankan tugasnya seperti biasa nya.
Selama tiga hari dia hanya diam. Lova merasa dirinya harus kembali ke awal pertemuan nya dengan Ron. Karna posisi nya sejak awal bagi lelaki yang menjadi suaminya itu tidak lebih hanya seorang pelayan.
Jadi, berhenti lah berharap dia tidak akan memiliki perasaan untuk mu lova. Batin lova
Lova mulai membangun pembatas di antara mereka berdua, supaya lova bisa sadar akan posisi nya dan tidak membuat nya jatuh terlalu dalam.
Sungguh nasib ku yang malang. Lova
Sore hari yang sibuk untuk lova, dia masuk ke kamar Ron untuk menyiapkan segala keperluan Ron. Disaat lova masuk Ron sedang duduk di sofa kamar itu dengan memegang sebuah kertas seperti nya itu adalah dokumen.
Lova hanya diam dengan ekspresi datar nya menundukkan kepalanya hormat dan melangkah untuk pergi keruang ganti.
"Aku ingin bicara pada mu Feynata Angglova!" Panggil Ron. Lova pun langsung memberhentikan langkah nya. Dan melangkah menuju Ron yang duduk di sofa.
Deg.
Ini adalah kali pertama Ron memanggil lova dan itu nama lengkap nya, semenjak menikah Ron tidak pernah memanggil namanya, sekarang perasaan lova sungguh campur aduk.
"Duduk lah disini" ucap Ron menepuk tempat duduk di sebelah nya.
"Tidak tuan, saya rasa itu tidak pantas untuk saya" ucap lova tersenyum paksa.
Apakah aku waktu itu telah terlalu berlebihan. Batin Ron.
Ron pun berdiri di hadapan lova, dia meraih tangan lova yang sudah sembuh.
"Aku minta maaf Feynata" ucap Ron lembut.
Apa! Aku tidak salah dengar dia meminta maaf pada ku, ayo lova kuatkan dirimu. Batin lova
Tapi keterkejutan lova tidak mau dia tunjukkan dia hanya diam dengan ekspresi datar nya.
"Itu tidak perlu di permasalahkan tuan, kenyataan nya memang seperti itu" ucap lova
"Jadi kau memaafkan ku" ucap Ron yang sudah mulai tersenyum.
Haah, dasar lelaki tidak pandai membujuk. Batin lova
"Tidak ada yang perlu saya maafkan tuan, anda tidak salah"
__ADS_1
Bagaikan sebuah rasa yang di lemparkan oleh ribuan batu. Lova menegaskan bahwa keberadaan nya memang benar apa yang di katakan Ron 3 hari yang lalu.
"Kenapa kau masih bersikap terlalu formal padaku, aku ini suami mu" ucap Ron sambil menyentuh pipi kiri lova yang pernah dia tampar dan wajah ini pernah dia tepis dengan kaki nya.
"Maafkan aku" lirih Ron
Lova dengan segera menepis tangan Ron dengan lembut.
Kau bahkan 3 hari ini masih menghindari ku. Batin Ron
"Panggil nama ku saja Ron, kau tidak perlu memanggil ku tuan lagi, bukan kah kita suami istri" ucap Ron tersenyum.
Heh, suami istri. Batin lova
"Saya nyaman dengan panggilan itu tuan" ucap lova menunduk
"Ini perintah, panggil saja nama ku, tidak perlu memanggil ku tuan lagi, sekarang coba panggil nama ku?" Ucap Ron.
"R-ron" ucap lova malu.
"Good girl, jadi aku harus memanggil mu Feynata/sayang?" ucap Ron
Wajah lova tersipu malu disaat Ron melontarkan kalimat seperti itu
"Ti-tidak!! Panggil saja lova tuan" ucap lova.
"Tuan?" Ron mengerutkan dahinya
"Ehh Ron "
"Baiklah lova, aku punya hadiah untuk mu" ucap Ron yang langsung meraih sebuah kotak besar dari atas meja dan memberikan nya pada lova.
"Ini untuk mu" sambung Ron.
"Apa ini?" Tanya lova
"Bukalah?"
Lova pun membuka kotak besar itu dan melihat sebuah dress berwarna biru
Cantik sekali. Batin lova
"Ini...?" Tanya lova yang menoleh menatap Ron.
"Cobalah sekarang"ucap Ron yang tak mau menjawab pertanyaan lova.
__ADS_1