Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Sangat jahil


__ADS_3

Orang kaya benar-benar yaa. Mau olahraga saja tidak perlu ke gym, tapi dirumah juga bisa olahraga serasa di gym. Batin lova berucap ke kekaguman.


lova terus berjalan mengikuti pak Rut. Sambil berjalan lova melihat kesana kemari. Ruangan gym pribadi Ron sangat besar gumam lova. Pak Rut membuka kan sebuah pintu ruangan lain. Lova hanya mengikuti pak Rut masuk. Ternyata di dalam ruangan tersebut ada Ron dan tiga pemuda, satu nya adalah Kris tetapi yang dua pemuda tersebut lova merasa familiar.


Lova mengamati wajah kedua pemuda tersebut dengan sangat antusias. Ron yang melihat lova dan pak Rut masuk langsung menoleh melihat lova yang sedang fokus mengamati kedua temannya itu. Tergesir rasa tidak suka Ron melihat lova yang menatap kedua teman lelaki nya itu.


Hmm


Ron berdehem dan langsung membuat lova terkejut. Ron langsung memberikan kode jarinya memberi tahu kan pada lova untuk mendekat padanya. Lova mengerti dan melangkah mendekati Ron. Langkah lova hampir dekat dengan Ron. Tiba-tiba saja ada kaki yang jahil menghalangi langkah lova dan membuat lova tersandung. Botol air itu pun terguling ke kaki Ron.


Ron tertawa dan kedua pemuda itu pun tertawa melihat lova tersandung. Lova sangat malu dan sedih di perilaku kan seperti. Raut wajah lova menjadi sendu. Dan mereka tanpa rasa bersalah menertawai lova.


"Hahaha" tawa mereka bersama. Kris dan pak Rut hanya diam dan menundukkan kepalanya. Tanpa berani untuk membela lova.


Lova berdiri untuk memperbaiki baju nya. Wajah sendu lova sangat dilihati Kris.


Kris menatap lova dengan iba.


"Jalan itu lihat pake mata" ucap Ron sambil tertawa "jangan pakai lutut untuk melihat" sambung pemuda yang tega menghalangi langkah lova tadi.


"Ma-maaf kan saya tuan muda, nanti saya akan lebih berhati-hati lagi" jawab lova dengan tegas walau terdengar suara gemetar nya.


Mereka bertiga tertawa. Namun salah satu pemuda tersebut langsung memudar kan tawanya. Saat melihat lova dengan cermat.


Dia seperti mengenali wajah lova. Ada perasaan familiar. Tetapi dia lupa pernah melihat lova dimana.


"Cepat ambilkan botol air ini" titah Ron pada Lova untuk mengambil botol air yang lova bawa tadi yang terjatuh di lantai.

__ADS_1


"Baik"


Lova memungut sebotol air mineral tersebut di dekat kaki Ron. Dan disaat lova meletakkan botol air mineral itu di meja. Tiba-tiba saja Ron menepisnya. Dan membuat lova terkejut.


Apalagi sih, hampir saja membuat ku jantungan. Batin lova yang mulai risih karna sikap Ron.


"Ambil kan yang baru, itu sudah terjatuh" titah Ron dengan dingin sambil menatap lova.


Lova menelan Saliva nya. Dengan segera lova mengangguk kan kepalanya. Dan melangkah keluar mengambil air mineral yang baru.


"Dasar!! Seenaknya sendiri" ucap lova dengan kesal sambil berjalan. Lova begitu kesal dengan sifat Ron.


"Tapi, dua lelaki itu seperti nya aku pernah melihat nya" ucap lova pada dirinya sendiri "tetapi dimana ya?" Sambung nya lagi.


Lova berusaha mengingat kan sesuatu tentang kedua lelaki yang bersama Ron tadi.


"Tetapi sifat mereka sangat buruk, tidak ada bedanya dengan tuan Ron" " sangat jahil" sambung nya lagi.


Sudah lova langsung masuk ke ruang tersebut tanpa mengetuk pintu. Lova sangat kaget melihat mereka berempat sedang memegang pistol yaitu senjata api. Seperti nya mereka sedang latihan menembak gumam lova.


Ron mengarahkan pistol nya ke tempat bidik dan.


Door.


Bunyi dari pistol yang Ron gunakan. Tepat sasaran. Beberapa kali Ron menembak tempat bidik dan tetap sasaran terus.


Lova menatap Ron dengan takjub. Lihai dan hebat sekali gumam lova.

__ADS_1


Lova meletakan botol air mineral tersebut ke meja. Tiba-tiba saja Ron menoleh melihat lova dan Ron mengarahkan pistol nya kearah lova.


Lova sangat terkejut saat Ron tiba-tiba mengarahkan pistol nya ke lova. Namun lova hanya diam.


"Jika aku menembak mu, menurut mu bagian mana yang kena" ucap Ron dengan senyum devilnya.


Apa, pertanyaan apa itu. Tuhan apakah hidup ku akan berakhir sekarang.


Mereka yang ada didalam ruangan tersebut hanya diam, Sangat hening seperti keterdiaman lova.


"Hahaha, di ancam Begitu saja kau sudah berkeringat" tawa Ron memenuhi ruangan yang kedap suara itu. 


Mereka yang diruang tersebut juga hanya diam. Namun lova sekarang bisa bernafas lega. Ternyata Ron mengjahili nya lagi. Sempat saja lova tidak normal bernafas karna ancaman Ron.


Kembali lagi Ron mengarahkan pistol nya ke arah lova. Dan...


Door


Peluru timah itu terkena dia tembok belakang lova. Lova benar-benar di buat kaget, kakinya lemas dan rasanya tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Untung nya peluru itu tidak mengenai lova.


Jason dan nickon sangat kaget Ron yang tiba-tiba mengarahkan pistol ke arah lova dan tiba-tiba menembak.


Dasar gila. Batin lova.


Air mata lova mengalir ke pipi nya dengan cepat di hapus. Jason dan nickon menatap lova dengan iba. Lova hanya menunduk kan kepalanya. Ketidak berdayaan lova memang selalu di bawah naungan Ron. Ron lah yang berkuasa.


Tega sekali dia mengarahkan pistol itu ke arah ku.

__ADS_1


__ADS_2