
Feynata Angglova baru pulang dari toko jahitnya dan dia melihat ayahnya sedang berdebat dengan ibu angkatnya di ruang tamu, ternyata mereka sedang berdebat masalah perusahan ayahnya lova yang sedang di ambang kebangkrutan.
Lova berjalan menghampiri ayahnya untuk menenangkan ayahnya yang begitu emosi.
"Ayah? Jangan marah-marah beritahu lova apa yang sedang terjadi?"
Ayahnya menengok lova yang sedang mengelus pundak nya.
"Lova!, Kamu bisa membantu ayah untuk menghilangkan kebangkrutan di perusahan ayah."
Lova bingung dengan arah pembicaraan ayah angkatnya.
"Apa maksudmu ayah?" Lova mengerut dahinya.
"Besok kamu harus ikut ayah keperusahaan, karna dulu kamu lulusan desain."
Lova terkejut dengan perkataan ayahnya dan berusaha menolak kemauan ayah angkatnya.
"Tidak ayah, aku tidak mau bekerja di perusahaanmu, aku lebih suka menjahit di toko ku." Ayah angkatnya menampar pipi kiri lova dengan tiba-tiba. Karna mungkin ayahnya sedang merasa emosi
"Anak kurang ajar, berani sekali kau membantah sekarang, memang toko jahitmu itu bisa mengganti uangku yang pernah aku pakai untuk membesarkan mu sebagai anak pembantah sekarang!" Lova mulai mengeluarkan buliran air matanya dan menganggukkan kepalanya pelan. Tamparan dipipi nya sangat sakit.
Ibu angkatnya tiba-tiba mencabak rambut lova.
"Ikuti saja apa kata kami, berhenti jadi anak yang melawan dan membantah kata orang tua, sudah syukur ayah mu menawarkan pekerjaan di perusahaannya." Lova meringis kesakitan.
"Baik Bu" sambil menangis tersirak.
"Kau lihat anak pungut ini yang tidak tau diri ini tidak ada rasa terimakasih dia jika dibandingkan dengan elora masih kalah jauh kemampuan nya"
__ADS_1
Lova hanya melangkah pergi tanpa ingin mendengar kelanjutan omongan ibu angkatnya.
Setelah perdebatan di ruang tamu lova masuk ke kamarnya dan mandi dia sudah bersiap untuk tidur tiba-tiba Elora masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu.
"Lova minta uang!" Dengan nada yang tinggi.
"Ora, bukanya Kemaren kamu sudah minta di toko jahit ku, sekarang aku sudah tidak punya cukup uang untuk memberimu, aku cuman punya uang kain yang akan aku tebus besok" Elora mendorong lova dengan kasar dan membuat lova jatuh ke lantai kesakitan.
"Kamu selalu berbohong dengan alasan seperti itu, mulai sekarang aku tidak akan percaya lagi dengan tipuan mu!" Elora mengambil tas lova dan mendapatkan kartu ATM lova.
Lova pun bangkit berdiri dan mencoba meraih ATM nya yg sudah di tangan elora.
Karna lova bertubuh mungil dia tidak bisa meraih tangan Elora yang memiliki badan tinggi.
"Jangan ambil tabungan ku ora, hanya itu uang yang masih aku punya!" Nada memohon.
"Minggir! Aku mau lewat, nanti aku kembalikan ATM mu setelah aku ambil uangnya, ohya pin nya ulang tahunmu kan?" Lova mengangguk sambil meneteskan air mata. Dia hanya bisa pasrah karna dia tidak punya keberanian untuk melawan.
Ora meninggalkan kamar lova dengan menutup pintu dengan keras. Bagi lova dia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu, karena dia sudah di ajar untuk bersikap patuh dan penurut.
Tidak apa-apa, masih banyak waktu untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan uang. dengan wajah senyumnya yang manis.
Lova pun tertidur di kasur kecilnya dan melupakan apa yang terjadi hari ini tidak lupa dia pun selalu berdoa pada Tuhan untuk hari esok yang akan menantinya.
Keesokan nya ibu angkatnya teriak memanggil lova untuk segera turun dan memasak untuk sarapan pagi.
"Lova!! Cepat turun." Dengan nada yang tinggi.
"Sebentar Bu!" Sahut lova dari kamarnya. Karna dia tadi sedang menelpon teman yang juga termasuk rekan kerjanya di toko jahit miliknya, bahwa dia hari ini tidak bisa turun ke toko jahit karna dia harus ikut dengan ayah angkatnya keperusahan.
__ADS_1
"Kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak Bu?" Rando yang baru turun dari tangga menghampiri ibunya yang berwajah masam.
"Lova ini sampai jam segini masih belum masak, emang kita rumah ni makan angin apa!" Dengan nada yang kesal.
"Bu, kan ada bibi idah yang masak biasanya?" Ibunya menatap Rando
"bibi idah sedang pulang kampung, jadi sekarang lova yang masak." Rando terkejut mendengar tegaskan ibunya
"Bu, kenapa kamu selalu bersikap dengan kak lova seakan-akan dia pembantu di rumah ini, dia juga putri ibu." Ibunya mengerut dahi menatap Rando.
"Anak pungut itu bukan putriku!, perusahan ayahmu sedang kritis jadi keuangan kita sedang kritis juga, makanya itu ibu memulangkan pembantu-pembantu dirumah ini karna kita sedang tidak bisa menjamin gajih mereka, maka daripada itu ibu akan menyuruh lova mengganti tugas-tugas pembantu dirumah ini termasuk memasak." Rando semakin kesal mendengar ucapan ibunya.
Lova bergegas turun dan berusaha menghentikan Rando berbicara lagi.
"Bu, saya akan masak nasi goreng untuk pagi ini, karna jam sudah hampir kesiangan ke kantor" ibu angkatnya pergi dengan acuh mendengar kata lova.
"Kak? Kaka pasti merasa terbebani kan?" Lova tersenyum manis.
"Tidak Rando! Kaka sudah terbiasa, kamu bersiaplah untuk pergi kuliahnya Kaka mau masak dulu." Lova tersenyum lalu pergi ke dapur dan memasak, akhirnya semuanya sudah makan dan melanjutkan aktivitas-aktivitas nya seperti biasa.
Lova dan ayah nya juga berangkat ke kantor.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt
__ADS_1