
Sore hari pukul 15:02 di toko Jahit Lala dan lova. Aktivitas menjahit orderan orang masih terus berlanjut. Begitu banyak orderan pelanggan di toko Jahit lova, sampai-sampai lova dan Lala sudah sangat kelelahan. Sudah 3 bulan lebih ini toko Jahit mereka berdua sangat banyak pelanggan nya, tentu saja karna hasil jahitan di toko Jahit lova dan Lala sangat lah memuaskan hingga menarik perhatian para pelanggan dengan jumlah yang meningkatkan.
"Haaahh, lova bulan ini keuangan kita naik pesat" senang Lala.
"Benar sekali, jadi kita bisa membeli ruko ini, biar kita tidak menyewa lagi" ujar lova
"Iya benar sekali, aku senang sekali lova, jerih payah kita membuahkan hasil" lova pun mengangguk tersenyum.
"Kak lova kak Lala, aku mendapat kan brosur lomba Desain show" ujar salah satu anak karyawan lova dan Lala.
Dengan segera lova dan Lala mengambil brosur itu dan melihat nya.
"Lova, kau harus ikut, tunjukkan hasil desain mu" ucap Lala menyemangati lova.
"Kau yakin aku bisa?" Tanya Lova pada Lala.
"Aku sangat yakin kamu bisa lova, kau lihat hadiahnya 25jt, jika kau menang uang nya lumayan untuk kau tabung buat kamu kedepannya" lova masih mencerna apa yang Lala katakan.
"Lova, aku yakin padamu, kamu pasti bisa jadi desainer ternama di dunia ini" semangat Lala lagi.
"Hehh kau ini, bisa saja" pukul lova pada bahu Lala.
"Kau ini di beri keyakinan malah di balas pukulan" ucap Lala cemberut
"Iyaiya maaf, baiklah aku akan mencoba dan menunjukkan kan hasil rancanganku." Ucap lova yakin.
"Nah begitu, semangat lova ku" Lala menyemangati lova.
"Iya Kaka Lova, semangat Kaka pasti bisa" semangat anak-anak karyawan pada lova.
Lova pun mengangguk tersenyum.
Lova akan mengikuti lomba desain show dan menunjukkan karya-karyanya.
.
.
.
.
Lova sudah pulang dan sudah berada di rumah utama.
__ADS_1
Makan malam pun juga sudah. Sekarang lova berada di kamarnya. Lova sedang menggambarkan beberapa rancangan pakaian yang akan dia persiapan untuk lomba desain show nanti. Beberapa hasil rancangan lova benar-benar sangat bagus, tapi dia harus membuat desain yang lebih bagus lagi.
Tok tok tok tok
Mendengar ketukan pintu di kamarnya dengan segera lova melangkah untuk membuka kan Pintu kamarnya.
"Nona, tuan muda menyuruh Anda membuat kan teh herbal dan mengantarkan nya di ruang kerja tuan" ucap pak Rut, tanpa menunggu balasan lova menjawab pak Rut langsung berlalu pergi dari hadapan lova.
"Dasar pak Rut, benar-benar tidak sopan" gumam lova yang hanya diri nya sendiri mendengar kan nya.
Dengan segera lova turun kebawah untuk kedapur dan membuat kan teh herbal untuk Ron
.
.
.
.
Diruang kerja Ron dan kris sedang membahas pekerjaan legal dan non legal.
"Penyeludupan senjata ke negara Rusia sudah berhasil tuan, sekarang uang nya sudah masuk ke rekening anda" ucap Kriss yang langsung memberikan dokumen penting untuk Ron..
"Baik tuan"
"Lakukan seperti biasa Kriss, aku tidak suka dengan putri nya yang selalu ingin menempel pada ku" ucap Ron dengan senyum devilnya.
"Baik tuan"
"Bagaimana dengan penyeludupan narkoba ke negara Islandia?" Tanya Ron tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen
"Besok subuh mereka akan berangkat menggunakan kapal selam" ucap Kriss dengan wajah yang datar.
"Hm"
Tok tok tok
"Masuk" ujar Ron.
"Tuan saya membuat kan anda secangkir teh herbal hangat" ucap lova.
Ron yang melihat kehadiran lova langsung tersenyum.
__ADS_1
"Kemarilah" ucap Ron.
Kriss yang melihat lova yang menggunakan piyama daster tersenyum tipis. Lova terlihat sangat cantik dengan rambut yang tergerai lurus.
Anda sangat cantik nona. Batin Kriss
Dengan segera lova meletakkan secangkir teh herbal hangat itu kemeja Ron.
"Saya permisi dulu tuan" ucap lova menundukkan kepalanya dan segera akan berbalik dan pergi, tapi tangan nya di cekal oleh Ron.
"Duduk lah disitu sebentar, temani aku disini" ucap Ron.
Lova pun mengangguk mengerti.
"Tuan Kriss, apa anda ingin teh herbal juga?" Tanya lova pada Kriss, Kriss hendak menjawab namun sudah dijawab oleh Ron.
"Dia bisa membuat nya sendiri" ucap Ron dengan datar.
Lova mengangguk. Kriss mengepal tangan nya, tadi dia senang sekali lova ingin membuat kan nya teh herbal namun dia tau pasti Ron akan melarang nya.
"Tidak perlu nona" ucap Kriss datar. Lova pun hanya mengangguk mengerti sambil tersenyum manis pada Kriss. Kriss juga membalas nya dengan senyum tipis.
Ron yang melihat itu sambil meminum teh nya. Langsung memandang tajam kearah lova yang tersenyum manis pada Kriss.
"Kau kemari lah" ucap Ron pada lova.
Dengan segera lova berdiri dan melangkah mendekat Ron, dengan segera Ron meraih tangan lova dan menarik nya hingga lova terjatuh terduduk di pangkuan Ron, lova langsung bersemu malu.
Kriss yang melihat itu mengepalkan tangannya dengan erat.
Ron tersenyum puas saat melihat Kriss mengepalkan tangannya.
"Tu-tuan, apa yan..." Belum sempat lova melanjutkan kalimatnya sudah Ron bungkam bibirnya dengan bibir Ron.
Ron mencium bibir lova dengan ******* nya dengan lembut. Kriss yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya ke samping.
Ada rasa kemenangan di diri Ron, entah itu karna dia ingin menunjukkan bahwa lova hanya miliknya atau karna dia tidak suka ada yang menyukai hal miliknya. Atau karna Ron cemburu. Entahlah
Tapi bagi Ron ada rasa berbeda dirinya saat bersama lova, Ron juga tidak mengerti akan hal itu
"Saya permisi tuan" ucap Kriss yang berlalu pergi keluar.
Ron masih melanjutkan aktivitas nya dengan mencium bibir lova dan ciuman itu langsung turun ke leher jenjang lova. Ron menghirup bau yang sangat dia sukai di tubuh lova yaitu wangi Jasmine
__ADS_1