Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
kau pikir kau pantas


__ADS_3

Ron sangat puas mengerjai lova. Apalagi saat melihat tingkah konyol lova rasanya Ron ingin sekali mencium nya, tingkah yang penurut sangat menggemaskan. Sangat membuat Ron terhibur.


Kejadian di kamar mandi sore itu membuat lova sangat kawalahan, bisa-bisa nya dia dijadikan bahan lolucon Ron. Lova hanya bisa menahan malu dan bersabar karna jika dia membantah pasti dia akan dihukum lagi.


Tapi melihat Ron senang hingga tertawa lepas seperti itu membuat lova juga ikut senang. Karna menurut lova sifatnya yang seperti tadi lebih baik dari sikap nya yang dingin dan kaku seperti biasanya.


Untuk pertama kalinya lova merasakan sedikit kenyamanan dari Ron. Walau masih di dera rasa malu karna sudah digoda oleh Ron.


Ron sudah keluar dari ruang ganti. Lova yang sedang duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya. Tanda dia lelah dengan situasi sabar ya lova. Author akan bikin kamu senang dengan situasi segera.


Lova nya sambil memejamkan mata nya. Ron melangkah mendekati lova tiba-tiba saja Ron menyentil kening lova sampai terdengar bunyi


Tluk


"Auww" ucap lova sambil memegang kening nya yang di sentil Ron.


"Siapa yang menyuruhmu bermalas-malasan disini" ucap Ron dengan sedikit menaiki nada bicara nya.


"Ma-maaf kan saya tuan muda" jawab lova sambil berdiri dari sofa


"Cepat buatkan aku bubur seperti kemaren, aku lapar" titah Ron yang sudah duduk di sofa


Dia meminta bubur yang ku buat kemaren, aah benar ayo lova jangan bodoh.


Lova langsung mengangguk kan kepalanya dan langsung berbalik melangkah pergi meninggalkan Ron di kamar utama itu.


Dia turun ke dapur dan dengan segera membuat bubur untuk Ron.


30 menit berlalu dengan sebuah mangkok yang berisi bubur hangat yang di buat lova.


Lova membawa bubur dengan nampan dan segelas susu hangat sebagai pasangan nya.

__ADS_1


Lova Pun meletakkan bubur tersebut di atas meja sofa. Dia melihat Ron sangat sibuk dengan laptopnya.


"Tuan muda, ini bubur yang anda minta"


"Hmm.. lama sekali, kau sangat Bermalas-malasan ya" selidik Ron dengan nada yang dingin.


"Ti-tidak tuan, karna memang dalam proses pembuatan nya sedikit memakan waktu lama tuan" lova begitu gugup terdengar dari nada bicaranya pada Ron, suara yang bergetar


"Cih. Beralasan saja terus" ketus Ron yang langsung mengambil mangkok berisi bubur tersebut.


Haha, itu memang faktanya tuan bukan alasan. Iss rasanya aku ingin sekali memukul kepalamu.


"Kau sedang memaki ku?" Ucap Ron sambil menyuapi sesendok bubur ke dalam mulutnya.


Hal tersebut membuat lova kaget lagi dan tambah gugup.


"Ti-tidak tuan muda, sa-saya tidak berani" jawab lova dengan nada gemetar.


Apa, dia hebat sekali menebak ekspresi ku, bagaimana ini, berpikir lah lova.


"Sa-saya sangat suka melihat cara anda memegang mangkuk bubur itu tuan, sa-sangat elegan hehe" jawab lova dengan wajah kikuk.


Ron tersenyum tipis. "Kau ingin belajar juga" tanya Ron sambil memakan bubur tersebut.


"Hah! Apa tuan?" Jawab lova dengan kaku.


"Cara makan dengan elegan"


"Apakah boleh tuan" tanya lova dengan senyum bersemangat.


"Hahaha" tawa Ron dengan antusias

__ADS_1


"kau pikir kau pantas" sambung nya lagi


Senyum lova langsung pudar saat mendengar apa yang Ron peringatkan pada nya


Jangan pernah bermimpi lova, ingat posisi mu.


"Baik tuan" jawab lova dengan tegas. Ron mengulas senyum tipis dibibir nya sambil menyantap bubur buatan lova.


Lova meremas dres santainya membentuk sebuah kepalan. Lova benar-benar di buat terluka oleh Ron. Ucapan Ron memperingati lova sangat membuat hati lova tercabik-cabik.


Ron menyantap bubur tersebut dengan sangat lahap. Bubur yang di buat lova Ron akui sangat enak. Namun Ron tidak pernah mengatakan bahwa bubur itu sangat enak di hadapan lova. Didalam hatinya dia mengakui bubur itu sangat nikmat.


Sejak ucapan Ron tadi lova hanya terdiam sambil melihat meja. Tanpa melihat mahluk hidup yang di sofa sangat menikmati bubur tersebut sambil sesekali melirik lova yang terlihat sedang melamun.


Apa yang sedang dia pikirkan. Batin Ron.


Keterdiaman lova membuat Ron jadi sangat penasaran. Seperti sebuah detektif yang haus akan penyelidikan. Begitu lah yang dirasakan Ron Sekarang, dia sangat penasaran dengan sosok lova yang begitu ceria dan antusias. Ron sangat terhibur jika sedang bersama lova. Ron yang jahil tetapi selalu menegaskan bahwa dirinya lah sang pemenang.


Tanpa dia sadari kehadiran lova membuat nya sedikit nyaman.


"Heii, aku sudah selesai" ucap Ron yang langsung membuyarkan lamunan lova.


Lova langsung mengangguk kan kepalanya tanda mengerti, dengan segera lova membereskan peralatan makan tersebut.


"Bawakan aku sebotol air minum ke ruang gym setelah ini" titah Ron yang langsung di angguk lova.


Lova keluar dari kamar utama dan langsung kedapur untuk menyimpan peralatan makan tersebut.


Seperti perintah Ron dia harus mengantar kan sebotol air minum, tetapi lova tidak tau dimana letak ruangan gym itu.


"Aku tanya sama pak Rut saja deh" ucap lova.

__ADS_1


Lova menghampiri pak Rut dengan membawa sebotol air minum pesanan Ron. Dia bertanya pada pak Rut dimana letak ruang gym. Pak Rut mengantarkan lova untuk pergi ke ruang sport tersebut. Setelah 2 menit berjalan akhirnya mereka berdua sampai di ruang sport. Lova terperangah melihat perlengkapan olahraga yang begitu banyak dengan berbagai jenis hampir terhitung lengkap.


__ADS_2