Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Peliharaan ku


__ADS_3

Rumah sakit tempat Lena di rawat inap.


lova melihat Suster ibu panti sedang duduk menjaga Lena, lova juga sangat kawatir melihat adik kesayangannya Lena terbaring sakit tidak berdaya.


sungguh gadis yang malang. batin lova


"bibi aku sudah melunasi biaya operasi Lena, kata dokter Lena akan segera dioperasi, bibi tidak perlu kawatir Lena kita pasti akan baik baik saja..." ucap lova menenangkan suster panti


"Iyah, semoga saja Tuhan selalu memberkati Lena kita, diberkati lah kau nak" ucap suster dengan mata berkaca-kaca menatap lova.


lova pun ikut terharu dengan kebaikan suster yang sangat tulus menjaga anak anak panti dengan tulus, walau lova dan anak panti yatim piatu tapi kasih sayang seorang ibu selalu diberikan suster penjaga panti asuhan pada lova mereka.


rasanya tenang sekali jika sudah bersama bibi suster. lova memeluk suster dengan terharu.


.


.


operasi pun berjalan lancar dan Lena hanya menunggu waktu pemulihan, lova kembali ke rumah Ron larut malam, sampai sampai lova melupakan makan malam bersama Ron.


sehabis membersihkan diri lova segera membuat kan teh herbal untuk Ron dan membawanya keruang kerja Ron.


Dia seperti nya ada tamu, bagaimana ya aku mengantarkan teh ini?... apa aku suruh sekretaris Kriss saja yang memberi kan nya. batin lova

__ADS_1


lova hanya berdiri di luar pintu masuk ruang kerja Ron, karna takut menganggu Ron yang sedang kedatangan tamu. tiba tiba pintu masuk itu terbuka dan semua orang didalam keluar membuat lova terkejut.


"ahh Tuan muda" lova salah tingkah saat melihat ron yang keluar.


"hmm" Ron hanya menjawab ketus


"ini teh anda, dimana saya harus meletakkan nya?" tanya lova pada Ron dengan gugup


ada 3 pria yang sedang bersama Ron membuat lova sangat canggung sekali. "bawa keruang latihan menembak" ucap Ron yang langsung berlalu pergi melewati lova.


begitu lah jika Ron sedang kedatangan tamu, dia akan dingin pada lova demi identitas terjaga


"Ron gadis itu cantik dan manis sekali, lekuk tubuh nya juga bagus, bagaimana..uhh" kalimat Jordy terpotong karna Ron tiba tiba mencekik leher Jordy.


Daniel terkejut melihat reaksi ron yang begitu sensitif. "Hei Ron jangan seperti ini, kau bisa membuat Jordy mati tidak bisa bernafas" Daniel mencoba menenangkan Ron


Kriss hanya diam dan tidak ingin membantu, Ron melepaskan Jordy dan melanjutkan langkahnya.


"Jaga mulut mu lagi Jordy, jangan lupa dia orang nya seperti apa" ucap Daniel memperingati Jordy


berani sekali dia menggunakan pakaian seperti itu dihadapan teman teman ku. Ron mengepalkan tangannya menahan amarahnya


lova mengikuti Ron mereka dari jauh dengan membawa teh herbal untuk Ron.

__ADS_1


lova menggunakan piyama dres yang sedikit terbuka, dia juga tidak menyangka akan ada teman teman Ron.


lova meletakkan teh herbal tersebut di atas meja.


Doorr...


Dor..


Dooorrrrr


lova melihat ron membidik sangat tepat sasaran, membuat lova jadi tambah mengagumi Ron.


dia sangat gagah sekali, astaga benar benar suamiku yang tampan sekali. batin lova


siapa yang tidak tergila gila dengan seorang Ron sinhe Fan. lova saja tidak bisa menepis perasaan nya pada Ron walau beberapa kali Ron menyakiti nya.


teman teman Ron juga tidak kalah keren dalam menembak. tapi tetap saja Dimata lova hanya Ron.


"Keluar!" perintah Ron pada lova tapi lova tetap saja masih melamun


"ku bilang keluar!!" bentak Ron dengan nada tinggi, membuat lova terkejut dan bangun dari lamunannya. buru-buru lova mengangguk dan cepat keluar dari ruang latihan itu.


"Astaga, kenapa dia sangat sensi sekali, hahh sudah lah perut ku lapar sekali" lova cepat turun ke dapur untuk mengisi perutnya.

__ADS_1


__ADS_2