
Pagi yang begitu sejuk menghampiri lova yang masih berada didalam selimutnya. Suara alarm dari ponsel lova berbunyi yang menunjukkan pukul 4:30 pagi. Namun lova rasanya masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk bangun bahkan terusik pun tidak.
Suara dering alarm masih berbunyi terus menerus, sudah 5 menit bunyi alarm itu namun lova masih belum terusik.
Beberapa detik lova mulai bergerak menggeliat didalam selimutnya namun lova masih enggan untuk bangun meninggal kan selimut nya.
Hooaamm
Uap lova sambil merentangkan tangannya ke atas. Lova meraba-raba ke kasur nya yang kecil itu untuk mencari ponselnya dan mematikan bunyi alarm yang terus berdering.
Akhirnya ketemu. Lova segera mematikan ponselnya tanpa membuka matanya. Lova menggeliat kesana kemari sambil menguap.
Hooaamm
Lova akhirnya bangun dan terduduk di kasurnya sambil mengucek matanya. Lova menguap lagi
Hooaamm
Tanpa lova sadari ada mata elang yang dingin menatapnya dengan senyum tipis.
Apa ini kebiasaannya, lucu sekali. Dia terlihat menggemaskan dengan rambut acak-acakan seperti itu. Batin Ron.
Ron masih memperhatikan tingkah konyol lova yang enggan untuk bangun. Namun lova benar-benar masih belum tersadar sepenuhnya dari kantuknya. Dia duduk sambil menatap ke lurus depan untuk mengumpulkan niat untuk bangun dari tempat tidur nya.
Ron masih setia menatap lova yang diam menatap lurus kedepan. Benar-benar lova hari ini bermalas-malasan karna Ron tidak tidur sekamar dengannya.
Lova menoleh ke kiri dan melihat mata elang nan tajam itu lekat memandanginya. Padang mereka bertemu Untuk beberapa detik
Lova terbelak kaget kesadaran nya tiba-tiba menjadi terkumpul semua saat melihat Ron yang sudah duduk di sofa dengan mengyilangkan kakinya dan tangan melipat kedada nya.
Sontak saja lova langsung melompat dari kasurnya untuk turun. Dia menundukkan kepalannya.
"Tu-tuan sudah datang?, eehh maksudku selamat pagi Tuan muda?" Lova berbicara hanya dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Lucu sekali. Ron terkekeh melihat tingkah lova yang kaget.
Ron memberikan kode pada lova untuk mendekat dengan jarinya.
Lova pun mendekat dengan kepala tertunduk. Dia pun berdiri disampingnya Ron dekat samping sofa.
Lova melirik sarapan Ron yang di atas meja sudah siap. Dan sudah setengah piring habis.
Seperti nya dia sudah sarapan, astaga lova kenapa kau bodoh sekali, bisanya kau bermalas-malasan. ah iya pak Rut, kenapa dia tidak memberi tahu ku. Lova berperang dgn batinnya.
"Maafkan saya tuan muda" ucap lova
Ron menyeringai tipis "kau tau salahmu?" Tanya Ron pada Lova.
"Iya tuan muda" jawab lova dengan sendu.
"Bagus, menurut mu hukuman seperti apa yang pantas untuk mu?" Tanya Ron lagi.
Hahh!, Kenapa kau menanyaiku, kan kamu yang rajanya, kalo ku bilang hukuman bercerai , itu terlalu lancang. Tapi aku pengen sekali. Batin lova.
"Sa-saya tidak tahu dan tidak berani tuan muda" jawab lova dengan terbata.
"Hmm baiklah, aku akan menyerahkan hukamanmu pada pak Rut" senyum Ron dengan tipis. Rasanya seru juga mengerjai babu yang berdiri di samping nya ini.
"Baik tuan muda." Jawab lova.
Lova masih terdiam.
"Apa kau sudah lupa tugas mu dirumah ini, dasar kampungan" titah Ron dengan Nada tinggi.
Lova kaget.
"Ahh, maafkan saya tuan muda" tunduk lova dan langsung setengah berlari ke ruang ganti.
__ADS_1
Lova terus merututi kebodohan nya. Dia mengambil setelan jas untuk Ron yang sudah pak Rut tulis di kertas.
Lova keluar dari ruang ganti dan menghampiri Ron yang masih duduk di sofa sambil memainkan iPad nya.
"Tuan, pakaian anda sudah saya siapkan." Ucap lova dan Ron langsung berhenti kan aktivitas nya lalu meletakkan iPad nya di meja.
Tanpa menjawab. Ron langsung masuk keruang ganti melewati lova yang masih tertunduk.
Setelah itu lova langsung mengambil sepatu Ron.
Ron sudah keluar dari ruang ganti dengan setelan yang sudah lova siap kan. Lova Bergegas memasang kan sepatu Ron.
Sudah selesai drama nya di kamar utama itu. Ron dan lova turun kebawah dan diikuti pak Rut yang dibelakang Ron, dengan jalan yang berbeda, Ron naik lift tapi lova hanya lewat tangga.
Lova sudah bersiap dan siap untuk berangkat bekerja juga. Sudah lova melayani Ron di meja makan layaknya pelayan. Lova langsung bergegas pergi ke dapur untuk sarapan juga.
Ron memandangi lova yang pergi jauh menuju ke dapur, hingga dia sudah tidak terlihat lagi.
"Pak Rut, berikan hukuman ringan untuk nya" titah Ron tanpa melihat pak Rut.
"Baik tuan muda" jawab pak Rut sambil membungkuk kan badannya.
Ron melanjutkan meminum teh herbalnya. Dia hanya sendiri di meja makan sebesar itu, suara menjadi hening di room itu.
Jangan tanya ibu tiri Ron. Karna dia hanya sibuk dengan dunianya.
Kris berjalan menghampiri Ron karna dia melihat Ron sudah selesai dengan meminum teh herbalnya.
"Selamat pagi Tuan muda" sapa Kris sambil membungkuk an badanya.
Kris langsung menyodorkan kan iPad pada Ron.
"Baiklah, siapkan semuanya Kris" titah Ron sambil berdiri merapikan jasnya lalu mengancingnya.
__ADS_1
Kris hanya membungkuk an badannya tanda mengerti.
"Tidak usah memanggil nya pak Rut, biar kan saja dia mengisi tenaganya sebelum menerima hukuman." Titah Ron pada pak Rut, pak Rut menganggukkan kepalanya tanda mengerti.