
Lova menatap lantai marmer itu dengan tatap sendu. Lelaki yang sering kali menghinanya baru saja menciumnya tanpa rasa bersalah dengan alasan bahwa itu sebuah hadiah. Bukannya merasa bangga lova malah merasa jijik.
Dengan punggung tangannya lova mengusap bibirnya yang baru saja di cium Ron , upaya itu dia lakukan untuk menghapus bekas kecupan Ron.
Kenapa dia melakukan ini, apa ini trik jahilnya yang baru. Batin lova
Namun segera lova urungkan karna dia harus melaksanakan tugas nya untuk mengeringkan rambut Ron. Dengan perasaan yang berkecamuk kan lova melangkah menghampiri Ron.
Ron sudah duduk di sofa sambil memainkan iPad nya. Lova berjalan mendekati nya dengan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambut Ron yang Basah, lova meremas handuk tersebut membentuk sebuah kepalan di tangan mungil miliknya.
Dengan berat hati.
"Tuan saya akan membantu anda mengeringkan rambut anda" ucap lova dengan nada sedikit dingin.
"Hmm" jawab Ron.
Lova memulai mengeringkan rambut Ron dengan hati-hati. Sesekali lova melirik jemari Ron yang sedang memainkan iPad nya.
Apa itu? Tanya lova dengan batin nya sendiri.
Lova benar-benar tidak mengerti apa yang sedang Ron lakukan dengan berbagai garis dan angka yang tertampil di layar iPad tersebut.
Ron memejamkan matanya, dia sangat menikmati sentuhan tangan lova dari balik handuk yang mengeringkan rambut nya.
Ini sangat nyaman, kenapa dia sangat bisa sekali membuat ku menjadi nyaman dan rileks.
Ron benar-benar sangat menyukai sentuhan lova, karna dia mengakui pada dirinya sendiri bahwa lova sangat pandai dalam membuat Ron nyaman dengan sentuhan nya. Bahkan itu sudah mulai membuat Ron candu akan sentuhan lova.
Tiba-tiba saja Ron memegangi tangan lova yang sedang beraktivitas mengeringkan rambut nya. Lova terhenti melanjutkan aktivitas nya.
Ron membuat lova terkejut lagi. Ron tarik tangan mungil milik lova kedepan wajahnya dia lihat dengan seksama. Tangan yang putih bersih dan jari-jari yang mungil.
"Tangan ini" ucap Ron menggantungkan kalimat selanjutnya.
__ADS_1
Deg.
Lova didera rasa gugup karna Ron memegangi tangan kanannya.
"Rasanya aku ingin mematahkan nya" sambung nya lagi.
lova menelan Saliva nya. Dia sangat merinding mendengar kalimat Ron yaitu sebuah ancaman bagi lova.
Ron akhirnya melepaskan tangan lova. Dengan sigap dan cepat juga lova menarik tangannya. Dan memegangnya sambil mengusap-ngusap nya.
Rasanya telapak tangan lova serasa dingin dan sudah berkeringat.
Apa dia gila, apa salah tangan ku ini sampai dia tega mau mematahkannya.
Lova benar-benar dibuat merinding oleh Ron. Rasanya dia benar-benar ketakutan mendengar ancaman Ron.
Dengan berat hati dia melanjutkan tugas mengerikan rambut Ron.
Namun dia teringat lagi dengan ancaman Ron yang ingin mematahkan tangannya. Di angkatnya tangannya dan di lihat lah dengan seksama. Dengan cepat lova memeluk tangannya sendiri.
" Tidak akan ku biarkan dia mematahkan tangan ku ini" ucap lova tegas sambil melihat dirinya sendiri di cermin besar tersebut.
"Tangan ku ini juga aset berharga ku"
"Tapi kenapa dia mencium ku?" Tanya nya lagi pada dirinya sendiri.
"Tidak tidak, kau tidak boleh berpikir aneh-aneh" ucap nya lagi sambil menunjuk kan dirinya sendiri di cermin.
"Aku yakin ini, adalah salah satu trik jahilnya"
"Tidak akan aku biarkan perasaan ini berkecamuk kan" ucap lova sambil mengusap dadanya.
"Mulai sekarang kau harus lebih berhati-hati" sambil menunjuk dirinya sendiri di cermin.
__ADS_1
"Tapi, kenapa perasaan ku jadi aneh dan jantung ku berdebar seperti saat kak Vito mencium ku dulu" ucap nya dengan nada sendu.
"Tidak tidak, kau tidak boleh memulai berprasangka aneh" sambil dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Perasaan mu hanya istimewa untuk kak Vito" sambil menunjuk dirinya sendiri di cermin.
"Orang seperti dia, tidak akan pernah memiliki perasaan padamu" ucapnya lagi dengan sendu.
Ron tersenyum melihat tingkah aneh lova Yang sedang berbicara sendiri sambil menunjuk-nunjukkan dirinya sendiri di cermin.
"Dasar wanita aneh" gumam Ron sambil tersenyum lalu dia melangkah pergi setelah puas mengintip lova yang sedang perang batin.
Ron tidak mendengar apa yang lova bicarakan pada dirinya sendiri.
"Astaga, aku lupa" menepuk jidatnya "aku harus cepat, ini sudah dekat makan malam"
Dengan cepat dia mandi membersihkan dirinya.
Ron yang sudah turun kebawah sudah di sambut oleh ibu tirinya tidak lupa seorang Luna.
Lova juga dengan segera turun kebawah untuk menghampiri Ron dan melayani nya. Lova sangat kaget saat melihat ibu mertua nya sudah berada di meja makan dengan seorang wanita yang pernah lova temui yaitu model cantik Luna alister.
Lova mendekati pak Rut dan berdiri sejajar dengan pak Rut.
Lova langsung melakukan tugasnya melayani Ron di meja makan.
Suasana di ruang makan itu sangat hening sekali, yang terdengar hanya lah dentingan peralatan makan. tidak ada yang berani membuka kan pembicaraan.
Tatapan tajam dan dingin dari ibu mertua dan seorang model cantik, selalu tertuju pada lova.
Adaapa sih dengan mereka. Batin lova
Lova menghela nafasnya.
__ADS_1