
Lova pun mencoba dress yang di berikan Ron padanya. Lova melihat pantulan dirinya di cermin besar ruang ganti di kamar Ron. Sebuah gaun yang sangat indah yang sedang dia pakai semakin membuat nya bak seorang putri.
Deg.
Jantung lova berdetak cepat menunjukkan bahwa lova sedang gugup sekarang. Lova memegangi pipinya yang bersemu merah karna tersipu.
Ini..., Cantik sekali. Batin lova
Lova pun melangkah keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan pada Ron penampilan nya disaat memakai dress pemberian ron
"Ron.." panggil lova pada Ron
Ron Yang sedang fokus dengan ponsel nya langsung mengalihkan pandangannya ke asal suara yang memanggil nya.
Deg.
Ron membatu di dengan ekspresi terkejut nya melihat penampilan lova yang menggunakan dress pemberian nya.
"Bagaimana penampilan ku?" Tanya lova pada Ron. Ron hanya diam terus memandangi penampilan lova yang sangat cantik.
Kenapa dia hanya diam.
"Aaehemm, sudah kuduga kau lumayan juga setelah memakai nya" ucap Ron sambil menggaruk pundak nya yang tidak gatal.
Sial, kenapa dia sangat cantik sekali. Batin ron
Ron merasa sangat canggung melihat penampilan lova sekarang yang begitu cantik.
Lova hanya tersenyum malu menyembunyikan wajahnya yang sedang merah merona.
Ron melangkah menghampiri lova yang sedang menunduk menyembunyikan wajahnya. Ron memegangi dagu lova mengangkat nya agar menatap nya.
Ron menatap lekat wajah lova yang sangat cantik.
Ron membalik tubuh lova agar menghadapi cermin, Ron memeluk lova dari belakang dengan wajah nya dia santahkan dipundak lova.
"Malam besok gunakan dress ini untuk menghadiri pesta di rumah ini. Aku akan mengadakan pesta kenaikan posisi ku sebagai CEO perusahaan ku" ucap Ron lembut pada lova.
Lova hanya mengangguk dan terus memandangi dirinya di cermin.
Apa kah ini juga termasuk pesta perkenalkan ku. Batin lova
Lova berpikir bahwa pesta ini juga pesta untuk nya sebagai istri sah Ron. Hati lova merasa nyaman seperti ini Ron begitu bersikap lembut padanya. Padahal baru 3 hari lalu Ron memperlakukan nya seperti binatang.
Memang ya kalo udah cinta kesalahan orang yang kita cintai pasti akan dengan mudah dilupakan dengan hanya tindak kecil yang begitu mengharu kan.
__ADS_1
.
.
.
.
Sungguh hari yang sangat sibuk untuk lova dan seluruh pelayan di rumah mewah Ron ini.
Disaat lova baru pulang kerja dia sudah harus bersibuk untuk membantu pelayan mempersiapkan keperluan pesta nanti malam. Ruang utama sudah di dekorasi dengan rapi dan cantik. Lova sibuk kesana kemari menjalankan kesibukan.
"Aduh kenapa berat sekali" gumam lova yang sedang membawa sekardus kain. Lova berjalan dari gudang belakang membawa kardus kain tersebut untuk di gunakan di dapur.
"Awh" ringis lova yang menabrak sesuatu yang sangat kuat. Lova terjatuh di atas lantai dengan kain yang berada di kardus tersebut ikut terjatuh dan berserakan di lantai.
"Kau tidak apa-apa" ucap lelaki tersebut dengan suara tegasnya.
"Aku tidak apa-apa" ucap lova yang fokus membereskan kain kain dan memasukkan nya ke dalam kardus.
Lelaki tersebut tersenyum melihat tingkah lova yang acuh dan tidak melihatnya.
"Biar aku bantu" ucap lelaki tersebut dan langsung berjongkok membantu lova Merapikan kain tersebut ke kardus.
"Dokter Daniel" ucap lova.
Lelaki tersebut tersenyum manis pada lova, lova pun juga ikut tersenyum manis.
"Kenapa kau melakukan pekerjaan pelayan" tanya Daniel pada lova.
"Aku hanya ingin membantu, karna aku sangat bosan hanya melihat mereka yang bersibuk." Jawab lova berbohong.
Daniel tau bahwa Ron tidak mengakui lova. Namun wanita cantik yang berada di depan nya ini begitu pengertian dan polos membuat Daniel memiliki perasaan tertarik pada nya.
"Saya, permisi dulu dokter Daniel" ucap lova dan melangkah pergi.
"Sebentar" ucap Daniel yang langsung memegangi pergelangan tangan lova.
"Yah..." Ucap lova.
"Daniel!" Panggil pemilik rumah itu pada Daniel.
Ron memasang wajah datar nya melihat perilaku Daniel pada lova. Ron melangkah menghampiri lova dan Daniel. Dia menatap tajam kearah tangan Daniel yang memegangi pergelangan tangan lova.
"Apa kau segan pada pekerjaan mu" ucap Ron pada lova.
__ADS_1
Lova hanya menunduk mendengar kalimat Ron.
"Maafkan saya, saya permisi dulu" ucap lova yang melangkah pergi.
Kriss menatap lova yang pergi, Kriss tau lova pasti kecewa dengan sikap Ron padanya.
Sadarlah lova. Batin lova
.
.
.
Di ruang kerja Ron.
"Kenapa kau tidak bisa sedikit lembut" ucap Daniel pada Ron.
Ron hanya dia menatap tajam pada Daniel.
"Jika kau sudah bosan padanya berikan saja padaku" ucap Daniel lagi.
"Ternyata selera mu sekarang barang bekas" ucap Ron tersenyum sinis sambil meneguk segelas wine
"Kalo barang bekas nya itu nona Feynata aku akan siap menerima nya dengan tangan terbuka" ucap Daniel tersenyum manis pada Ron.
"Cih, jaga ucapan mu, jika aku sudah tak menginginkan nya aku akan menjualnya di club' malam ku, kau terlalu bersih untuk menerima sampah" ucap Ron sambil mengaduk aduk gelas wine tersebut.
"Jika kau menjual nya aku akan duluan membelinya" ucap Daniel lagi.
Prangg.
Ron melempar gelas yang dia pegang ke depan meja kerjanya.
Daniel hanya diam menahan ekspresi terkejut nya melihat wajah Ron yang merah padam.
"Sudah ku bilang kau tidak pantas dengan sampah seperti itu!!" teriak Ron pada Daniel dengan wajah yang merah padam.
Daniel tersenyum melihat tingkah Ron yang emosi karna cemburu. Namun Ron tidak menyadari perasaan nya sekarang. Mungkin karna baru.
"Hahahaa" tawa Daniel
"Kenapa kau tertawa?" Teriak Ron pada Daniel.
"Heii bung, cepat sadari perasaanmu sekarang sebelum ka menyesal karna perbuatan mu yang terlalu berlebihan" ucap Daniel sambil menuangkan wine ke gelasnya. Ron pun duduk di kursi kebesaran nya mencerna perkataan Daniel.
__ADS_1