Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Kucing kecil


__ADS_3

Lova rasanya sudah terbang ke langit ketujuh merasakan nikmat yang di berikan Ron. Walau terkadang Ron melakukan dengan sedikit kasar.


Hampir 2 jam bercinta, Ron baru merasakan klimaks nya dan mensudahi percintaan panas mereka berdua. Lova sudah terkapar lemah di bawah Ron.


Ron sudah berbaring disampingnya lova dan dengkuran kecil dapat lova dengar dari sebelahnya.


Seperti kata pak Rut, lova harus pergi dari kamar Ron setelah melayani Ron.


Dengan segera lova bangkit dari ranjang Ron dengan hati-hati supaya Ron tidak terganggu di tidurnya.


Lova langsung memungut lingerie seksi nya yang berserakan di lantai.


Lova memakai jubah mandi dan langsung keluar dari kamar Ron dan masuk ke kamar baru nya.


Lova langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Disaat di kamar mandi lova melihat cair sisa percintaan panas mereka berdua merebes keluar dari pangkal paha nya.


ya Tuhan, tubuh ku sudah benar-benar kotor. Tapi ini bukanlah dosa melainkan kewajiban ku sebagai istri.


Lova mencoba menyadarkan dirinya sendiri supaya tidak merasa bersalah.


Dengan segera lova mandi membersihkan tubuhnya.


30 menit lova di kamar mandi akhirnya ritual mandi nya sudah selesai. Dia duduk di ranjang baru nya. Walau kamar baru yang dia tempati sekarang tidak sebesar kamarnya Ron. Tapi dia merasa senang sekali karna tidak lagi satu kamar dengan sih tuan muda.


Aku harus meminum pil kontrasepsi jika sehabis bercinta dengan nya.


Lova membuka laci yang bersebelahan dengan kepala ranjang nya. Dia mengambil 1 pil kontrasepsi dari botol tersebut.


Lova keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


Hampir semua lampu dirumah besar ini padam semua. Seperti nya orang dirumah ini sudah tertidur.


Lova mengambil segelas air dan langsung meneguk pil kontrasepsi itu bersama dengan air yang dia minum.


"Lova!"


Lova begitu terkejut ternyata Miya.


"Hahh, Miya kau membuat ku hampir jantungan saja" ucap lova tersenyum paksa.


"Ah, maafkan aku lova, apa yang kau lakukan tengah malam begini di dapur?" Tanya Miya


"Aku haus Miya maka nya aku kedapur" jawab lova dengan kikuk

__ADS_1


"Oh begitu, yasudah aku duluan ya, aku sudah mengantuk" ucap Miya langsung berbalik dan pergi meninggalkan lova.


Lova juga langsung pergi ke kamarnya untuk tidur. Badan juga terasa lelah setelah melayani Ron.


Tidak lupa lova berdoa dan tidak tunggu berapa menit dia sudah tertidur melayang ke alam mimpi.


.


.


.


Pagi hari yang gerimis sekitar pukul 05:04 lova sudah bangun dan menyiapkan keperluan Ron. Sesudah menyiapkan keperluan nya lova kedapur dan sarapan bersama pelayan lain nya. 


Seperti biasa, disaat Ron sarapan lova lah yang melayani Ron sarapan.


.


.


.


.


"Darimana kau menemukan kucing lucu ini?" Tanya miya yang melihat lova sedang memberi makan Seekor kucing kecil.


"seperti nya ada yang sengaja membuangnya dan memisahkannya dari ibu nya" lanjut lova lagi.


"Kasian sekali dia, masih sangat kecil dibuang begitu saja" jawab Miya


"Iya, dia kasian sekali" ucap lova.


Lova jadi merasa bahwa nasib sih kucing kecil ini sama dengan nasib nya yang di buang di panti asuhan begitu saja.


"Aku akan merawatnya Miya" ucap lova


"Ehh, jangan lova, nanti pak Rut bisa marah" ucap Miya yang melarang lova


"Jangan sampai pak Rut tau" ucap lova yakin


"Huhhh...." Belum sempat miya melanjutkan perkataannya


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya pak Rut dengan tiba-tiba

__ADS_1


Lova dan Miya begitu terkejut mendengar suara pak Rut. Dengan segera mereka berdua berdiri dan menghadap pak Rut.


"Ka-kami ...! " Lova begitu takut melihat mata tajam pak Rut pada mereka berdua


Pak Rut melangkah mendekati mereka berdua. Dan melihat dibelakang mereka berdua.


Miya dan lova begitu takut. Takut dimarahin pak Rut.


"Siapa yang membawa masuk hewan kotor itu?" Tanya pak Rut dengan nada yang sedikit mengancam.


Miya dan Lova makin didera ketakutan.


"Sa-saya Pak" jawab lova dengan terbata.


Pak Rut memperhatikan lova dan mulai menatap nya tajam.


"Kenapa anda tidak tahu diri nona?" Ucap pak Rut pada lova


Telapak tangan lova sudah keringat dingin, dia begitu ketakutan mendengar perkataan pak rut.


"Ma-maafkan saya pak" jawab lova dengan ketakutan.


"Buang hewan itu, tuan muda tidak akan suka dengan hal yang kotor!" Ucap pak Rut dengan penuh penekanan.


Ditempat lain Ron memperhatikan hal yang ribut dan melihat nya dari kejauhan.


"Tuan, mari kita berangkat?" Ucap Kris


Ron hanya mengangkat tangan nya. Menandakan Kris untuk diam.


Kris yang memperhatikan arah yang di lihat Ron begitu terkejut melihat lova yang sedang ketakutan oleh pak Rut demi melindungi kucing kecil.


"Baiklah pak Rut, tapi sebentar saja biar kan dia makan sampai habis makan nya" ucap lova memohon pada pak Rut.


"Saya mau sekarang anda buang mahkluk kotor itu nona feynata!" Pak Rut sudah menaikkan nada bicaranya menjadi terdengar keras.


"Sebentar saja pak, kucing kecil ini begitu kelaparan, setelah itu saya akan membawanya pergi dari rumah ini, pak saya mohon" ucap lova dengan penuh permohonan.


Lova begitu tidak tega melihat kucing kecil itu.


"Apakah anda tidak mendengar perkataan saya feynata, 'Sekarang'!! " Perkataan pak Rut penuh dengan penekanan.


"Ta-tapi pak..."

__ADS_1


"Sekarang!!" Bentak pak Rut.


Ron dan kris begitu terkejut mendengar pak Rut membentak lova dengan keras.


__ADS_2