
Mereka berdua bercanda tawa sambil menikmati santapan mereka.
Tiba-tiba ada tiga orang gadis yang seumuran dengan Rando menghampiri mereka berdua.
"K-kak se-senior Rando Grivany selamat ulang tahun" ucap mereka bertiga bersamaan.
Rando hanya berwajah datar melihat mereka bertiga. Sedangkan lova menahan senyum nya karna adik laki-laki nya ini jadi kejaran para gadis di kampus nya. Namun Rando membalas mereka dengan tatap sinis yang mengartikan tidak suka
"Kalian tidak lihat aku sedang makan dengan kekasih ku" ucap Rando dengan dingin yang membuat lova terkejut bukan cuman lova tetapi mereka bertiga juga tak kalah terkejutnya dan pasti saja mereka bertiga patah hati.
Lova melototi Rando yang di balas dengan senyuman manis oleh rando.
"Sayang kau lihat aku sudah menolak mereka, sekarang kau percaya kan pada ku" ucap Rando sambil memegang tangan lova dengan erat, lova hanya menganga tidak mengerti dengan adik laki-lakinya ini menggunakan nya sebagai alat untuk menghindari gadis gadis ini.
"Apa kalian tidak mengerti, kekasih ku sedang cemburu" ucap Rando tegas pada mereka bertiga, mereka bertiga hanya memasang wajah cemberut. Dan menatap lova dengan lekat.
Cantik
Akhirnya mereka bertiga sadar kenapa kalah dengan pesona lova.
Mereka bertiga langsung pergi dengan malu.
Lova hanya menggelengkan kepalanya menatap adik laki-laki nya.
"Kenapa kau tidak terima saja hadiahnya, itu pasti membuat mereka sakit hati" ucap lova.
"Biarkan saja, aku tidak peduli" ucap Rando dengan datar.
"Yasudahlah" ucap lova.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan makannya yang sempat tertunda.
Pulang dari restoran lova dan rando berjalan kaki lagi untuk pergi ke taman. Ternyata banyak sekali pengunjung dengan berpasang pasangan yang datang ke taman itu untuk berkencan mau pun bermain bersama anak-anak mereka.
Lova dan Rando duduk di bangku yang menghadap ke danau kecil tengah taman tersebut. Waktu juga sudah menunjukkan sore. Mereka berdua bercanda ria dan sesekali bernostalgia.
Rando sangat bahagia sekarang dia sudah menginjak usia dewasa dan sudah pantas untuk kakaknya lova. Dari kecil Rando menyukai lova seperti rasa menyukai lawan jenis bukan sebagai Kaka beradik.
"Tidak terasa ya, kamu sudah menginjak usia dewasa" ucap lova memecahkan keheningan.
Rando pun menoleh menatap lova dengan lekat dan membuat lova menoleh kembali menatap nya. Sejenak pandangan mereka bertemu.
"Hmm, dan tidak terasa aku juga sudah pantas untuk Kaka" ucap Rando yakin. Lova mengerut kan dahinya menandakan tidak mengerti dengan perkataan Rando.
"Maksud kamu?" Tanya lova.
Lova yang sudah mulai mengerti apa yang Rando katakan semakin terkejut.
"Rando Grivany... Kau adalah adikku yang paling aku sayangi" ucap lova mencoba membuat Rando mengerti bahwa diantara mereka berdua hanya sebatas Kaka dan adik.
"Dan kau Feynata Angglova adalah wanita yang sangat aku cintai dan sayangi" ucap Rando yakin menatap lekat pada lova. Rando menyakinkan lova bahwa dia menganggap lova sebagai seorang wanita bukan sebagai Kaka.
"Rando.." lirih lova dengan pelan yang semakin terkejut.
"Iya lova, aku mencintaimu sebagai wanita bukan sebagai Kaka ku, apa kau masih belum mengerti" ucap Rando yakin sambil melempar kan senyum sendu nya pada lova.
"Tapi... Ini tidak benar Rando" lirih lova yang berusaha menjelaskan pada Rando
"Kita berdua juga tidak ada ikatan darah, apa salahnya dan menurut ku ini adalah hal yang wajar, apa kamu tidak memiliki perasaan yang sama juga padaku" ucap Rando yang langsung meraih tangan lova.
__ADS_1
"Maafkan aku, kau menyayangimu sebagai adikku saja dan tidak lebih" lirih lova yang langsung menarik tangan nya dari Rando.
Rando tersenyum pahit mendengar penolakan lova.
"Apa kau masih menyukai nya?" Tanya Rando dan membuat lova langsung menoleh menatap rando.
Lova paham akan pertanyaan Rando yang sedang membahas Vito Corleone.
"Aku... Tidak mengerti dengan perasaan ku. Disatu sisi aku masih sangat merindukan kak Vito dan disatu sisi aku mulai nyaman dengan suami ku" jawab lova.
"Tapi aku masih tersadar di satu sisi bahwa pernikahan pertama ku tidak akan menjadi pernikahan yang berkesan untuk ku seumur hidup, huhh nasib ku sungguh pahit namun aku selalu berusaha bersyukur akan semua nya dan.... Aku sudah bukan gadis lagi" sambung lova.
Rando yang mendengar itu langsung memeluk lova karna melihat lova sudah meneteskan air mata nya.
"Maafkan orang tua ku yang membuat mu seperti ini" lirih Rando sambil mendekap lova dengan erat, lova menangis di pelukan Rando.
"Beri aku kesempatan untuk membuat mu bahagia" lirih Rando "aku akan berusaha membuat mu meninggal kan semua kesulitan ini" sambung nya lagi. Lova hanya dia mencerna apa yang sedang Rando katakan. Dia juga mulai mencerna perkataan Rando dan membuat kesimpulan bahwa yang Rando katakan memberikan dia peluang untuk pergi dari semua semak berduri yang sedang dia hadapi sekarang, kembali dengan Vito Corleone juga hal yang tidak mungkin karna dia sudah bukan kertas putih bersih lagi, pernikahan nya dengan Ron Sinhe Fan juga tidak akan lama berakhir dia juga membutuhkan sandaran untuk menerima semuanya dan dia juga sangat menyayangi adiknya ini.
.
.
.
.
Lova kalut dalam pikiran nya mencerna apa yang Rando katakan tadi sore. Dan saat makan malam ini dia tidak fokus dan hanya mengaduk-aduk makanan nya. Ron yang melihat lova seperti dalam keadaan penuh pikiran.
"Apa, makanan nya tidak sesuai selera mu?" Tanya Ron pada lova, yang membuat lova terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya pada Ron.
__ADS_1