Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Teh herbal


__ADS_3

Ron masih melanjutkan aktivitas nya dengan mencium bibir lova dan ciuman itu langsung turun ke leher jenjang lova. Ron menghirup bau yang sangat dia sukai di tubuh lova yaitu wangi Jasmine


Ron sudah meraba paha lova yang mulus dan Ron sudah mengangkat piyama daster lova keatas.


"Aku menginginkan mu sekarang!" Ucap Ron pada lova dengan nada serak sambil menahan gejolak di tubuhnya.


Lova hanya diam sambil mencerna apa yang baru saja Ron katakan.


Ron sudah membuka pengaman gundukan lova dan langsung ******* nya, Ron juga sudah membuka pengaman milik lova dan dia juga sudah membuka pengaman milik nya.


Ron melakukan nya dengan lova dengan terduduk di kursi kerja Ron.


Malam ini Ron begitu liar menggagahi lova di ruang kerjanya untung saja ruang kerjanya itu sudah otomatis terkunci jadi tidak akan membuat orang masuk dengan tiba-tiba.


Ron sudah kehilangan akal nya, hampir 3 bulan sudah dia sering menggagahi tubuh lova namun dia tidak pernah menemukan kebosanan biasanya dia akan mudah bosan jika sudah 2 kali memakai tubuh wanita lain namun berbeda dengan lova dia sudah merasa sangat bertergantungan dengan tubuh lova yang menurut nya sangat penuh pesona.


Gejolak aneh di tubuh Ron juga serasa berbeda dari hampir 6 bulan menikah dengan lova. Sekarang setiap saat rasanya ingin selalu dekat dengan lova degup jantung Ron jika sudah melihat lova juga sudah tidak beraturan. Itu karna perasaan Ron pada lova sudah kian membesar dan bisa di bilang Ron sudah jatuh cinta pada lova. Namun Ron masih belum menyadari.


Ron sudah memindahkan Lova di sofa dan melanjutkan kegiatan panas mereka di sofa ruang kerja Ron. Sebagian barang yang ada di atas meja Ron sudah berantakan bahkan ada yang sampai terjatuh di lantai akibat kegiatan hot mereka. Namun bagi Ron tidak cukup di meja kerjanya, sekarang berlanjut di sofa.


Hingga sejam penuh kegiatan hot itu berlangsung Ron sudah mendapatkan pelepasan nya.


Dia terduduk di sofa dan menyadarkan bahu nya di kepala sofa. Sedangkan lova membereskan pakaiannya yang berantakan.


Ron yang melihat lova yang sedang membersihkan bajunya juga ingin membantu.


Di saat Ron ingin merapikan anak rambut lova ke samping dengan refleks lova menepis tangan Ron ke samping.


"Aku hanya ingin memperbaiki rambut mu yang menutup wajahmu" ucap Ron dengan lembut.


"Te-terimakasih tuan saya bisa melakukan nya sendiri" jawab lova.


"Tidak, aku akan membantu membereskan baju mu" ucap Ron yang langsung membantu menarik piyama tidur lova hingga kelutut.


Lova yang tidak berani membantah hanya diam dan tersipu malu, Ron sudah begitu bersikap lembut pada nya.

__ADS_1


Biarkan saja lova, jangan berani membantah singa tampan ini. Batin lova


"Sudah! Sekarang keluar lah dan bersih kan dirimu" ucap Ron dengan lembut namun dengan wajah yang datar.


Ron langsung memakai kan kemeja nya yang berwarna hitam sambil berjalan ke meja kerjanya.


Meja yang berantakan karna kegiatan mereka berdua tadi.


Lova pun berdiri dan pamit untuk keluar dari ruang Ron. Setelah lova keluar dan menutup pintu, dia memegangi dadanya yang berasa jantungnya berdetak cepat.


Aku sudah menyukai dia. Batin lova


Lova langsung melangkah pergi ke kamarnya.


Dia mengambil satu pil kontrasepsi dan pergi ke dapur untuk segera meminumnya. Hampir 3 bulan ini setiap dia sudah berhubungan badan dengan Ron dia tidak pernah melewatkan meminum pil kontrasepsi.


.


.


.


.


"Tuan Kriss, apa boleh saya membantu anda membuat kan teh herbal" tanya lova.


Kriss yang melihat lova langsung mengangguk dan mempersilahkan lova untuk melanjutkan dia membuat secangkir teh herbal hangat.


Lova tadi melihat Kriss yang begitu kesusahan menakar gula dan rempah teh herbal.


"Tuan, ini teh anda" ucap lova tersenyum manis.


"Terimakasih" ucap Kriss datar.


Lova mengangguk tersenyum

__ADS_1


Dengan segera Kriss meminum teh herbal buatan lova.


Rasanya begitu berkesan, pantasan saja tuan muda begitu menyukai teh buatan nya.  Batin Kriss


Pas lova ingin berbalik pergi tiba-tiba tangan lova di cekal oleh kriss


Lova menatap Kriss dengan mengerutkan keningnya menandakan pertanyaan.


"Bisakah kau membuatkan ku teh ini juga setiap saat tanpa pengetahuan tuan muda?" Tanya Kriss.


Dapat keberanian darimana juga Kriss melontarkan sebuah permintaan seperti itu dibelakang tuan nya sedikit lagi.


"Maksudku, karna teh buatan mu sangat enak" sambung Kriss lagi


Raut wajah lova yang awalnya tidak mengerti langsung tersenyum.


"Baiklah tuan Kriss, hanya sebuah teh herbal tidak lah berat buatku" ucap lova tersenyum.


Kriss yang mendengar persetujuan lova langsung merasakan desiran aneh di tubuhnya, sebuah rasa yang sangat memberikan kebahagiaan.


"Terimakasih" ucap Kriss sambil tersenyum di wajahnya, lova yang melihat itu begitu mendapat moment yang langka.


Dia tersenyum padaku. Batin lova.


Bisa-bisa nya kriss yang berwajah tampan tapi berraut datar tersenyum padanya. Lova melihat nya jadi merinding. Dengan segera lova melangkah pergi dan meminum pil kontrasepsi nya.


Sudah selesai kepentingan nya di dapur lova langsung pergi ke kamar untuk melanjutkan membuat konsep rancangan nya.


.


.


.


Rasanya teh ini begitu membuat ku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kurasakan.

__ADS_1


Teh yang dibuat oleh wanita yang diam-diam ku sukai. Apakah begini rasanya jatuh hati pada wanita yang kita sukai. Malam yang dibinari oleh sinar rembulan ini menjadi terlihat tersenyum pada ku saat ini, seperti sesuatu yang sangat berkesan yang baru aku dapatkan. Batin Kriss.


__ADS_2