
Lova malah melamun dan tidak melanjutkan sulamannya. Dia teringat akan janji lelaki yang dia cintai dan tunggu itu. Bahwa lelaki itu akan kembali dan mencarinya lagi untuk melamarnya ke dua kali nya. Dan laki-laki itu percaya bahwa lova sangat mencintai nya dan lova juga berjanji akan menerima lamarannya untuk keduakalinya itu.
Lova juga percaya akan dirinya bahwa yang ke dua kalinya dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua untuk dirinya bersama lelaki yang dia cintai.
Lova tidak peduli akan pernikahan nya dengan Ron karna menurutnya Ron juga sebentar lagi akan menceraikan dia.
Lova juga sudah menyiapkan ide. Jika perusahaan ayahnya sudah stabil dia akan mendukung wanita yang mau mengganti nya dengan begitu dia bisa lepas dari Ron dan kembali bersama lelaki yang dia cintai.
Dan rencananya ini harus dia simpan baik-baik supaya tidak ada yang tahu.
Suara ketukan dari pintu masuk kamar Ron dan lova. Membuat lova terbangun dari lamunan nya. Yang membuat lova bergegas ke arah pintu dan langsung membukanya Tenyata itu pak Rut
"Nona. Tuan muda memanggil anda untuk ikut bersama saya."
"Ahh. Baik pak Rut" lova berjalan pergi mengikuti pak Rut.
Dan sampai lah pak Rut dan lova di ruang kerja nya Ron. Pak Rut mempersilakan lova masuk.
Lova melihat Ron duduk di kursi kerjanya dia terlihat sedang fokus melihat kertas kertas di atas mejanya.
Pak Rut menutup pintu pelan dan langsung meninggalkan lova dan Ron.
"Simpan kan kembali buku-buku ini di rak nya" Ron menunjuk tumpukan buku yang berada di atas meja kerjanya.
"Baik tuan muda"
Lova hanya menundukan kepala dia tidak berani menatap Ron, karna Ron selalu memberi tatap dingin padanya.
Lova berjalan ke arah meja kerja Ron dia mengambil buku-buku itu dan menaruhnya di rak buka yang sesuai dengan judul buku tersebut. Ron melirik lova yang bolak balik berjalan lova begitu fokus menyusun buku-buku tersebut. Hampir 1 jam lova menyusun buku tersebut tapi belum selesai selesai.
__ADS_1
Wajah lova sudah berubah cemberut dan kesal. Ron mencoba menyembunyikan senyum tipis diwajahnya karna dia sangat terhibur dengan ekspresi lova yang begitu kebingungan seperti orang bodoh, Ron sangat senang jika sedang mengerjai lova.
1 jam setengah akhirnya lova menyelesaikan tugas nya menyusun kembali buku-buku. Lova pun tersenyum ceria dan bernafas lega karna sudah menyelesaikan menyusun buku.
Ron yang sedang duduk di kursi kerjanya melihat lova yang senang. Ron sudah dari tadi melihat lova. Namun lova tidak berani melihat Ron sehingga lova tidak tahu bahwa Ron sedang melihat nya.
Akhirnya selesai juga, ternyata menyusun buku begitu membuat banyak tenaga terkuras ya aku sampai berkeringat.
"Tuan muda saya sudah menyelesaikan menyusun kembali buku yang tuan suruh tadi"
Lova hanya menunduk dan tidak berani menatap Ron
"Sekarang pijit kaki ku, rasanya pegal sekali" Ron berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan menuju sofa, dia langsung mengangkat kaki nya di atas sofa besar itu.
Apa, kamu kan kaya tuan muda kenapa tidak panggil pemijat perfisional saja. Nanti jika pijitan ku tidak enak kamu marah lagi dan menghukum ku, kalo gini kan aku yang repot dan kesulitan huhu. Lova merasa tidak rela.
"Heii apa yang kau lakukan, cepat pijit aku" Ron setengah berteriak dengan lova karna melihat lova tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
Perlahan dan hati-hati Lova memijit Ron, karna dia tidak ingin Ron marah dan menghukum nya karna salah memijit.
"Apa kamu tidak diberi makan sama pak Rut, sampai sampai memijit saja kamu begitu lemah dan lembek." Ron menatap lova dengan dingin.
"Maafkan saya tuan muda, saya akan melakukan nya dengan baik" lova sedikit memperkeras pijitannya
Ternyata pijitannya enak juga dan dia manis juga kalo sedang fokus.
Ron melihat lova yang sedang fokus memijitnya.
Malam semakin larut. Lova sudah mengantuk namun Ron belum menyuruh nya berhenti memijitnya. Ron sangat suka dengan pijitan lova maka dari itu dia tidak menyuruh lova berhenti.
__ADS_1
"Sudahlah. Pijitan mu sama sekali tidak membuat perubahan apa-apa, pergilah ke kelas memijat, aku sudah memberi mu makan dan buat dirimu berguna" padahal kenyataannya Ron sangat puas dengan pemijatan lova dan dia juga sangat puas melihat ekspresi kesal lova.
"Baik tuan, saya akan mengikuti kelas memijat besok" lova berdiri dari tempat duduk nya dia hanya menunduk dan tidak berani menatap Ron.
Padahal Ron sangat suka dengan pijatan lova. Bukan hanya pijatannya dia juga mulai menyukai pemijitnya.
Tangan ku serasa mati rasa karna terlalu lama memijitnya. Dan aku sudah ngantuk.
"Sudahlah, sekarang pergilah ke kamar dan tidur sana"
Lova menundukan kepala dan langsung berbalik berjalan pergi. Bagi lova dia sudah lolos dari kandang singa.
"Hoamm, aku ngantuk sekali"
Lova setengah berlari pergi ke kamar nya. Sampai lova dikamar. Ron pun ikut masuk
Ron langsung menuju tempat tidur nya, lova mematikan lampu.
"Selamat malam tuan muda, semoga tidur anda nyenyak."
Lova langsung menuju tempat tidur nya dekat jendela. Dia menatap bintang-bintang dari jendela dekat tempat tidur nya dan tidak lama kemudian dia langsung tertidur pulas.
Ron ternyata belum tidur. Dia melihat lova dari tempat tidur nya. Dan tidak lama kemudian dia pun terlelap dalam mimpi juga.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
__ADS_1
Follow Ig : @nvmlesttt