Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Kejujuran Lova


__ADS_3

Lova sudah memberikan pengertian kepada yopa, untuk berhenti berharap pada dirinya lagi, sudah bertahun-tahun lova ingin jujur pada yopa bahwa dirinya tidak pantas untuk nya. Apalagi status lova yang sudah menikah tidak memungkinkan dirinya bersama yopa, lova yang juga mencintai orang lain tidak ingin membuat yopa berharap lebih padanya.


Lova berharap yopa bisa mengerti dan melepaskan perasaannya pada lova. Ada Lala yang lebih mencintai nya. mundahan saja yopa bisa membuka sedikit celah dihatinya untuk Lala. Lala yang cinta nya bertepuk sebelah tangan dan mundahan saja mendapat balasan uluran tangan dari yopa.


Yopa berusaha mencerna perkataan lova, memang ada benar nya, walau bagaimanapun lova memang sepertinya tidak di takdirkan untuknya. Yopa sekarang berusaha ihklas dan mengubur perasaannya pada lova dan berhenti untuk berharap lebih pada lova.


Sekarang yopa, Lala, lova. Mereka bertiga sedang duduk di taman dekat kedai. Hanya hening yang ada diantara mereka sekarang. Mereka sudah larut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Aku ingin mengatakan sesuatu kejujuran pada kalian berdua" lova memulai memecahkan keheningan diantara mereka dan itu membuat yopa dan Lala menoleh padanya


"Apa?" jawab Lala dan yopa serentak. Lova terkekeh kecil mendengar kalimat serentak mereka berdua


"Hmm, baiklah. sebenarnya aku sudah menikah" yopa dan Lala sontak saja menoleh pada lova memberikan ekspresi wajah yang kaget dan tidak percaya.


"Lova kau sedang bercanda ya, haha lucu sekali" tawa Lala dengan canggung. Dan yopa hanya mengeritkan dahinya


"Ini sebuah kejujuran, kenyataan aku benar sudah menikah." Jawab lova dengan tegas.


"Lalu, kenapa kau tidak mengundang kami berdua kepernikahan mu?" Jawab Lala dengan nada sedikit meninggi.


"Lova, katakan yang sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Tanya yopa.


Lova menatap kedepan dan berusaha mencerna pertanyaan Lala dan yopa, dia akan jujur pada kedua sahabatnya itu apa yang sudah terjadi pada dirinya. Lova menghela nafas nya dan akan memulai bercerita.


"Sebenarnya, pernikahan ku ini hanya di atas kertas sebagai transaksi pelunas utang ayahku. Suami ku juga tidak mengakui aku. Karna kami berdua menikah sama-sama mengambil keuntungan. Dia juga melarang ku untuk mengakui nya di publik bahwa aku istrinya, dan itu juga membuatku sedikit lega bahwa aku tidak harus dipamerkan.... Mungkin pernikahan kami berdua akan segera Selesai dan aku sudah tidak sabar menunggu hari itu." Lova menundukkan kepalanya ke bawah sambil mengantubkan tangan.

__ADS_1


Yopa dan Lala hanya diam mendengarkan kejujuran yang telah lova beritahukan.


"Lova, kenapa kau tidak lebih awal menceritakan nya padaku, kau pasti menghadapi nya sendirian, kau sudah tidak menganggap ku sahabat ya?" Omel Lala pada lova.


"Lala, aku tidak ingin memberi mu beban tambahan seperti masalah ku ini, dan aku juga baik-baik saja, karna tidak akan lama lagi aku juga akan segera di cerai oleh laki-laki yang menjadi suamiku." Jawab lova, Lala hanya berdecak kesal pada sahabatnya ini.


"Kau seperti dijual oleh ayah angkatmu lova, kenapa kau tidak kabur saja dari pernikahan itu, tega sekali mereka menikahkan mu pada orang yang hanya mengambil keuntungan. benar-benar lelaki yang tidak berperasaan" peruntuan yopa.


Yopa benar-benar merasa kasihan dan sedikit kesal karna wanita yang dia cintai dianggap seperti barang pelunas utang.


"Bagiku itu tidak penting, yang terpenting dengan aku melakukan pernikahan itu aku sudah menunjukkan bakti ku pada kedua orang tua angkat ku, dan pernikahan cuman diatas kertas, jadi dia tidak pernah mengambil hak ku atau merampasnya karna di juga tidak terlalu menyukai ku, aku tidak merasa terbebani untuk itu, cukup aku berperan sementara dan semuanya akan kembali normal" jawab lova


Lala memegang tangan lova dan mengelusnya.


Lova terkekeh geli mendengar pertanyaan Lala.


"Ohhastaga lala, tentu saja tidak, dia lelaki yang tampan jika ku pikir tentang dirinya dia adalah ciptaan Tuhan yang sempurna. Namun hatinya kecil dan dia juga berkarakter dingin."


Lala dan yopa terbengong mendengar jawaban lova. Yang begitu memuji suaminya.


"Mungkin kekurangan nya dia tidak mencintai ku saja hahahaha" lova tertawa lepas saat mengucapkan kalimat itu dan sontak saja Lala dan yopa saling pandang melihat lova yang tertawa lepas.


"Siapa namanya lova?" Tanya yopa. Dan Lala pun ikut mengangguk.


"Ron Sinhe Fan" Lala dan yopa membelakkan matanya dengan kaget mendengar nama yang lova sebut.

__ADS_1


"Ohhastaga lova, kau menikah dengan CEO muda itu? Yang benar saja?" Tanya Lala dengan nada yang kaget. Yopa hanya diam dengan ekspresi wajah yang sulit dibaca.


"Yah. Aku juga tidak menyangka, tapikan kalian berdua tahu aku dan dia dari dunia yang berbeda walau kami berdua sudah menikah dan dalam status suami istri yang sah di agama dan hukum. Pada kenyataannya pernikahan kami berdua tidak akan bertahan lama." Lova tersenyum manis melihat kedua temannya secara bergantian.


"Syukur jika kau tidak terlalu terbebankan dengan peran mu sekarang lova. Tapi jika kau sedang berada pada masa sulit lagi jangan pernah sungkan meminta bantuan ku, karna aku akan selalu membantu mu sebagai temanmu" Lala menoleh melihat yopa yang berusaha menenangkan lova.


"Iya lova, aku juga" jawab Lala dan langsung memeluk lova.


"Jadi, apa rencana mu selanjutnya?" Tanya yopa pada lova.


"Aku akan menjalani peran ku dengan baik sampai nanti aku harus di tendang keluar, aku sudah mempersiapkan semuanya untuk diriku"


Yopa dan Lala hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju dengan rencana lova.


Situasi yang lova jalanin sekarang memang tidak mudah, namun lova adalah perempuan yang kuat dan tidak pernah menghindari sesuatu yang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab nya.


Semoga saja keadaan berbalik dan memberikan kebahagiaan untuk lova. Itu yang sedang Lala pikirkan tentang sahabatnya itu


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman


Follow Ig : @nvmlesttt

__ADS_1


__ADS_2