
Sudah 3 hari lova tidak masuk bekerja di toko Jahit kecil miliknya dengan Lala. Rasanya dia juga merindukan sahabat nya yang bermulut cerewet itu dan toko kecil milik mereka berdua sahabat nya itu.
Sebelum lova tidak pergi bekerja untuk beberapa hari dia sudah memberitahukan pada Lala alasan dia tidak bisa pergi bekerja.
Pastilah banyak pekerjaan yang menanti lova hari ini karna harus tertunda untuk beberapa hari.
Untuk sampai ke toko Jahit nya butuh waktu setengah jam jika menaiki ojol dari rumah besar milik Ron. Kawasan tempat Ron memang bukan semberangan kawasan komplek perumahan seperti biasanya tapi kawasan tempat rumah Ron adalah kawasan elit yang hanya klomerat saja yang mampu untuk tinggal di kawasan itu. Untung saja ojol bisa masuk ke kawasan perumahan elit tersebut jadi lova tidak perlu capek-capek untuk keluar kawasan perumahan elit itu untuk menaiki ojol.
Setengah jam lebih lova menaiki ojol akhirnya dia sampai ke toko Jahit kecil milik nya dan lala.
Lova turun dari ojol dan memberikan ongkos pada ojol.
Lova menghirup udara dan menghembuskan nya.
Mari memulai nya dari awal dan penuh semangat.
Kata-kata untuk memotivasi diri sendiri adalah hal yang perlu supaya tidak selalu merasa mengeluh.
Lova melihat bangunan kecil di depan nya yaitu bangunan toko sewaan miliknya dan Lala memulai mencari nafkah dengan menjahit.
Kuharap ini bisa jadi butik yang terkenal.
Mundahan saja ya, toko kecil milik lova dan Lala ini bisa berkembang dan menjadi butik yang terkenal.
__ADS_1
Lova masuk ke dalam toko dan melihat Lala sudah beroperasi dengan mesin jahitnya dan 2 karyawan yang sibuk melipat pakaian yang sudah selesai di jahit.
Lala berhenti meroperasikan mesin jahit nya dan pergi menghampiri lova.
"Heii, kau jahat sekali menghukum ku dengan banyak pekerjaan ini" lova begitu terkejut melihat ocehan sahabatnya ini.
"Ahh, maafkan aku, kau tau kan aku banyak problem" balas lova dengan suara sendu yang dibuat.
"Cih, kau selalu seperti itu, sok imut" Lala memajukan bibirnya membentuk monyong saat melihat ekspresi teman nya yang sudah mengaktifkan mode alai nya.
"Heii, aku sedang menjelaskan padamu" imbuh lova pada Lala.
"Lihatlah dirimu, tidak tau berterima kasih padaku yang cantik ini" lova memutar bola matanya malas melihat Lala sudah beraksi centil.
"Yahhhh, kau pikir aku ini robot yang tidak bisa lelah, kau berikan aku banyak sekali pekerjaan dan kau tidak memberikan apresiasi kepada ku dan bla bla bla...." Lova menutupi telinganya karna malas mendengar ocehan Lala yang sudah mulai aktif.
"Sudah-sudah, baiklah nanti akan ku traktir kau sepuasnya"
Tiba-tiba saja Lala langsung berhenti mengoceh dan menyunggingkan senyuman dibibirnya. Seperti nya Lala berhasil memprovokasi lova.
"Benarkah, ehm.. kau harus berterimakasih dengan benar pada ku" ucap Lala yang berpura-pura tegas.
"Haiss, baiklah.. kedua anak-anak juga perlu di beri apresiasi" ucap lova.
__ADS_1
"Terimakasih kakak lova yang cantik" ucap 2 anak-anak yang bekerja di toko Jahit mereka berdua.
"heii, kau masih berhutang penjelasan pada ku" Lala sambil merangkul pundak lova dan mengacak-acak rambut teman nya itu.
"Baiklah, nanti akan ku jelaskan" lova langsung menepis tangan Lala dari pundaknya dan pergi ke meja jahitnya.
"Dan kalian berdua? memang cuman lova yang cantik hah, aku tak cantik maksud kalian berdua" suara Lala meninggi dengan mata yang melotot pada kedua anak karyawan.
Lova hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah cerewet sahabat nya itu, namun suasana seperti ini membuat lova begitu tenang. Nyeri di tubuh lova masih sangat berasa. Perbuatan Ron memang sangat keterlaluan.
Lova memandangi sahabatnya itu yang sedang mengoceh pada kedua anak karyawan. Perasaan bersalah lova yang masih belum berani jujur pada Lala tentang apa yang sudah terjadi pada nya.
Lova menghela nafasnya sudah saat nya dia harus jujur pada sahabat satu-satunya itu. Karna lova juga tidak sanggup untuk menampung beban yang dia pukul sekarang, rasanya lova begitu menderita atas apa yang baru dia saja dia rasakan.
Tak terasa buliran bening jatuh dari manik indah milik lova dengan segera dia hapus supaya tidak dilihat oleh sahabat nya itu.
Beberapa jam setelah itu aktivitas di toko Jahit kecil itu sudah berjalan sibuk seperti biasanya. Pesanan memang tidak banyak tapi tingkat kesulitannya begitu membuat keterlambatan.
Lova lulusan desain dengan tempo waktu yang sangat singkat. Hanya mampu melanjutkan karier nya dengan membuka toko Jahit kecil ini bersama sahabatnya. Bukan karna lova tidak memiliki peluang namun karna orang tua angkatnya tidak ingin mendukung lova untuk sukses. Sungguh kejam, lova hanya bisa menurut terus kepada mereka, semua harapan dan cinta lova harus dia buang demi menuruti keserakahan orang tua angkatnya. Senyum cantik nan manis selalu terukir di wajah lova. Wanita yang sungguh sangat tangguh dan baik hati.
Hanya waktu yang bisa mengubah segala nya.
Kesengsaraan tidak selalu datang setiap saat namun ada saatnya kebahagiaan layak akan datang.
__ADS_1