
Musim dingin pun tiba dan bulan baru. Hubungan lova dan Ron mulai membaik setelah beberapa konflik bulan lalu sifat canggung sudah tidak terlalu lova tunjukkan karna sudah mulai terbiasa namun lova berusaha menekan perasaan nya untuk Ron tetapi rasa lemah karna sudah memiliki perasaan yang lebih untuk Ron membuat lova lupa tujuan awal dia masuk rumah tersebut. Ron juga sudah lebih baik memperlakukan lova tidak seperti awal lova menjadi istri nya kata yang lembut sudah terbiasa Ron lontarkan untuk lova. Namun sebuah pengakuan masih tidak pernah Ron berikan pada lova.
Benar. Lova masih seorang istri dia atas kertas namun perasaan jatuh hati sudah mulai Ron tunjukkan pada lova. hubungan mereka berdua sudah tidak terlalu canggung hanya karna lova masih berharap sebuah pengakuan dari Ron. Seorang Ron yang hebat sudah mulai jatuh hati oleh kelembutan hati lova.
.
.
.
Pagi hari di rumah utama
Ron dan lova turun untuk sarapan, drama di kamar mandi yang begitu membuat lova tersipu malu. Wajah Ron berseri seri saat keluar dari kamar di ikuti lova yang begitu merasa kalah oleh Ron.
Ron pun menoleh melihat lova yang berjalan pelan menuju ke tangga untuk turun.
"Hei, maafkan aku ya,.. tadi itu sangat menyenangkan, kau sangat manis mengenakan itu, aku akan memberimu banyak warna lagi, hahaaa"
Baru saja lova sangat senang tapi sudah di lulocon Ron lagi, sungguh pagi yang penuh tawaa, Ron yang turun dari tangga mendahului lova sangat tertawa terbahak-bahak, fenomena ini sudah tidak asing lagi bagi orang orang yang dirumah, hubungan lova dan Ron sudah banyak peningkatan, perhatian yang Ron beri ke lova sudah paling utama, orang dirumah sudah paham dan mengerti akan perasaan Ron dan lova yang penuh cinta.
"Lova, tolong ya antar kan aku makan siang ya hari ini ke kantor?" Ucap Ron
"Hm baiklah, menu nya ada request gak? Jawab lova
"Aku ingin menu spesial dari mu" ucap Ron tersenyum genit pada lova, membuat lova melotot melihat nya.
Lova paham apa yang Ron maksud, membuat lova tersipu malu dan pipi nya memerah.
"Astaga kau lucu sekali Feynata Angglova hahaa- " tawa Ron di ruang makan itu, Ron mencubit pipi lova dengan gemas.
__ADS_1
Lova malah tersipu maluu. Atas perlakuan Ron. Hingga tiba tiba...
Pranggg....
Sebuah piring terjatuh dari tangan pelayan dan pecah, membuat lova dan Ron terkejut.
"Heii kamu kenapa?" Tanya lova dengan lembut
"Ken.." ucapan pak Rut terpotong
Pak Rut yang hendak mendatangi pelayan tersebut langsung melihat ron yang memberi aba-aba untuk tidak perlu memberikan pelajaran. Ron melihat lova yang sangat prihatin melihat pelayan tersebut.
Dia sangat baik hati. Batin Ron
Ron tersenyum melihat wajah lova, Kris melihat sendiri dan mengepalkan tangannya, Kris sudah tahu bahwa Ron sudah menyukai lova membuat Kris tidak bisa melangkah jauh untuk mendekati lova, bahkan rasa cemburu Ron yang kuat sudah membuat akal sehat nya hilang, posesif akan hal yang kecil sudah dapat Kris liat di Ron pada lova.
"Ma,.. ampuni saya tuan muda, nona, maaf saya tidak sengaja.." ucap pelayan tersebut yah sudah menangis.
"Ba-baik, terimakasih nona" dengan cepat pelayan wanita tersebut membereskan beling beling dan dibantui oleh pelayan yang lain.
.
.
.
Ron sudah berangkat bekerja tidak lupa selalu diantar lova sampai mobil.
"Nona, makan siang tuan muda akan kami antar ke tempat nona bekerja. " Ucap pak Rut singkat dan langsung berlalu pergi meninggalkan lova.
__ADS_1
Lova sudah terbiasa dengan sifat pak Rut yang masih tidak senang dengan lova, bahkan sesekali pak Rut selalu memperingati lova untuk selalu menjaga sikap dalam melayani tuan muda, dan selalu menutup mulut, mata, dan telinga atas rahasia rahasia Ron.
Lova sudah acuh tak acuh atas perilaku begitu, walau perasaan nya tiap hari tumbuh kian membesar, namun itu tidak bisa dengan mudah lova ungkapkan, mengingat bahwa tunangan sah Ron akan segera kembali dan posisi lova sebagai istri sah Ron di atas kertas akan segera berakhir.
Untuk itu lova sekarang mulai belajar matre terhadap Ron, jika nanti sewaktu waktu Ron menceraikan nya dia tidak akan hidup kesusahan, karna tidak mungkin setelah bercerai dia akan diterima lagi oleh keluarga angkatnya.
Di mobil lova menyetir sendiri dan menolak untuk diantar kan bersama Ron tadi pagi karna dia ingin pergi ke rumah nya yang sudah dia beli 1 bulan yang lalu
"Hahh, nyaman sekali sudah berada dirumah sendiri" ucap lova yang sedang berbaring di kamarnya.
"Nanti siang antar makan siang nya Ron ke kantor, hmm"
Suara ponsel lova berdering menandakan panggilan masuk.
"Hallo bibi?" Ucap lova
"Nak, apakah kau bisa membantu bibi masalah dana?" Ucap suster panti asuhan pada lova
"Untuk apa bibi?"
"Untuk biaya operasi Lena" ucap suster panti dengan nada pasrah
"Penyakit lena sudah sangat parah ya?"
"Huhhh" suster hanya bisa mendesah pasrah
"Aku akan berusaha mencarinya bibi, tenang saja Tuhan pasti akan menyembuhkan Lena kita bibi" ucap lova menyemangati suster panti.
Lena adalah gadis kecil bisu, dia adalah adik kesayangannya lova dipanti, karna nasib lova dan lena sungguh sama ditinggalkan di panti asuhan sejak kecil. Riwayat penyakit lena adalah leukimia.
__ADS_1
Sungguh gadis kecil yang malang.