
Hari ini lova pulang lebih cepat karna pekerjaan di toko Jahit mereka berdua Lala sudah beres, memang hari yang singkat bagi lova. Dia kembali ke rumah Ron dan sudah berada di kamar nya berbaring di sofa.
Untung saja aku tidak panas-panasan lagi naik ojol, itu mobil sungguh berguna. Batin lova
Lova keluar dari kamarnya karna dirinya merasa sangat haus. Di dapur lova melihat pak Rut dan beberapa pelayan sedang mempersiapkan makanan dan di letakan di dalam wadah seperti bekal. Karna rasa penasaran lova mencoba bertanya pada pak Rut.
"Untuk siapa pak?" Tanya lova pada pak Rut.
"Untuk tuan muda nona... Bisakah nona membantu mengantar makan siang ini untuk tuan muda?" Ucap pak Rut.
Lova yang mendengar itu menjadi senang, berarti dia akan mengantarkan makan siang untuk Ron di tempat kerja.
"Saya mau pak, saya akan pergi bersiap diri dulu ya" dengan cepat lova pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya.
Dengan dress polos berwarna pastel bermotif Sabrina ia kenakan dengan rambutnya dia gerai membuat rambut bergelombang nya terlihat indah. Lova sungguh cantik.
Dengan cepat lova turun dan menghampiri pak Rut
"Supir tuan akan mengantarkan anda ke perusahaan tuan muda nona" pak rut langsung menyerahkan wadah berisi makan siang untuk Ron. Dengan antusias lova mengambilnya.
.
.
.
.
Lova sudah berada didalam mobil untuk menuju ke perusahaan Ron mengantarkan makan siang untuk Ron..
Ini pertama kali nya aku mengantar makan siang untuk suamiku. Batin lova
30 menit akhirnya mereka sampai ke gedung yang menjulang tinggi dan sangat mewah itu.
Ternyata dia lelaki yang kaya. Batin lova
"Nona silahkan" ucap supir membuka pintu mobil untuk lova keluar. Lova pun langsung melangkah masuk ke dalam perusahaan Ron. Dia melihat resepsionis dan bertanya disana.
__ADS_1
"Hallo permisi, apa tuan Ron Sinhe Fan ada?" Tanya lova pada resepsionis yang terlihat cantik.
"Anda siapa? Dan ada keperluan apa pada tuan Ron Sinhe Fan?" Tanya resepsionis pada lova
"Saya....
Aku tidak boleh memberitahu identitas ku. Batin lova.
"Saya pelayan di rumah tuan Ron Sinhe Fan, ingin memberikan makan siang pada tuan Ron Sinhe Fan." Ucap lova menjawab pertanyaan resepsionis itu.
"Oh baiklah, saya akan melapor dulu untuk tuan Ron Sinhe Fan anda bisa menunggu disana" ucap satu resepsionis lagi dengan menunjuk tempat duduk untuk lova menunggu.
Lova pun mengangguk dan langsung menuju tempat duduk.
Dua orang resepsionis itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat penampilan lova yang terlihat mempesona dan cantik.
"Seorang pelayan saja berpenampilan lebih untuk menarik perhatian tuan Ron " bisik resepsionis satunya pada teman resepsionis di sebelahnya.
"Iyaa, hal begini sudah biasa kita tangani, terlalu banyak wanita yang sering ke perusahaan ini hanya ingin bertemu tuan Ron saja, dia itu masih kalah jauh" bisik resepsionis satunya meremehkan lova.
Lova sangat tidak nyaman melihat banyak mata karyawan melihat nya dengan tatapan aneh.
Saat lova melihat Ron yang sedang bersama sekertaris nya dan clain nya, lova langsung berdiri melihat Ron.
Ron yang melihat lova berada disini begitu terkejut apalagi saat melihat penampilan lova yang sangat berbeda.
Apa yang sedang dia lakukan disini. Batin Ron
"Pak Ron apa itu istri anda?" Tanya klain itu pada Ron karna melihat Ron menatap lova.
"Bukan" jawab Ron dingin. Klain itu hanya mengangguk.
"Saya kira itu, dia sangat cantik dan anggun" ucap klain tersebut pada Ron. Ron yang mendengar itu rahang nya langsung mengeras.
Kriss langsung mengantar klain tersebut keluar dan Ron menatap lova dengan tajam. Senyum lova yang mengembang di wajahnya langsung luntur saat melihat tatapan tajam dari Ron.
Ron melangkah menghampiri lova dengan langkah tegasnya. Lova malah ingin mundur melihat Ron yang menghampiri nya dengan aura yang marah.
__ADS_1
"Tu-tua-.. "
"Sakit." Lirih lova
Dengan satu tarikan kasar Ron menarik lova keluar dan menuju parkiran mobil yang sunyi. Ron menghempaskan tangan lova dengan sangat kasar yang membuat tangan lova membekas merah oleh cengkraman tangan Ron.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ron pada lova.
"Sa-sayaa hany-"
Plak
Ron menampar pipi lova
"Kau ingin pamer identitasmu, lihatlah penampilan mu sekarang terlihat seperti wanita murahan, cihh sungguh menjijikkan" ucap Ron dengan suara yang meninggi.
Lova hanya menggeleng-gelengkan kepalanya bahwa dia tidak punya niat seperti itu buliran bening sudah merebes keluar dari pelupuk matanya yang indah itu menahan sakit oleh tamparan Ron di pipinya dan juga kalimat Ron.
"Bu-bukan tuan, saya hanya ingin mengantar kan anda makan siang" dengan suara yang gemetar sambil mengangkat bekal makan siang untuk Ron lova memberanikan menjelaskan nya
Dengan segera Ron menepis kuat bekal yang di pegang lova sampai isi nya berhamburan keluar jatuh ke tanah.
Lova di tambah terkejut dan ketakutan.
"Aku tidak butuh kau yang mengantarkan nya, kau tidak jauh beda nya dengan wanita yang lain yang ingin menaikkan popularitas" ucap Ron dengan nada yang tajam dan menunjuk bahu lova dengan kasar.
Tubuh lova bergemetar dan kakinya serasa lemas untuk menopang dirinya sendiri mendengar kalimat yang jauh dari benak nya
"Ma-maafkan saya Tuan muda , sa-sayaa tidak ada maksud seperti itu" ucap lova lirih dengan air mata yang sudah membanjir
Namun bukannya mendengar penjelasan lova Ron malah menarik tangan lova dengan kasar lagi.
"Masuk!" Ucap Ron dengan kasar langsung mendorong lova masuk kedalam mobil.
Tanpa mereka sadari Kriss memperhatikan perbuatan kasar Ron pada lova. Kriss mengepalkan tangannya di saat Ron menampar lova dan berbicara kasar pada lova.
Ron mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi yang membuat lova terus menerus mengeluarkan tangisan nya.
__ADS_1
"Tu-tuan maafkan saya" ucap lova yang terus menangis sambil memegang sabuk pengaman dengan erat. Dia takut melihat Ron yang sangat emosi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.