Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Bisa Terinfeksi


__ADS_3

Luna dan ibu mertua pergi dengan cepat. Ibu mertua menarik narik Luna untuk segera pergi dari ruang makan itu.


Lova hanya tertunduk. Yang ada di ruang makan tersebut hanya ada mereka berdua Kris saja. Kris berbalik melihat sosok cantik itu. Dia tersenyum tipis.


"Anda tidak apa-apa nona?" Tanya Kris pada lova.


Lova mengangkat kepalanya dan menatap Kris, pandangan mereka berdua bertemu.


Deg. Mata itu sangat.... Batin Kris


"Indah" ucap Kris dengan nada kecil. Namun masih samar-samar lova mendengar nya.


"Apa?" Tanya lova pada Kris guna ingin mendengar kalimat yang jelas, yang baru saja Kris ucapkan.


Kris pun tersadar apa yang baru saja dia ucap, dia seperti baru saja terhipnotis oleh mata cantik Milik lova.


"Ah, maksud saya, anda tidak apa-apa" ucap Kris mengembalikan ekspresi datarnya.


"Saya baik-baik saja tuan, terimakasih ya?" Ucap lova dengan senyum manis nan cantik dari wajahnya.


Kenapa anda manis sekali nona. Batin Kris


"Kalau begitu, saya akan membantu anda memberikan plaster di jari anda yang terluka nona?" Ucap Kris yang langsung menarik pergelangan tangan lova untuk pergi.


Lova dibuat kaget dan hanya bisa merespon mengikuti.


"Anda tidak perlu repot-repot tuan" ucap lova dengan nada gugup. Namun Kris tetap berjalan menarik tangan lova.


Haduh, kenapa dia sepeduli itu padaku. Batin lova yang mulai cemas.


Lova mulai cemas, karna tidak biasa nya Kris begitu peduli padanya. Kris yang selalu berwajah datar dan tatapan yang dingin dari balik kacamata nya.


Tidak biasanya seorang Kris begitu peduli pada seseorang hanya karna hal kecil yaitu luka kecil dijari tangan.


Namun berbeda untuk lova. Sosok lova membuat Kris menjadi sedikit berbeda dalam memperlakukan seseorang. Entah apa yang sedang Kris rencana kan atau yang dirasakan.

__ADS_1


Kris menuntun lova duduk di kursi dapur, lova pun hanya menurut.


"Duduklah nona" lalu Kris pergi dan bergegas kembali menghampiri lova dengan membawa kotak 3pk ditangan nya, dia langsung duduk menghadapi lova dan meraih tangan lova untuk memberikan plaster di jari tangan lova yang terluka tadi.


Lova hanya diam dan menurut apa yang Kris lakukan pada nya.


"Tuan ini hanya goresan kecil, anda tidak perlu berlebihan" ucap lova pada Kris yang sudah selesai memberi plaster di jari tangan nya.


Kris tersenyum tipis menanggapi apa yang lova katakan "goresan kecil ini bisa menjadi luka besar jika terinfeksi" ucap Kris menyakinkan lova.


Lova hanya diam menanggapi perkataan Kriss.


"Terimakasih ya tuan" ucap lova tersenyum manis melihat Kris. Padangan mereka bertemu dan Kris membalasnya dengan tersenyum.


Tuan Kris jika sedang tersenyum sangat tampan sekali. Batin lova


"Nona pasti belum makan, saya akan panggil kan beberapa pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk nona" ucap Kris dengan wajah yang datar. Ekspresi wajah nya sudah kembali normal karna dia sudah bisa mengontrol diri nya.


"Ah, tidak perlu tuan, saya akan mengambil makanan saya sendiri" ucap lova tersenyum pada Kris.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona" ucap Kris langsung berbalik pergi meninggalkan lova


Lova melihat kepergian Kriss yang semakin menghilang. Tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh Miya yang menepuk pundak nya.


"Heii lova?" Ucap Miya dengan tiba-tiba


"Miya, kau mengejutkan ku saja" sambil mengusap ngusap dadanya guna untuk menenangkan jantungnya yang berdetak cepat.


"Hehehe, maafkan aku" dengan wajah yang kikuk miya menggaruk tekuknya yang tidak gatal.


Lova hanya menghela nafasnya melihat Miya yang salah Tingkah.


"Lova, aku baru pertama kali melihat asisten Kriss tersenyum" lova menoleh menatap Miya dengan menautkan kedua alisnya.


"Maksudmu apa?" Tanya lova pada Miya.

__ADS_1


"Hampir 6 tahun aku bekerja disini, dan baru hari ini aku melihat asisten Kris tersenyum yaitu pada saat bersama mu" ucap Miya dengan mata yang polos.


"Kau jangan salah mengartikan Miya" ucap lova dengan enteng.


"Tapi lova, dia biasa nya tidak pernah sepeduli itu dengan seseorang apalagi yang kau katakan bahwa kau tidak lebih hanya lah pelayan yang sama seperti ku" Miya langsung menutup mulutnya karna sadar apa yang telah dia katakan.


"Maafkan aku lova" ucap Miya dengan wajah sendu dan menyesal. " aku tidak sengaja mengatakan bahwa kau hanya lah pelay...." Belum sempat Miya melanjutkan perkataannya sudah lova bungkam dengan jari telunjuk nya di bibir Miya.


"Tidak ada yang salah dari perkataan mu tadi, itu memang faktanya" ucap lova tersenyum pada Miya yang wajahnya sudah sangat cemas.


"Sudahlah, jangan kau pikirkan kejadian seperti itu"


Miya hanya dia mematung mencerna apa yang baru saja lova katakan untuk menyakinkan dirinya. Miya sangat merasa bersalah karna sudah berani mengucapkan kalimat seperti itu pada lova, pasti dan tentu lova akan merasa sedih pikir miya.


"Heiii.. ayo kita kedapur" namun Miya masih melamun dalam pikiran nya.


"Aku sudah lapar" sambung lova sambil menarik baju Miya.


"Miya, ayo?" Panggil lova lagi.


Miya pun tersadar dari lamunan nya. Lova mengerti bahwa Miya pasti merasa bersalah dan menyesal karna sudah mengucapkan kalimat tidak enak di dengar, tapi bagi lova itu adalah fakta dan tidak perlu di permasalahkan.


"Ahh, maafkan aku lova, ayo kita makan" ucap Miya yang langsung merangkul lengan lova.


Mereka berdua berjalan kedapur


"Miya" panggil lova, Miya pun menoleh dan melihat wajah cantik lova.


"Hmm" sahut Miya.


"Kau tidak perlu memikirkan kejadian tadi" ucap lova meyakinkan Miya.


"Hmm, baiklah" ucap Miya tersenyum pada lova.


Lova tidak mau Miya terlalu memikirkan kejadian tadi. Lova mengerti apa yang Miya pikirkan.

__ADS_1


Begitu pun dengan Miya, dia mulai mengerti apa yang lova pikirkan.


Anda sangat murah hati nona Feynata. Batin Kriss dan Miya.


__ADS_2