Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Telepon dari sang kekasih


__ADS_3

Di kamar utama Mension Ron. Lova yang sedang  duduk di sofa kamar itu sedang menyalakan televisi.


Dia menonton kartun kesukaan nya sampai tidak menyadari jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Karna kartun kesukaan nya sudah habis dia tonton. Dia melihat jam di dinding.


"Ternyata sudah pukul sepuluh malam. Tapi kenapa rasanya aku belum mengantuk" tanya lova pada dirinya sendiri.


"Dan kenapa juga tuan muda itu belum masuk kamar ya. Tadi dia rapi Begitu, mau kemana dia?" Tanya lova lagi pada dirinya sendiri.


"Ohhastaga, kenapa aku memikirkan dia. Kan bagus juga dia tidak tidur dikamar, jadi aku bebas mau nonton film" girang lova.


Dia pun kembali memperhatikan televisi dan memencet remot untuk menggantikan siaran televisi nya.


Lova tersenyum saat melihat siaran televisi itu yang ternyata selebritis terkenal Dylondrin mendapatkan penghargaan.


"Wahh, dia cantik sekali" Sanjung lova dengan mata yang berbinar dan senyum yang melebar.


Namun senyum itu mulai pudar dan tatapan mata yang berbinar berubah menjadi tatapan kaget. Saat seorang selebritis dylondrin sedang memeluk dan merangkul lengan laki-laki tinggi dan tampan. Laki-laki itu adalah Ron Sinhe Fan suami sah lova.


Tiba-tiba saja ada perasaan sesak yang bergejolak di dada lova.


"Ada apa dengan diriku?" Tanya lova pada dirinya dan memegang dada nya.


Perasaan apa yang telah lova hadapi sekarang?


Semua itu hanya lova yang dapat menjelaskannya.


"Pantasaan saja dia tadi rapi begitu, ternyata sedang ingin bertemu kekasih nya" senyum lova dengan seringai.


"Ingat Lova, dia adalah ciptaan Tuhan yang paling sulit kau gapai" lova menyemangati diri nya untuk berhenti berpikir aneh.

__ADS_1


Kasadaran diri lova membuat semangat baginya untuk segera melepaskan peran nya ini dan setelah ini dia akan pergi meninggalkan semua nasib buruk ini dan berlari menggapai kebahagiaan yang harus nya menjadi miliknya. Itulah tujuan lova sekarang.


Lova memperhatikan televisi yang tersiar Ron dan Dylondrin, malam ini berita panas dan isu isu dunia hiburan hanya menceritakan tentang Ron dan Dylondrin.


Tiba-tiba saja ponsel lova berdering menandakan bahwa ada yang menelponnya. Dengan sigap lova mengambil ponsel nya yang berada di atas meja sofa.


Lova mengerutkan dahi nya. Ternyata ada nomor yang tidak dia kenal menelponnya. Lova dengan ragu menjawab telepon itu. Namun dia tepis pikiran ragu nya dengan menjawab telepon itu.


"Hallo, ada yang bisa saya bantu?" Tanya lova dengan santun.


Namun tidak ada jawaban dari sang penelpon.


"Hallo?" Tanya lova lagi.


Beberapa detik kemudian


"Jika begitu saya tutup telpon nya"  titah lova.


"Fey?" Suara berat seorang lelaki yang menjawab nya.


"K-kak Vito?" Dengan suara yang terdengar gemetar lova mengucap kan kalimat. Tanpa di sadari mata lova sudah berkaca-kaca dan mengalir kan cairan bening yang membasahi pipinya.


"Iya. Fey sayang? Kau apa kabar?" Tanya lelaki yang selalu lova rindukan setiap saat.


"Fey, baik Sekali kak, Kaka bagaimana baik juga?"  Jawab lova dengan suara yang gemetar sambil menyeka cairan bening yang membasahi pipinya.


"Iya, kaka baik juga, Fey sayang, kau sedang menangis ya?" Tanya Vito pada lova dengan suara lembut.


"Hmm, Kaka harus selalu baik" jawab lova dengan semangat sambil menyeka air matanya yang sudah jatuh ke pipi mulusnya.

__ADS_1


"Fey aku merindukan mu, Tunggulah aku ya sayang? Kuharap kau mengerti maksud ku?" Dengan suara berat namun terdengar sendu lelaki itu berbicara pada lova.


"Fey, akan selalu menunggu mu kak, Fey juga sangat merindukan Kaka, jadi cepatlah kembali" dengan senyum bahagia dan mata yang berkaca-kaca lova mengucapkan kalimat tersebut. 


Dibalik telpon tersebut lelaki itu mengukir senyum bahagia mendengar lova mengucapkan kalimat tersebut.


"Baiklah sayang, sekarang sudah larut malam, saatnya kamu tidur. Besok pagi aku akan menelpon mu lagi" suara sendu lelaki itu membuat dada lova semakin sesak.


"Baiklah kak, Kaka istirahat lah" sahut lova dengan suara yang terdengar gemetar.


"Fey, ingatlah tunggu Kaka sebentar lagi, beri aku waktu 3bulan untuk menyelesaikan tugas ku disini. Maafkan aku sayang" ucap Vito dengan suara sendunya


lova menangis tanpa suara dan senyum mengembang di bibir nya.


"Baiklah, Fey akan menunggu kakak" jawab lova dengan tersenyum.


"Berjanjilah sayang, kau akan setia menunggu ku" ucap Vito.


Lova terbelak kaget disaat Vito menyuruh nya untuk berjanji setia padanya. Air mata lova mengalir begitu deras, sesak dada lova begitu bergejolak menahan rasa bersalah nya pada Vito.


"Iya kak, Fey berjanji" jawab lova dengan suara terdengar rapuh.


"Baiklah, segeralah istirahat sayang, good night" suara Vito terdengar antusias, membuat lova mengembangkan senyuman nya karna merasa bahagia.


Panggilan telepon itu terputus. Lova menangis sejadi jadinya sambil memegang dadanya yang terasa sesak menahan rasa bersalah nya pada lelaki yang sangat ia cintai itu.


Maafkan aku kak, aku sudah mengingkari janji kita dan berbohong padamu. Aku sebenarnya sudah menjadi istri orang lain. Namun hati masih sangat mencintai mu. Maafkan keegoisan ku yang berbohong padamu, aku tidak ingin berhenti mencintai mu.


Baiklah lova, hanya 3 bulan kau menunggu lagi dan berusaha lah untuk lepas dari perjanjian ini sebelum 3bulan, kau pasti bisa demi kebahagiaan mu pada orang yang kau cintai.

__ADS_1


Lova sudah bertekad dan menguatkan rasa percaya diri nya. Dia akan bertahan selama 3bulan dan kembali ke orang yang sangat dia cintai.


Lova menghapus air matanya dan malam suda larut membuat lova semakin mengantuk. Lova memati kan lampu di kamar utama yang besar itu. Dan dia kembali ke kasur nya yang berada didekat jendela. Sebab baru saja pak Rut menyampaikan pada lova bahwa Ron malam ini tidak pulang. Maka dari itu lova tidak akan menunggu nya.


__ADS_2