
Lova sudah terlihat segar saat sudah selesai mandi, nampaknya Ron masih belum bangun dari tidurnya. Lova melakukan aktivitas nya seperti biasanya melakukan tugasnya tanpa terlihat bahwa dia baru saja mengalami hal yang begitu mencemaskan.
Lova akan bersikap seperti biasa, melakukan apa yang perlu dan wajib dia lakukan karna dia tidak ingin selalu terlihat lemah seperti orang tua tirinya menindas dia seperti biasa. Dia tidak akan mudah lagi di perlakukan seperti itu, dia akan membuat dirinya selalu kuat menghadapi apapun yang akan terjadi kedepannya. Karna dalam sebenarnya lova dari dulu selalu hidup sendirian. Tapi kak Vito nya lah yang membuat nya tidak pernah merasakan kesepian.
Lova juga tidak ingin terus bergantung pada Vito mulai sekarang dia akan belajar melepaskan Vito dan berjalan sendirian menghadapi apapun yang terjadi pada dirinya kedepan.
Lova sedang duduk sendirian di taman belakang. Sambil memegang ponsel Android miliknya. Dia begitu larut dalam pikiran nya.
Sesekali melihat ke layar ponsel yang berwallpaper dirinya dengan Vito.
Lova mengulas senyum manis dari wajah cantik nya melihat Poto dirinya dengan lelaki yang sangat dia cintai.
Kau harus bisa lova.
Dengan tangan yang gemetar lova membuka aplikasi email nya menuju ke alamat email Vito. Air mata yang sudah mengalir dari pelupuk manik cantik nya. Rasanya jari tangan nya begitu berat untuk beraktivitas mengetik kata-kata di email tersebut.
Kak Vito mari kita berakhir.
Maafkan aku.
Feynata Angglova
Itulah isi pesan email yang di tulis lova untuk Vito.
Lova menarik nafas nya dalam Dan menghembusnya perlahan dari mulut nya. Lalu dia mengirim pesan singkat tersebut untuk Vito.
Tangisan lova pecah sudah setelah lama menahan air mata yang sudah tidak sanggup dia bendung.
Miya langsung memeluk Lova saat melihat lova menangis.
"Menangis lah lova, jangan kau tahan" ucap Miya sambil mengelus rambut dan punggung lova.
Lova menangis tersedu-sedu saat Miya memeluk ya. Lova menangis di pelukan Miya.
"Keluarkan semua nya lova" Miya masih memeluk lova.
__ADS_1
Ada apa dengan dirimu lova, wanita yang ceria seperti mu sangat memprihatikan menanggung beban yang berat.
Miya begitu prihatin pada lova saat baru pertama kali melihat gadis yang ceria berhati lembut ini menangis, rasanya miya tidak tega pada nona nya ini. Miya tau bahwa lova bisa berada dirumah ini bukan karena kehendak nya tapi karena paksaan yang wajib dia lakukan.
Saat miya sudah mendengar lova berhenti menangis dia pun melonggarkan pelukannya dan menatap wajah lova yang begitu merah sembab karena menangis.
"Sudah-sudah, sekarang mari cerita kan pada ku apa yang sedang kau alami?" Miya sambil menyelipkan rambut lova ke samping telinga.
Lova hanya diam dan memenggang erat ponsel nya. Lova menarik nafasnya dalam dan tersenyum manis menatap miya kembali.
"Aku, tidak apa-apa" jawab lova dengan tersenyum pada miya.
Miya menghela nafasnya, nampak nya dia mengerti kalo lova tidak ingin berbagi kisah padanya. Dan itu adalah hak lova pada privasi nya sendiri, miya akan selalu mengerti pada lova.
"Baiklah, aku mengerti" ucap Miya pada lova.
Miya memegang tangan lova dan mengelus nya.
"Jika kau butuh sesuatu, ingat jangan pernah sungkan padaku!" Titah miya pada lova.
"Baiklah, aku tidak akan pernah sungkan padamu" Miya membalas dengan senyuman.
"Baiklah, sama-sama" jawab Miya yang langsung menetes kan air matanya.
Lova dan Miya berpelukan. Seperti seorang yang sedang melepaskan rindu saja.
Kau wanita yang kuat lova. Ketulusan hati mu pasti akan memberikan kebahagiaan Padamu. Batin miya.
***
Pagi yang selalu sibuk di dapur rumah besar ini. Miya dan lova sudah berada didapur melaksanakan tugas sebagai pelayan.
Lova sudah dipanggil pak Rut untuk melaksanakan tugasnya mempersiapkan keperluan Ron.
Sudah hampir 3 bulan lova tinggal dirumah ini, dia sudah sedikit mengerti apa yang harus dan apa yang tidak. Dia juga sudah belajar dari berbagai pengalaman nya sendiri untuk kedepannya harus melakukan apa.
__ADS_1
Lova menelusuri rumah tersebut untuk menuju ke kamar utama yaitu kamar dirinya dan Ron.
Lova masuk setelah mengetok pintu. Terlihat Ron sudah menggunakan setelan jas dan duduk di sofa sambil menikmati teh herbalnya.
Lova masih sangat didera kegugupan karena tadi malam dia dan Ron bersetubuh. Tapi dia harus bisa menguasai ekspresi nya dan bersikap seperti biasa.
"Tuan, saya akan memasang sepatu anda" lova langsung berjalan mendekati Ron dan berlutut hendak memasang sepatu Ron.
"Tidur lah di kasur mulai nanti malam" lova dibuat kaget karna Ron tiba-tiba memberikan perintah seperti itu.
Bukan kah dulu kau pernah bilang, bahwa kau tidak Sudi pada ku.
"Kau tidak mau?" Tanya Ron dengan nada dingin karna lova tidak menjawab.
"Ti-tidak tuan, saya hanya, aah Ba-baik tuan" jawab lova dengan gugup.
"Aduh!"
Ron tersenyum saat melihat lova salah tingkah.
Selesai lova memasang sepatu Ron, dia hendak berdiri namun dengan sigap Ron menekan pundak lova dan membuat lova masih berlutut.
Ron meraih dagu lova dan pandangan mereka bertemu.
Deg
Deg
Jantung mereka berdua berdetak kencang.
Sangat indah. Batin Ron
"Aku sangat puas tadi malam" ucap Ron dengan senyum devil diwajah tampan nya.
Apa.
__ADS_1
Rona merah di wajah lova langsung terbit dan Ron melihat nya tambah semakin senang.
Itu memalukan sekali.