Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Aku sangat Lapar


__ADS_3

Apa yang kau pikirkan Ron, kenapa tubuh nya begitu menggoda dan membuat hasrat ku naik. Cih, dia hanya wanita kampungan bagaimana mungkin bisa membuat aku tidak menahan hasratku.


Ron membuang pikiran nya.


Lova keluar dari kamar mandi dan menghampiri Ron.


"Tuan muda airnya sudah siap"


Ron berbalik melihat lova yang menunduk kepalanya dan baju lova masih basah hingga masih terlihat tubuh lova dibalik baju basah tersebut


Ron memandang tubuh lova yang sangat menggoda. Hingga Ron menelan ludahnya lagi.


Dengan secepat mungkin Ron menyadarkan pikirannya dan langsung mengalihkan pandangannya.


"Ganti bajumu yang basah, jangan mencoba menggoda ku dengan siasat seperti itu, dan jangan pernah berharap bahwa aku akan tergoda"


Ron langsung pergi melewati lova menuju kamar mandi.


Lova hanya tertunduk mendengar fitnahan Ron, dia benar-benar tidak mengerti apa yang Ron bicarakan.


Apa! Emang siapa yang mau menggoda dia, baju ku yang basah juga gara-gara dia tadi.


Lova pun langsung pergi keruang ganti dan mengambil piayama baru di lemarinya. Lova pun tersadar saat melihat pantulan dirinya di cermin. Ternyata piayama nya yang basah membuat tubuh nya terlihat semua.


"Pantasan saja tadi dia bilang aku mau menggoda nya, astaga ini benar-benar memalukan"


Lova benar-benar tidak menyangka bahwa piayama yang dia gunakan kalau basah akan membuat tubuhnya kelihatan.


Lova sudah mengganti bajunya dan duduk di sofa.


Aku sangat lapar, kenapa dia lama sekali dikamar mandi.


Ron pun keluar dari ruang ganti dan langsung pergi menuju pintu keluar. Di pintu luar pak Rut sudah menunggu.


"Tuan muda makan malam sudah siap".


Ron dan pak Rut turun menggunakan lift


sementara lova turun menggunakan tangga. Dengan cepat lova menuruni tangga. Namun tetap saja dia kalah dengan kecepatan lift.


Dia langsung berjalan mengikuti pak Rut di belakang.

__ADS_1


Dimeja makan terlihat ibu Ron dan Luna sedang menunggu duduk menunggu di meja makan. Pak Rut langsung menarik kursi untuk Ron duduk. Lova dengan segera menyendokan nasi ke piring Ron dan langsung menyendokan lauk pauk yang ditunjukkan Ron.


akhirnya Selesai sudah lova menyiapkan makanan di piring ron.


"Selamat makan malam tuan muda, saya permisi dulu"


Lova menundukkan kepalanya dan langsung pergi ke dapur meninggalkan Ron dan ibu mertuanya.


"Ron! Baguslah kamu mengerti bahwa wanita kampungan itu tidak pantas 1 meja makan bersama kita"


"Iya kak Ron, dia itu benar-benar wanita yang kasar, terlihat nya saja yang polos tapi tabiatnya seperti rubah"


Ron sedikit terusik dengan pembicaraan ibunya dan Luna.


"Jika kalian ingin bergosip lakukan jauh-jauh dari ku, aku ingin makan."


"Maafkan mama dan Luna Ron"


Ibunya dan Luna langsung tidak berani berbicara lagi.


Mereka berdua sangat keterlaluan.


Di dapur lova sedang mencari makan malamnya. Dia mencoba bertanya pada pada pelayan yang lewat dapur. Tapi 1 pun tidak ada yang menjawabnya. Seperti nya mereka benar benar tidak menghargai lova sebagai istri sah Ron.


Ada apa dengan mereka, aku kan cuman ingin bertanya, kenapa mereka cuek sekali.


Lova mencoba lagi bertanya kepada pelayan yang sedang membuka kulkas.


"Hmm. Permisi kamu bisa tidak beritahu aku dimana makan malam untuk ku hari ini"


Pelayan itu terkejut saat melihat itu adalah lova.


"Nona, maafkan aku karna tidak melihat mu"


Pelayan itu langsung menundukan kepalanya.


"Ah tidak apa-apa. Kamu tidak perlu bersikap formal seperti itu padaku."


Lova tersenyum pada pelayan itu dengan ramah.


Astaga, inikah nona yang menikah dengan tuan muda sebagai istri nya, dia begitu cantik, senyuman nya begitu manis dan dia terlihat polos. Aku tidak menyangka dia mirip seperti peri di film yang aku tonton.

__ADS_1


Pelayan itu begitu takjub saat melihat wajah asli lova yang begitu cantik dan manis.


"Baik nona. Nona belum makan malam ya, tapi bukannya tuan muda dan nyonya sedang makan malam di ruang makan?"


"Ahh itu! Sebenarnya aku tidak pantas untuk 1 meja makan bersama mereka karna aku orang yang rendah" lova sambil tersenyum menjawab pertanyaan pelayan itu.


"Maafkan saya nona. Tidak seharusnya saya bertanya seperti itu" pelayan itu langsung menundukan kepala nya.


Dia merasa tidak enak karna sudah menanyakan pertanyaan yang tidak seharusnya dia tanyai.


"Sudah-sudah berhenti bersikap sungkan padaku, aku juga sebenarnya sama seperti mu tidak lebih hanyalah pelayan" lova tersenyum sambil memegang tangan pelayan itu dengan mengelusnya.


"Ohiya, aku sudah lapar kamu bisa kan tunjukan dimana makan malamnya"


Pelayan itu tersenyum pada lova karna sifat ramah dan rendah hati lova padanya.


"Nona, sebenarnya hanya ada makan malam untuk pelayan, jika nona mencari makan malam yang sama seperti yang dihidangkan untuk tuanmuda di meja makan sebenarnya sulit mendapatkan nya karna itu diawasi pak Rut"


"Ahh kamu ini terlalu berpikir banyak, aku tidak menyuruhmu harus memberi ku makan malam yang sama seperti yang dimakan tuan Ron, makan malam pelayan juga tidak masalah bagiku."


Lova tersenyum pada pelayan itu.


"Tapi nona, anda kan.."


Belum habis pelayan itu berbicara sudah di potong oleh Lova.


"Ehh, sudah ku bilang aku sama denganmu tidak lebih hanyalah pelayan, yasudah. Ayo tunjukan dimana makan malam nya aku sudah lapar ini"


Lova menarik tangan pelayan itu.


"Ah baik nona, mari lewat sini"


Pelayan itu langsung membawa lova ke belakang yaitu dapur pelayan disana meja panjang dan kursi untuk para pelayan rumah itu makan. Lova sangat takjub. Ternyata pelayan dirumah ini begitu banyak dan tak terhitung.


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman


Follow Ig : @nvmlesttt

__ADS_1


Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi


__ADS_2