Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Respon Kriss


__ADS_3

Lova mendekati pak Rut dan berdiri sejajar dengan pak Rut.


Lova langsung melakukan tugasnya melayani Ron di meja makan.


Suasana di ruang makan itu sangat hening sekali, yang terdengar hanya lah dentingan peralatan makan. tidak ada yang berani membuka kan pembicaraan.


Tatapan tajam dan dingin dari mata cantik ibu mertua dan seorang model cantik yang sedang naik daun, selalu tertuju pada lova.


Adaapa sih dengan mereka. Batin lova


Lova menghela nafasnya. Guna untuk menenangkan batinnya yang selalu tidak nyaman Jika berada di suasana semak berduri ini.


Lova masih heran kenapa ibu mertuanya itu dan model cantik itu selalu memandangi dirinya dengan tatapan rendah dan hina, lova akui bahwa dia masih tidak sebanding dengan mereka, tapi tidak usah juga menatap nya dengan tatapan seperti api neraka, karna lova juga menyadarkan dirinya sendiri.


"Hei!!, Kuliti buah apel itu untuk ku!!" Titah Ron.


Lova sontak saja di buat kaget, karna suasana yang hening menjadi hancur karna suara berat seorang Ron yang sedang memerintahkan.


"Baik Tuan" ucap lova


Sudah hampir lova menggapai buah apel tersebut tiba-tiba ada tangan cantik milik Luna menepis tangan lova.


Lova di buat kaget dan langsung menarik kembali tangannya.


"Kak Ron, biarkan aku saja yang melakukan nya" ujar Luna dengan tersenyum cantik.


Dengan cepat Luna mengambil pisau dan memulai menguliti apel.


Ibu Ron tersenyum puas melihat Luna.


Ron Mengerutkan dahi nya.


"Ku bilang kuliti apel itu untuk ku!!" suara Ron meninggi di seluruh ruang makan, membuat Luna menghentikan aktivitasnya. Lova begitu terkejut dan ketakutan saat mendengar bentakan Ron.

__ADS_1


Orang di ruang makan itu hanya terdiam tanpa berani melakukan apa-apa, suasana menjadi tambah mencekam. Mertua Lova juga hanya diam tanpa berani bertindak.


"Apa kau Tuli!" Ucap Ron dengan nada dingin pada lova. Lova menoleh melihat Ron tapi yang lova dapat adalah tatapan tajam dan dingin.


"Hahhh!" Suara Ron begitu keras sampai memenuhi ruangan tersebut hingga membuat semua orang terkejut dan terlebih lebih lova ketakutan dan bergidik ngeri mendengar suara nyaring ron.


"Ba-baik, tuan muda" dengan cepat lova mengambil buah apel dan pisau, menguliti buah apel dengan sangat hati-hati.


Tangan lova yang gemetaran dapat Kris lihat dan tahu bahwa lova sedang ketakutan.


Luna kembali duduk dan menaruh kembali apel dan pisau. Raut wajah nya menjadi sendu. Sambil sesekali menatap tajam kearah lova. Seperti nya dia sangat marah pada lova.


Huhh.


Ron menghela nafas nya sambil menyandarkan punggungnya di kursi. Dia menoleh melihat lova yang sedang menguliti buah apel, tangan yang sedang gemetar. Itu yang dilihat Ron saat itu.


Apa dia terkejut sekali ya. Batin Ron


"Kenapa kau lambat sekali!" Bentak Ron pada Lova.


Kris terfokus melihat aktivitas tangan lova yang gemetar.


Dia bisa terluka jika melakukan nya seperti itu. Batin Kris.


Entah kenapa Kris begitu khawatir melihat lova yang menggunakan pisau dengan tempo yang cepat dengan tangan yang gemetaran.


Tiba-tiba..


"Aww" ringis lova dengan kesakitan. Lova melukai jari tangan nya.


Kris yang melihat nya langsung dengan sigap menghampiri lova dan dengan segera meraih tangan lova yang terluka.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Kris dengan nada sedikit khawatir, lova hanya mengangguk, mengiyakan.

__ADS_1


Dengan cepat juga Kris mengambil tisu yang diatas meja guna untuk menutupi luka di jari tangan lova.


Ron yang tadi juga ikut kaget melihat jari tangan lova terluka karna pisau. Tapi reaksinya menjadi tidak senang. Saat melihat respon Kris yang begitu cepat.


"Terima kasih" ucap lova pada Kris sambil tersenyum. Kris membalas dengan senyuman tipis, lalu Kris melepaskan tangan lova, karna dia baru tersadar apa yang telah dia lakukan.


Orang yang berada di ruang makan itu hanya diam melihat adegan yang terjadi antara Kris dan lova. Suasana kembali mencekam, tatapan Ron begitu dingin dan tajam saat melihat Kris yang sedang membantu lova menangani luka di jari tangannya. Tatapan tidak suka Ron seperti tatapan yang ingin menelan Kris dan lova.


Tidak ada yang berani berbuat apa-apa di ruang itu, hanya ada keheningan.


"Maafkan saya Tuan muda, saya hanya membantu nona Feynata Angglova menangani luka nya." Ucap Kris pada Ron sambil menundukkan kepalanya.


Ron hanya memberikan tatapan dingin pada Kris.


"Aku sudah tidak berselera lagi" ucap Ron langsung berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi melewati Kris dan lova yang masih menunduk kan kepalanya. 


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Ron, biasanya dia akan menjawab ucapan Kris walau terkadang hanya deheman untuk merespon ucapan Kris. Tapi ini baru pertama kali nya Ron mengabaikan Kris. Entah apa yang Ron pikirkan, tapi yang author tau Ron sedang perang batin akibat melihat sesuatu miliknya disentuh.


Sudah hilang Ron pergi meninggalkan ruang makan itu, suasana panas pun datang.


"Huhh, drama sekali huhuhu" ucap Luna sambil berdiri melihat lova dengan tatapan tajam dan angkuhnya


"Iya, sok sok-an akting tapi gagal" timpal ibu mertua lova.


Lova hanya diam menunduk kan kepalanya.


Kris mendengar itu langsung menatap tajam pada Luna dan ibu mertua lova.


"Ehh Luna, kita kekamar Tante yuk" ujar ibu mertua.


"Tante, ayok kita kasih pelajaran untuk pelayan kampungan itu. " Ucap Luna dengan nada memelas.


"Udah nanti saja, ayok?" ujar ibu mertua dengan menarik narik tangan Luna.

__ADS_1


Ibu mertua takut melihat tatapan tajam dari Kris, karna dia tidak ingin Kris melakukan sesuatu dengan ATM berjalan nya.


.


__ADS_2