
Malam pesta
Di mesion mewah milik Ron Shine Fan pun tiba. Pesta yang begitu megah dan elegan ini dihadiri oleh orang orang yang memiliki nama besar di bidang bisnis, publik figur, mau pun colage besar di benua Eropa. Orang orang tampak begitu elegan menggunakan barang-barang yang sangat mewah dan mahal.
Lova yang melihat orang orang sudah banyak yang menghadiri pesta tampak tabjuk melihat orang orang besar yang dulu hanya dapat dia lihat di koran, majalah dan televisi. Kini sekarang dia dapat melihat langsung didepan mata nya. Ini adalah kali pertama nya menghadiri pesta yang begitu megah dan itu adalah acara pesta suami nya sendiri. Sungguh keberuntungan lova bisa menikahi seorang pengusaha Sukses seperti Tuan Ron Shine Fan.
Lova turun dengan gugup karna rasa canggung nya terhadap pesta ini membuat nya susah untuk bergerak. lova melihat Ron sedang berbicara bersama seseorang pasangan suami istri paru baya yang terlihat begitu glamor dengan barang branded yang mereka kenakan dapat lova tebak pasti pernah yang sangat besar namanya.
Lova juga melihat ibu mertua nya juga berpenampilan dengan elegan. Lova bingung harus melangkah kemana rasa nya semua nya canggung sekali. Akhirnya lova memilih berjalan mendekati ibu mertua nya dan Ron.
"Nyonya Fan wanita itu siapa di dekat anda dia cantik sekali" tanya wanita yang sedang berbicara pada ibu mertua lova.
"Apakah itu istri anda Tuan muda Fan?" Tanya laki-laki paruh baya yang sedang berbicara pada Ron.
Ron pun menoleh melihat lova yang sedang menunduk dan senyum ibu Ron menjadi luntur saat melihat lova.
Aku gugup sekali, apakah Ron akan mempublikasikan identitas ku. Batin lova.
Lova pun menoleh melihat Ron dengan senyum manis nya.
"Bukan, istri saya sedang tidak enak badan maka dari itu saya mohon maaf karna malam ini istri saya tidak bisa menghadiri Pesta malam ini"
Deg
sesak sekali rasanya . batin lova
__ADS_1
ucap Ron dengan dingin. Senyum lova langsung luntur dengan tangan gemetar dan perasaan yang berdenyut sakit mendengar kalimat yang Ron lontarkan.
"Sayang sekali ya kita tidak bisa melihat istrinya Tuan muda Fan malam ini" ucap wanita paruh baya itu.
"Lalu dia siapa nyonya Fan?" Tanya wanita yang tadi
"Oh dia itu keponakan kepala pelayan kami" ucap ibu Ron dengan tersenyum.
"Dia cantik sekali ya!" Ucap wanita satu nya lagi dan di anggukan oleh beberapa orang.
"Hei nona manis siapa nama mu?" Tanya wanita paru baya pada lova.
"Sa- nama saya Feynata Angglova" ucap lova dengan gugup.
Berhenti lah berhayal tinggi lova, sampai kapan pun indentitas mu tidak akan pernah di akui. Batin lova
Ibu Ron mendengar itu langsung memandang lova dengan tajam.
"Lova tolong kamu liat persiapan di dapur bagaimana" ucap ibu Ron dengan lembut dan tersenyum melihat lova.
Lova mengepalkan tangannya dan mengangguk lalu pergi dengan perasaan yang takut. Ron hanya acuh pada nya dan tidak memperdulikan nya. Lova pergi ke taman belakang membawa hati nya yang hancur. Air mata lova luruh menangis.
Sunyi itu lah keadaan lova sekarang kehidupan yang begitu tidak peka padanya membuat dia tidak punya alasan untuk membuat nya merasa pantas disekitar orang orang. Miya menghampiri lova dan memeluk lova. tangisan yang sunyi tadi pun kini terdengar seperti suara seseorang yang sangat hancur.
Perasaan yang mulai membuat lova bahagia kini malah menjadi keterpurukan lova. Memang ya terlalu ngarep itu gak baik juga.
__ADS_1
Kris yang melihat kejadian tadi pun langsung mengikuti arah pergi lova. Kriss menyaksikan sendiri wanita yang terlihat tegar itu kini begitu hancur. Di balik tembok besar dapat Kriss dengar suara tangisan wanita yang begitu putus asa.
Miya mengelus pundak lova berusaha menenangkan lova. Miya yang tidak tega melihat keadaan lova pun ikut menangis juga.
"Lova sudahlah jangan bebankan diri mu pada hal yang tidak pasti, jangan menyerah masih banyak yang bisa kau gapai tanpa harus terpatok pada satu arah, ingat lah orang yang disekitar mu pasti mereka akan bersedih melihat mu menyerah seperti ini" ucap miya menenangkan lova
Hanya suara tangisan yang bisa lova jawab untuk miya.
Setelah beberapa menit lova pun berhenti menangis
"Kenapa lova? Ceritakan pada ku?" Bujuk miya pada lova dengan lembut.
"Aku menyukai tuan muda" ucap lova lirih
Miya hanya terdiam mendengar kalimat yang lova ucapkan.
"Aku sadar jarak aku dan tuan muda sangat sulit di jangkau, aku dibawah dan dia diatas, tuan muda di kelilingi oleh orang orang yang ternama sungguh tangga yang sulit di naiki" sambung lova dengan sendu
"Lova kita tidak tau nanti akan seperti apa mungkin saja situasi akan memihak mu, jangan pernah menyerah menghadapi semua ini, Tuhan tidak pernah tidur mengawasi kita semua, kau punya hati yang begitu lembut dengan kelembutan hati mu semua yang berada di dekatmu akan nyaman, untuk orang seperti mu jangan lah menganggap semua nya tidak adil, kita hanya perlu proses, aku yakin nanti tuan muda pasti akan menyukai mu kembali" ucap miya
Lova hanya diam mencerna kalimat yang miya ucapkan.
Benar lova, yang kau perlu kan hanya waktu dan jangan menyerah untuk orang orang disekitarmu seperti keluarga. Batin lova
"Sekarang aku paham miya, aku tidak butuh apa pun, yang aku butuh orang yang disekitar ku selalu nyaman didekat ku dan aku tidak akan menyerah" ucap lova dengan tersenyum
__ADS_1
Kembali lah kependirian sejak awal aku masuk rumah ini. Batin lova
Sebuah dinding pembatas yang seharusnya tidak bisa roboh oleh perasaan akan lova bangun. Perasaan yang tidak mungkin membuat lova sadar akan posisi nya yang lemah.