
Sore hari lova sudah pulang kerumah nya Ron. Dia sudah mandi dan berganti. Dikamar utama tempat Ron dan lova tidur, lova sedang menunggu pak Rut untuk memanggilnya turun kebawah untuk menyambut Ron pulang. Dia menghabisi waktunya dengan ponsel nya dia chatting dengan lala. Lala yang sedang curhat bagaimana cara dia mengambil hati yopa untuk jatuh cinta padanya. Berbagai cara yang disarankan lova tapi menurut Lala itu terlalu mencolok baginya wanita yg memiliki tipe gengsian. Akhirnya Lala punya ide yang membuat lala menyetujui ide nya.
Lova memanfaatkan makan bersama yang di ajak yopa akhir pekan bersama dia dan Lala.
Lova akan memberi waktu kepada Lala untuk mengungkapkan perasaan nya duluan. Dan akhirnya Lala pun menyetujuinya.
Ketukan pintu pun mengagetkan lova ternyata itu dari pak Rut yang memanggilnya untuk turun kebawah menyambut Ron pulang, lova pun bergegas ke bawah dengan pak rut.
***
Ron dan lova memasuki kamarnya. Seperti biasa Ron duduk di sofa lova langsung bergegas berlutut melepaskan sepatunya dengan hati-hati.
"Huhhh". Ron menghela nafasnya.
Lova mengerti bahwa Ron sedang kelelahan.
Tatapan dingin Ron kepada lova selalu membuat lova takut dan menunduk terus padanya.
Selesai lova melepas sepatu Ron. Lova langsung memegang sepatu itu dengan hati-hati dipangkuannya menyimpannya ke ruang sepatu.
Kenapa suasana hatinya selalu buruk disaat pulang bekerja, jika begini kan aku gak tenang huhu. Lova menangis dalam hatinya dia takut jika Ron akan menghukumnya jika dia melakukan kesalahan.
Lova kembali menghampiri Ron lagi.
"Aku mau mandi"
"Baik tuan muda"
lova setengah berlari menuju kamar mandi, lova mengatur suhu hangat di bak mandi. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti untuk menyiapkan baju santai untuk ron.
__ADS_1
Tiba-tiba lova terkejut dibelakang nya ternyata sudah ada Ron yang sedang berdiri. Lova cepat berbalik kehadapan Ron dan langsung menundukkan kepalanya. Lova tidak ingin melihat sorot mata dingin Ron yang selalu ditunjukkan padanya.
Tiba-tiba Ron melemparkan kan jas nya ke muka lova.
Lova terkejut dan langsung bereaksi menangkapnya. Lanjut lagi Ron melempar kemeja putihnya ke lova lagi. Yang ini lemparan nya begitu kasar. Sampai membuat lova meremas kemeja itu.
Keranjang baju kotor Kan ada didekatmu kenapa melempar pakaianmu kemuka ku. Lova merasa kesal dengan perilaku Ron padanya, biasanya memang Ron selalu melempar pakaian kerja nya ke wajah lova tetapi ini lemparan yang sangat keras dan membuat lova sedikit meringis kesakitan.
Ron berjalan menuju kamar mandi. Dia berendam di kamar mandi cukup lama. Entah apa yang dia pikir sampai beberapa kali mendesah menghela nafas nya.
Lova hanya duduk di sofa menunggu Ron keluar dari ruangan ganti. 15 menit lebih Ron keluar dari ruang ganti dengan rambut yang basah. Dia melemparkan handuk kecil kemuka lova.
"Bantu aku keringkan rambutku". Ron memerintah tanpa menoleh lova.
"Baik, tuan muda".
Kenapa kamu suka sekali melempar kain ke wajahku sih, huhh untung tidak pisau yang kau lempar ke wajahku Huhuhuu. Lova
"Tuan, makan malam nya sudah siap".
Ron pun berdiri dari tempat duduk nya dan langsung berjalan menuju pintu untuk turun kebawah dan makan malam. Pak Rut hanya melirik lova.
Walau lova istri Ron tetapi perilakuan khusus tidak pernah di berikan dirumah ini. Karna yang bisa mendapatkan perilakuan khusus hanya Ron seorang. Karna Ron adalah tuan besar dirumah ini.
Lova hanya bisa berjalan sejajar dengan pak Rut. Karna bagi semua orang dirumah itu lova tidak lebih hanya pelayan khusus yang bebas keluar masuk melayani Ron didalam kamar saja. Setiap pelayan dirumah ini tidak ada yang menghormati lova walau dia berstatus istri Ron. Pak Rut juga walau selalu menundukkan kepala pada lova tetapi dia tetap tidak menganggap lova sebagai istri majikannya.
Sampai mereka di meja makan. Pak Rut langsung menarik kursi untuk Ron duduk. Lova masih berdiri dan langsung menyendokan nasi ke piring Ron. Ron menunjuk lauk apa yang ingin dia makan.
Makan malam berakhir. Ron sudah pergi duluan ke ruang kerja nya untuk menangani beberapa dokumen. Sedangkan lova sudah dikamar, dia menyulam sapu tangan yang akan dia berikan untuk Rendo disaat ulang tahunnya nanti. Ada 2 sapu tangan yang disulam lova. Yang satu nya entah untuk siapa.
__ADS_1
Tiba-tiba Lala menelpon lova.
"Hallo?" Lova
"Lova aku sudah chatting sama yopa, katanya akhir pekan kita makan di kedai tempat kita berkumpul waktu kuliah dulu" dengan suara terdengar kegirangan Lala berbicara dengan lova.
"Aduhh. Kamu bahagia sekali ya, sepertinya ada bau bau keberhasilan ini hehe" lova menggoda Lala karna Lala benar-benar berharap kesempatan ini akan berhasil.
"Kamu ini nah suka menduga, tapi mundahan saja ya hehe" Lala
"Yaudah kamu jangan gugup ya. Semoga saja dia berkata ya" lova menyemangati Lala agar nanti tidak grogi saat mengutarakan perasaannya.
"Iya itu sudah pasti, aku sudah latihan berkali kali di kamar mandi ni hehehe" Lala tertawa karna menceritakan hal yang begitu konyol baginya.
"Wahhh, tenyata kamu sudah antusias ya, sudah banyak persiapan rupanya, sepertinya bakal berhasil hehhe" lova kembali menggoda Lala lagi sampai membuat lala terkekeh menahan tawanya.
"Iya kamu juga ya, sebentar lagi hari yang di janjikan ka Vito akan segera datang Lo hehhe" Lala kembali mengungkit masalah Cristiano Vito orang yang sangat lova cintai sampai sekarang.
"Iyaaa. Terimakasih ya Lala kamu sudah mendukung aku. Kali ini aku tidak akan takut memperjuangkan cinta ku" air mata lova terjatuh di pipinya.
"Aduhh kamu ini sudah mau dramatis lagi, kita kan sudah sahabatan dari SMA ayolah Lova yang cantik dan baik hati, jangan sungkan terus seperti itu." Lala kembali membawa tawa untuk lova.
"Hehh , sudah dulu ya, aku mau lanjut jahit dulu." Lala mengakhiri pembicaraan nya bersama lova.
Lova pun juga mengiyakan.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
__ADS_1
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt