
Sesampainya nya dirumah Ron menarik tangan lova dengan paksa, para pelayan yang melihat itu hanya memalingkan wajahnya tak ingin melihat dan juga tak ingin mendengar nya.
Lova terjatuh karna heals nya tergelincir karna Ron yang menarik pergelangan tangan nya dengan sangat kuat.
"Awh" ringis lova
"Berhenti lah berakting wanita sialan, kau pikir aku akan iba dengan mu, cih sangat menjijikkan" hati lova sangat sakit mendengar Ron mengucapkan kalimat itu pada nya. Lova sekuat tenaga berdiri menahan sakit di kaki nya. Baru saja lova berdiri tegak Ron sudah menjambak rambut nya. Tangan lova meraih tangan Ron yang menjambak rambut nya.
"Aku tidak suka melihat air mata buaya mu itu fyuh" Ron meludahi wajah lova.
Lova hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu. Melawan pun dia tidak punya keberanian, dengan kasar Ron menarik rambut lova dan membuat lova mengikuti arah langkah Ron.
Ron menghempaskan tubuh lova ke rumah belakang tempat anjing peliharaan Ron tinggal.
Tempat apa ini. Batin lova
"Aku tidak suka wanita yang begitu tak patuh padaku. Apalagi kau hanya wanita rendah di mataku. Cihh jika saja aku belum selesai memanfaatkan mu sudah ku bunuh kau dan tubuhmu ku jadi kan makan ikan hiu ku" ucap Ron dengan dingin dimata Ron hanya ada api kemarahan, bahkan rasa iba pun tidak ada.
"Tuan maafkan saya, saya tidak akan pernah menunjukkan wajah saya di samping anda lagi" mohon lova yang bersimpuh di kaki Ron, harga diri lova sudah terinjak-injak oleh lelaki yang menjadi suaminya ini.
Ron pun menyingkirkan wajah lova dengan kaki nya.
"Tempat mu seharusnya bersama mereka karna kau itu tidak lebih dari binatang di mata ku, aku benar-benar muak melihat wajah mu yang berlagak sok polos itu" ucap Ron menekan kan kalimat nya.
Lova Dimata nya tidak lebih dari binatang peliharaan nya saja yang hanya dia manfaatkan, lova hanya bisa menjatuhkan buliran bening nya.
"Sekali lagi saya minta maaf tu-tuan, saya mohon" lirih lova dan itu dapat Ron dengar nada yang keluar dari mulut lova adalah nada pasrah nada yang sudah putus asa. Seberapa kali pun dia meminta maaf dan menjelaskan tetap saja tidak akan di percayai oleh lelaki berkuasa itu.
"Cihh, sekarang renungkan kesalahan mu jalang!" ucap Ron dan berlalu pergi dan ruangan yang lova tempat tertutup rapat.
__ADS_1
"Tuan keluarkan saya, saya takut gelap" teriak lova menggedorkan pintu ruangan gelap itu.
"Tuan...." Teriak lova. Suara lova menjadi hening saat dia mendengar gertakan gigi dan suara binatang yang dia takuti.
"Tolong, jangan" tangis lova dengan histeris dan langsung mundur sampai punggung nya membentur pintu ruangan tersebut
"Rrrrrgg" suara binatang tersebut yang semakin mendekat.
"Jangan mendekat!" lova melempar kan heals nya pada binatang tersebut untuk membuat nya menjauh dari lova.
"Tidakkk argghhhhh" teriak lova dan..
ceklek
pagar besi itu langsung menjadi penghalang binatang tersebut untuk tidak menerkam lova.
Lova yang memejamkan matanya langsung terbuka karna tidak merasakan apa-apa.
Dengan lututnya dia tekuk
Sayu-sayu mata nya hendak tertutup dan..
Ceklek
Pintu ruangan tersebut terbuka lebar dan lova masih menyesuaikan cahaya yang berasal dari pintu tersebut. Lova pun langsung bersimpuh di kaki orang yang berada di balik pintu tersebut
"Tolong, keluar kan saya dari sini tuan, saya sangat ketakutan" mohon lova dengan tangis yang memprihatinkan.
Lelaki tersebut berjongkok untuk melihat wajah lova dengan intens dan dia langsung memeluk lova dengan erat.
__ADS_1
"Aku akan membantu mu keluar dari sini" ucap Kriss
Yah, lelaki itu adalah Kriss, dia mengikuti Ron yang membawa paksa lova pulang dan menyaksikan bagaimana Ron menyiksa dan menghina lova.
Lova pun langsung pingsan di pelukan lelaki tersebut. Kriss yang merasakan tidak ada gerakan dari lova langsung mengendong lova ala bridal style. Kriss langsung membawa lova ke kamar nya dengan bantuan Miya teman nya di dalam rumah ini. Miya pun sangat prihatin dengan keadaan lova.
.
.
"Dia hanya syok, saya sudah menyuntikkan vitamin dan obat penenang di infusnya, nanti tolong berikan selep ini nanti di kaki nya yang keseleo" ucap dokter tersebut
"Terimakasih dok" ucap Miya dan langsung mengantar dokter tersebut keluar.
Kriss memandang wajah tenang yang sedang tertidur itu. Kriss menatap nya dengan wajah sendu.
Maafkan aku tidak bisa melindungi mu, karena aku tidak bisa melawan nya. Batin Kriss
"Biar aku saja" ucap Kriss yang langsung mengambil baskom air untuk membersihkan wajah lova.
Kriss mengelap wajah lova dengan lembut dia memandangi wajah tenang nan cantik itu sungguh wanita yang malang. Kriss juga mengoleskan selep ke kaki lova yang keseleo.
Kriss langsung keluar dari kamar lova dan memerintah kan kepada semua pelayan untuk menutup mulut dan mata mereka melihat kejadian tadi. Kriss melihat pak Rut
"Sepertinya rencana anda berhasil paman" ucap Kriss pada pak Rut.
"Saya hanya menjalankan tugas saya untuk hidup tuan muda supaya berjalan sesuai seharusnya" ucap pak Rut
"Baguslah paman, semakin cepat tuan menceraikan nya akan semakin cepat saya memiliki nya" ucap Kriss pada pak Rut dan membuat pak Rut melotot mendengar ucapan Kriss
__ADS_1
Pak Rut akhirnya tau Kriss menyukai istri tuan mudanya. Pak Rut memang berencana menyingkirkan lova dari hidup Ron karna baginya lova tidak pantas untuk Ron dan lova Dimata pak Rut tidak jauh bedanya dengan wanita yang sering melempar kan dirinya kepada Ron untuk kekayaan dan popularitas. Dan dari setiap sikap Ron pada lova akhir akhir ini dapat pak Rut lihat bahwa Ron mulai tertarik pada lova. Dan itu yang membuat pak Rut menjalankan rencana yang licik untuk menyingkirkan lova, namun siapa sangka Kriss tangan kanan Ron mendambakan lova juga. Membuat pak Rut tidak bisa meremehkan lova. Dia pikir lova menggunakan cara licik untuk memikat hati Ron dan Kriss mendapatkan sebuah berlian berharga.