
Di balik pintu ruang kerja Ron, lova memegangi nampa berisi teh herbal untuk Ron dengan tangan yang gemetar mendengar kalimat yang Ron lontar kan. Ruangan tersebut memang kedap suara namun di saat Kriss ingin membuka kan Pintu ruang tersebut dengan lebar, lova dan Kriss mendengar pembicaraan Daniel dan Ron di dalam ruangan tersebut karna pintu itu terbuka sedikit hingga membuat lova dan Kriss mendengar pembicaraan mereka berdua.
Kris melihat tangan lova yang gemetar. Kriss tau lova kecewa dengan kalimat Ron.
Jika dia menjual mu, aku akan lebih dulu membeli mu. Batin Kriss.
"Biarkan aku saja yang mengantarkan nya untuk tuan"ucap Kriss langsung mengambil nampan tersebut dari tangan lova.
Lova hanya menurut dan langsung berbalik tanpa mengucapkan sepatah kata pada Kriss. Kris hanya diam memandangi kepergian lova. Kris langsung masuk ke ruang kerja Ron.
"Ini teh anda tuan" ucap Kriss langsung meletakkan secangkir teh herbal hangat ke atas meja kerja Ron.
Ron mengerutkan keningnya, merasakan ada kejanggalan.
"Kenapa kau yang mengantarkan nya?" Tanya Ron pada Kriss.
"Nona tadi mau mengantar nya sendiri untuk tuan, tapi nona tiba-tiba berhenti didepan pintu dan menyuruh saya mengantar nya untuk anda.
Ron pun membelak kan matanya terkejut.
Apa dia mendengar semuanya. Batin Ron.
Ron merasa takut jika lova mendengar kalimat yang dia lontarkan untuk Daniel tadi.
Sedangkan Daniel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ron yang sedang berperang dengan perasaan nya sendiri.
"Apakah aku perlu memeriksa mu?" Remeh Daniel pada Ron yang sedang kesal
"Diamlah sialan" umpat Ron kesal pada Daniel.
"Kriss,. seperti nya teman ku ini butuh pendingin" goda Daniel lagi pada Ron.
Kris hanya diam tidak bergeming di samping Ron.
Ron menyerupi teh herbal buatan lova guna menenangkan pikiran nya yang tidak menentu.
"Kriss aku butuh jantung untuk Ron" goda Daniel yang masih mengoceh.
"Kau benar-benar sudah bosan hidup" bentak Ron pada Daniel
" Heii santai bung, kau benar-benar lucu sedang berperang dengan perasaan mu haha" tawa Daniel
Ron hanya memandang tajam kearah Daniel.
__ADS_1
Untung kamu ganteng Daniel wkwk
Kriss memberikan sebuah map untuk Daniel dan Ron
Daniel segera membuka map merah itu, membacanya dengan seksama
"Kau benar-benar berani bung, ini benar-benar untung besar haha" ucap Daniel yang senang melihat isi map tersebut
"Ini belum semuanya tuan" ucap Kriss.
"Hm, lakukan setelah habis pesta" ucap Ron dengan wajah datar
Kriss hanya mengangguk mengerti.
"Vito akan kembali bulan depan" ucap Daniel
"Dia sudah pulih?" Tanya Ron.
"Untuk sebulan ini sudah untuk masa pemulihan nya"
"Kau dulu selalu bersaing dengan nya dan tetap kau yang selalu jadi pemenang" sambung Daniel yang mengingatkan masa-masa muda mereka.
"Karna aku tidak suka kekalahan" ucap Ron datar.
"Baiklah aku akan kembali dan ingin bersiap untuk pesta mu malam ini, hah sayang sekali Vito tidak berada disini" sambung Daniel sambil melirik Ron yang masih diam tak bergeming.
.
.
.
Dapur utama
"Cake nya banyak sekali" ucap lova pada cake yang banyak dan tersusun rapi di rak penyajian.
"Nona tolong letakan cake ini diatas meja penyajian" ucap pak Rut memerintah lova. Lova pun menurut dan langsung mengambil rak penyajian kue tersebut.
"Tolong hati-hati, jangan sampai terjatuh, kue ini mahal sekali" ucap pak Rut menegaskan pada lova.
"Baik pak Rut" ucap lova. Kata-kata keras dari pak Rut sudah mulai lova biasakan.
Lova pun langsung meletakkan rak penyajian kue di atas meja penyajian. Seluruh dekorasi ruang utama dan perlengkapan sudah tersusun rapi. Lova baru pertama kali melihat pesta yang megah dan elegan ini. Lova tersenyum manis.
__ADS_1
Ron yang dari lantai atas, melihat lova yang sedang membantu pelayan bersibuk-sibuk menyiapkan pesta.
"Suruh dia untuk bersiap sekarang!" Ucap Ron pada Kris.
.
.
"Hei lova, kenapa kau masih disini?, Sekarang pergilah bersiap-siap karna pesta nya akan segera dimulai" Tanya miya pada lova.
"Tapi Pekerjaan disini masih belum selesai"
"Nona, cepatlah persiapkan Diri anda" ucap Kris dengan wajah datar, miya langsung terkejut dan salting karna Kriss tiba-tiba berada dibelakang nya.
"Baiklah" ucap lova
Lova langsung naik ke kamarnya yang berada dilantai atas.
30menit kemudian...
Baju ini bagus sekali pas lagi di ukuran ku, huh aku sangat gugup. Tenang lah lova, tenang kan dirimu, kamu pasti bisa. Batin lova yang menyemangati diri nya sendiri.
"Kau sudah siap" ucap Ron
Lova pun langsung berbalik terkejut, melihat Ron yang masuk tiba-tiba mengagetkan nya. Lova tersipu malu melihat penampilan Ron Yang sangat tampan dan gagah.
"Aa hm ya, sa-saya sudah siap tuan" ucap lova gugup.
Ron tersenyum melihat lova yang begitu cantik menggunakan gaun pemberian nya.
Dia cantik juga. batin ron
Ron membalikkan tubuh lova menghadapi cermin lalu memeluk nya dari belakang, lova di buat tersipu malu di perlakukan seperti itu oleh Ron.
"Maafkan aku" ucap Ron yang memeluk lova dengan erat dan mencium punggung lova yang terbuka menghirup aroma wangi dari tubuh lova yang sangat menyegarkan.
Lova hanya diam dan tak menjawab kalimat Ron. Baginya ini pertama kali Ron meminta maaf pada nya.
"Aku lelah sekali" ucap Ron lagi.
"Kenapa tuan memaksa kan diri, kenapa tidak istirahat lebih banyak" ucap lova pada Ron.
"Ada banyak yang perlu aku taklukkan" ucap Ron dan langsung melepaskan pelukannya pada lova. Ron pun berbalik dan langsung keluar dari kamar lova. Lova hanya diam melihat kepergian Ron.
__ADS_1
ini baru pertama kali aku mendengar dia mengeluh dan meminta maaf. batin lova.