Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
mimpi buruk lova


__ADS_3

Lova sedang diperiksa oleh dokter dengan posisi terbaring di kasur nya. Dia demam sehabis dari tragedi nya di kolam renang tadi siang. Dengan Ron yang berdiri di belakang dokter yang memeriksa lova. Ron melipat kan tangan nya ke dada. Melihat dokter yaitu teman baiknya sendiri yang sedang fokus memeriksa keadaan lova.


Lova terbaring dengan sangat lemas dan bibirnya memucat. Selesai dokter memeriksa lova, dokter langsung merapikan selimutnya.


Dokter memberikan obat pada lova dan menyuruh lova meminum nya secara saran dokter. Lova hanya mengangguk an kepalanya tanda mengerti. Dokter itu tersenyum manis pada lova dan dibalas senyum juga oleh lova, dan Ron melihat nya dia langsung mengerut kan dahinya.


"Eeheemmm"


Ron berdehem untuk membuyarkan mereka berdua. Tapi dokter tahu betul itu deheman tak suka Ron.


"Ron aku ingin pamit dulu ya" ucap dokter yang bernama Daniel.


"Aku akan mengantarmu sampai didepan rumah" jawab Ron. Dan langsung dibalas anggukan oleh Daniel


Lova sudah terlelap karna efek obat yang diberikan Daniel padanya. Ron dan Daniel keluar dari kamar utama milik Ron, mereka berdua melangkah untuk keluar.


Daniel adalah sahabat Ron sejak kuliah, mereka dari kalangan keluarga atas yang memiliki profesi masing-masing.


"Apa dia istrimu?" Tanya Daniel pada Ron.


"Istri sementara, sebentar lagi aku akan menceraikannya" jawab Ron dengan santai.


Daniel menoleh pada sahabatnya itu dan mengerutkan dahinya.


"Kenapa?" Tanya Daniel lagi


"Karna aku tidak mencintai nya, aku hanya memanfaatkan nya saja, karna paman" jawab Ron lagi dengan santai.


Ron menyelipkan tangannya ke dalam saku celana nya.


"Dengan santai kau berbicara seperti itu Ron" ucap Daniel dengan terkekeh kecil.

__ADS_1


"Hngg, itu benar adanya, karna aku akan menikahi Vyon setelah dia kembali" ucap Ron.


"Hehh, kau masih belum melupakan nya, tapi istri mu itu..." Daniel tidak meneruskan perkataannya.


Ron langsung menoleh pada Daniel yang terhenti berbicara. Menanti Daniel meneruskan ucapannya.


"dia sangat manis dan cantik". Ucap Daniel meneruskan perkataannya sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu.


"Kau menyukai nya?" Tanya Ron dengan suara dingin


Daniel hanya menunduk diam. Tanpa membalas pertanyaan Ron.


"Aku akan memberikan nya padamu sesudah aku memakainya, jadi kau akan menerima bekas ku" sambung Ron lagi dengan senyum devil nya.


Sontak saja Daniel menatap Ron dengan tajam, mendengar kalimat yang Ron lontarkan.


"Kau bilang kau tidak mencintai nya!" Ucap Daniel dengan penuh penekanan.


Ron tiba-tiba begitu dingin saat Daniel memuji lova apalagi dengan sedikit peryataan bahwa Daniel menyukainya.


"Ayolah bung, siapa yang akan berani berebut dengan mu" ucap Daniel dengan terkekeh geli, dia sangat puas dengan ekspresi dan penekanan Ron. Seperti tidak rela miliknya di usik.


Ron mengerutkan dahi nya karna dia sudah masuk dalam perangkap Daniel. Ron hanya mengacuhkan Daniel dan langsung berjalan mendahului nya.


Kenapa aku merasa tidak rela. Batin Ron


"Heii heii heii, dasar kulkas" teriak Daniel pada Ron yang sudah menjauhinya, namun Ron hanya mengacuhkan nya seperti tidak dengar.


***


Ron sudah di kamar utama, dia duduk di ranjangnya sambil menyadarkan punggung nya di belakang ranjang. Dia masih terjaga dengan membaca buku.

__ADS_1


Sesekali dia menoleh ke lova yang sudah terlelap.


Lova terlihat gelisah dengan tidurnya keningnya sudah berkeringat dingin. Dengan sering berbolak Balik menghadap ke kiri dan kanan. Ron yang melihat lova sedikit terusik, dia bangun dari ranjang dan berjalan menghampiri tempat tidur lova.


Tiba-tiba saja lova berteriak.


"Jangan pergi kakak Vit...!!" Teriak lova yang langsung bangun terduduk. Ron yang mendengar lova teriak sangat terkejut apalagi lova yang tiba-tiba terbangun langsung terduduk.


Seperti nya dia mimpi buruk, tapi siapa Kakak vit.. batin Ron yang bertanya siapa yang di panggil lova untuk jangan pergi.


Ron berdehem untuk mencoba menyadar kan lova yang melamun.


"Ehemm" deheman.


Lova menoleh ke kiri betapa terkejutnya dia melihat Ron yang sudah berdiri di samping tempat tidurnya dengan mata yang tajam melihat nya, pandangan mereka berdua bertemu. Yang membuat jantung Ron kembali berdetak dengan semangat.


Deg


"Mata indah" gumam Ron dengan suara kecil. Yang hanya Ron mendengar nya.


"Maafkan saya tuan, yang sudah mengganggu malam anda" ucap lova dengan wajah sendu.


Ron begitu tidak tega melihat wajah sendu nya. Dia mencoba untuk menenangkan lova yang sehabis mimpi buruk. Tapi dia gengsi


Masa raja harus iba sama pelayan. Pikirnya


"Lanjut kan saja tidurmu" ucap Ron dengan dingin dan langsung berbalik berjalan menuju kasurnya.


Lova ke balik berbaring dan menarik selimut nya sampai ke leher, tidak butuh waktu lama dia sudah terlelap. Begitupun dengan Ron dia juga sudah terlelap dalam tidur nya.


Malam yang cerah itu membuat dua insan yang berada di kamar utama dengan kasur yang berbeda mereka tempati. Dengan pihak 1 yang masih begitu polos dan baik hati dan pihak 2 yang begitu kejam, arogan, dan dingin.

__ADS_1


Tuhan memberkati pernikahan mereka berdua dan awal mula benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di antara mereka berdua. Belum sempat mereka sadari.


__ADS_2