Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Rasa yang Tumbuh


__ADS_3

Lova menghidangkan sepotong ayam bakar buatan nya ke piring Ron. Ron pun mulai mencicipi ayam bakar buatan lova.


Rasanya sangat gurih, dia benar-benar tau seleraku. Batin Ron


"Bagaimana rasanya tuan? Apa ada yang kurang pas?" Tanya lova dengan antusias pada Ron. Lova seperti seorang murid yang menanti penilaian dari gurunya.


"Hm lumayan, aku sedikit menyukai nya" jawab Ron yang memakan ayam bakar nya lagi.


"Terimakasih tuan muda" senyum lova.


"Sekarang aku ingin mencoba sup brokoli mu" ucap Ron


Lova pun dengan segera menyediakan sup brokoli ke wadah tempat makan Ron dan mulai mencicipi.


Ini.. seperti buatan mama. Batin Ron


"Dari mana kau belajar memasak?" Tanya Ron pada lova sambil memandang wanita itu.


"Saya belajar dari suster saya tuan, karna saya sering membuat makanan untuk anak-anak dirumah suster saya" jawab lova jujur. Dia tidak ingin memberi tahu Ron bahwa anak anak yang dia maksud adalah anak panti asuhan.


Ron mengangguk mengerti dan langsung melanjutkan menikmati makanan buat lova.


Lova senang sekali Ron menyukai masakan nya. Sifat Ron padanya juga sudah seperti selayaknya pasangan lawan jenis.


.


.


.


.


Makan malam sudah berakhir sekarang Ron dan lova sedang berada di kamar utama. Dengan Ron yang sedang membaca artikel di iPad miliknya sedangkan lova sedang membereskan baju-baju Ron dan menyimpan nya di lemari. Saat lova membuka laci dilemari tersebut dia melihat begitu banyak aksesoris dan perhiasan wanita.


Ini... Batin lova


"Apa yang kau lakukan" ucap pak Rut dari belakang mengagetkan lova.


Lova sontak langsung berbalik melihat asal suara tersebut.


"Saya han-"


"Jangan pernah menyentuh aksesoris dan perhiasan itu atau berpikir untuk mengambil nya, Karna itu akan membuat tuan muda marah." Ucap pak Rut memotong kalimat lova.

__ADS_1


"Ah ba-baik pak" ucap lova terbata.


Aku juga tidak terlalu tertarik dengan perhiasan dan aksesoris sebanyak itu, bagi ku itu terlihat terlalu mencolok. Batin lova


Lova memang berbeda dengan wanita lain yang sangat suka mengoleksi aksesoris dan perhiasan. Jika dia menyukai perhiasan dan aksesoris mungkin hanya perhiasan yang tidak terlalu mencolok.


Namun lova sangat suka mendesain perhiasan karna itu adalah sebuah hobby lova bisa mengepreksikan fantasi nya.


Lova pun langsung melanjutkan pekerjaan nya memberes pakaian Ron.


.


.


.


.


Di kamar yang terdapat dua insan suami istri itu.


"Tuan apa ada yang anda perlukan lagi" tanya lova yang sudah berdiri didepan Ron yang duduk di sofa sambil masih fokus memperhatikan iparnya.


"Tidak" jawab Ron dengan dingin.


"Kalau begitu saya akan kembali ke kamar saya" ucap lova yang sudah hendak berbalik karena lama menunggu Ron menjawab ucapan nya


"Tidur lah disini" ucap ron sambil meletakkan iPad nya di atas meja yang membuat lova mengurungkan niatnya untuk berbalik pergi


"Ah baik tuan" ucap lova menundukkan kepalanya karena Rona merah di wajah nya sudah aktif.


Ron dan lova pun tidur di ranjang yang sama lagi dengan Ron Yang memeluk tubuh lova dari belakang. Ternyata Ron sudah tidur dari tadi, tidak ada malam yang panas ya hanya tidur biasa.


Lova hanya diam berbaring di samping Ron dan belum tertidur. Dia masih berusaha membuat debaran jantung nya untuk tenang. Dia sangat gugup Ron memperlakukan nya lembut seperti ini, seperti suami istri yang saling mencintai saja. Lova mengukir senyum diwajah cantik nya.


Kenapa aku sangat bahagia sekali. Batin lova


Malam indah bagi lova itu menjadi malam yang nyenyak bagi mereka berdua. Ron yang memeluk lova dengan erat seperti tidak ingin melepaskan lova.


Mungkin dengan berjalan nya waktu akan menumbuhkan rasa cinta di antara mereka berdua.


.


.

__ADS_1


.


.


Pagi hari yang cerah dan segar lova sedang menyiram tanaman dibelakang rumah, lova mengembangkan senyum nya di wajah cantiknya melihat banyak sekali tanaman yang dia siram sedang bermekaran indah.


Sungguh pemandangan indah. Batin Ron


Ron melihat lova yang begitu senang menyiram tanaman bunga yang bermekaran indah. Dari balkon ruang kerja Ron melihat lova yang begitu antusias menyirami tanaman bunga itu.


"Tuan muda, anda ada meeting pagi ini dengan clain" ucap Kriss yang langsung membuat Ron menoleh asal suara.


Ron pun langsung melewati Kriss dan keluar dari ruang kerjanya. Memasuki kamar utama, dengan segera Ron menyuruh pak Rut memanggil lova untuk membantu nya bersiap.


Lova dengan langkah yang tergesa-gesa melangkah menuju kamar utama.


Lova dengan segera membuka pintu kamar utama tanpa mengetuk pintu ternyata Ron sedang di dalam kamar mandi.


Lova langsung masuk ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian kerja Ron. Memilih barang-barang branded import dengan sangat hati-hati dan teliti. Lova sudah mengetahui apa yang Ron tak suka dan yang ia sukai.


Dengan tiba-tiba Ron masuk ke ruang ganti dengan bertelanjang dada dan di pinggang terbalut handuk putih polos dengan rambut Ron yang basah membuat Ron terlihat sangat menawan. Lova hanya menganga melihat pemandangan indah itu.


Ron mengulas senyum di bibir nya.


"Heii, liur mu mau menetes itu" ucap Ron membuat lova tersadar.


"Ma-maaf tuan" jawab lova terbata. Lova hanya menunduk malu karna Ron mengejeknya begitu.


Bodoh kau lova. Batin lova


Saat lova Melihat Ron kesusahan melilit dasi nya dengan berinisiatif lova mengambil ahli membenarkan dasi Ron dan itu tanpa persetujuan Ron.


Ron hanya diam, dia menatap lekat lova yang fokus mempersiapkan dasi untuk nya.


Ron menatap lova dengan intens.


Cantik dan sungguh wanita yang dewasa. Batin Ron


Selesai lova memasang dasi untuk Ron. Ron masih saja memandang punggung lova yang sedang membereskan beberapa baju-baju kotor yang ada di atas keranjang.


"Tuan saya permisi dulu" ucap lova berlalu pergi dengan membawa keranjang pakaian kotor milik Ron.


Ron masih menatap lekat punggung lova yang sudah hilang di balik pintu ruang ganti tersebut.

__ADS_1


__ADS_2