
Lova keluar dari ruang ganti setelah menyiapkan baju tidur untuk Ron yang sudah di beritahu pak rut untuk nya ,dia terduduk di dalam sofa menatap tangan nya yang sudah menyentuh Ron, dia merasa takjub melihat tubuh Ron yang kekar wajah lova memerah malu.
Kenapa dia tampan sekali, aku bahkan tidak bisa mengendalikan mata ku menatap nya tapi sangat disayangkan dia begitu dingin, hehh sadarlah lova.
Ron keluar dari ruang ganti dengan menggunakan baju tidur yang disiapkan lova.
"Suruh pak Rut mengantarkan makan malam ke kamar saja"
"Baik tuan muda"
Lova pun bergegas pergi untuk menemui pak Rut, tak lama kemudian lova masuk ke kamar dengan pak Rut dengan memegang mapan berisi makan malam Ron dan lova.
Pak Rut mengambil remot didalam laci kamar Ron dan terbuka lah tirai yang didalam ruangan khusus seperti meja makan. Pak Rut meletakkan makanan dimeja makan tersebut.
Aku benar-benar gak tau kalo di balik tirai itu ada ruangan meja makan khusus dikamar, keren sekali. Dasar dunia orang kaya
"Silakan menikmati makan malam anda tuan muda dan nona"
"Terimakasih pak" lova menjawab dengan menundukan kepalanya.
Ron bangun dari tempat tidur dan duduk di kursi meja makan lova juga bergegas mengikuti Ron duduk.
"Aku mau udang itu!"
"Baik tuan" lova menyedok udang ke piring nya dan dengan cepat dia mengupas kulit udang tersebut untuk Ron
"Ambilkan bayam tumis itu!"
"Ahh iya tuan"
"Eehhh tidak, ambil kan ayam pedas saja!"
Lova sudah mau menyedok ayam pedas ke piring Ron
"Eehh tidak jadi deh, aku mau ikau teri itu!"
Lova sudah kelihatan kesal diwajahnya
Kenapa dia menggemaskan dengan wajah kesal seperti itu, aku ingin lebih mengerjai dia lagi. Ron
Dia sengaja mengerjai ku. Lova
__ADS_1
"Tuan jangan mengerjai saya lagi!"
Sorot mata Ron kesal mendengar jawaban lova, dia berani memberi keluhan pada Ron.
"Dasar wanita tidak tau malu, Memang aku tidak punya pekerjaan lain sampai mengerjai mu, berhenti membantah apa yang ku mau, perhatikan sikap mu untuk menyelamatkan perusahan ayahmu" suara Ron begitu meninggi dan membuat pak Rut di dekat mereka berdua hanya dia tanpa bergeming
Lova tercengang mendengar ancaman Ron.
Bisa-bisa nya dia memberi keluhan pada Ron.
"Maafkan saya yang sudah lancang tuan" tangan lova gemetar
Mereka pun lanjut memakan hidangan makanan di meja. Lova sangat berhati-hati melayani Ron dan mereka berdua pun selesai makan malam. Walau kecanggungan ada di kelakuan lova. Dua sudah berani mengeluh
Ron sudah duduk di kasurnya sambil bersandar.
"Heii. Aku ingin membaca, ambil kan buku astronomi di ruang kerjaku sekarang!!." Dengan nada memerintah
Apa! Aku kan punya nama tuan muda, permintaan mu menyebalkan sekali tuan muda.
"Seperti apa ciri-ciri buku nya tuan"
"Kamu tidak bisa membaca ya, cari kan saja buku yang bertulisan astronomi di sampul nya" Ron menjelaskan dengan raut wajah penuh jengkel melihat lova.
Lova keluar dari kamar dengan wajah cemberut, dia pun masuk keruangan kerja nya Ron, ruangan kerja nya Ron sangat besar lova pun terkejut saat baru memasuki ruangan kerja nya Ron karna rungan nya sangat besar dan mewah , terlihat begitu banyak buku-buku yang berjejer di rak.
"Apa dia gila ya, bagaimana aku bisa menemukan buku astronomi dengan buku sebanyak ini"
Lova mengeluh kesal. Dia bingung harus mencari dari bagian mana. Dia pun mulai mencari dari sudut awal. Belum setengah lova mencari di rak sudut dia sudah kelelahan karna buku nya sangat banyak.
Dan Ron sedang memperhatikan lova dari cctv-nya yg sudah terhubung di leptopnya dia melihat lova bertingkah kesal saat sedang mencari buku astronomi. Tanpa dia sadari Terlihat senyum tipis Ron melihat tingkah lucu lova.
"Kenapa dia bodoh sekali,tetapi dia kelihatan menggemaskan dengan tingkat bodoh nya itu" Ron tersenyum tipis
"Ini banyak sekali, bagaimana aku bisa menemukannya, apa kau sedang mengerjai mu ya tuan muda sialan, aku sumpah kau tersedak tulang ikan"
Lova terduduk sambil memaki Ron. Lova bangun dan keluar dari ruangan kerja Ron dan membawa buku lain.
"Tuan, saya hanya menemukan buku ini"
Lova menyerahkan buku itu ternyata itu bukan buku astronomi yang di pesan Ron. Terlihat wajah kesal Ron saat melihat buka yang diberi lova ternyata buku lain.
__ADS_1
Apa dia marah! Aku kecapean tuan muda, kalo ku tidak cepat kembali pasti aku dimarahi tetapi ini lebih dimarahi lagi huhuuu.
Ron melempar buku itu ke muka lova. Lova meringis kesakitan tetapi dia tidak bergeming sama sekali dia hanya menundukan kepala karna dia takut memberi respon kesakitan.
"Apa kau bodoh dan tuli?, Aku menyuruh mu mengambil buku astronomi tetapi kenapa kau malah mengambil buku lain" Ron dengan suara tinggi
"Maafkan saya tuan, saya tidak bisa menemukan buku yang anda maksud karna buku nya banyak sekali" sambil tangan yang gemetar lova menjawab Ron.
Namun ron menatap lova dengan tajam sampai-sampai lova tidak berani menatapnya.
"Berhenti membangkang, sudah tau salah mau menjawab lagi, apa kamu buta buku astronomi nya di atas meja kerja ku" Ron berteriak
Apa! Kenapa kau tidak bilang tuan muda
"Maafkan saya tuan, tadi saya tidak mencari di atas meja anda, saya akan kembali dan mengambil nya lagi untuk anda"
"Sudah lah, aku sudah tidak ingin lagi membaca kau sudah menghilang kan selera ku membaca, tetapi aku akan memberi mu perhitungan karna sudah Berani membangkang ku dan renunkan kesalahanmu"
"Saya akan menerima hukuman yang tuan Muda berikan" lova tersenyum tipis
Apa dia tersenyum, kenapa dia masih saja tersenyum, seharusnya kan dia menangis, baiklah aku akan mengerjai mu lagi.
"Berlutut lah semalaman dan jangan tidur sampai besok"
Lova pun berlutut menghadap tempat tidur Ron
"Ba-baik tuan"
Ron mematikan lampu di meja dekat tempat tidur nya dan langsung berbaring.
Lova hanya diam sambil berlutut
Tidak apa, ini hanya hukuman ringan, tidak seberat yang diberikan ayah dan ibu.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt
__ADS_1
Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi