
Pagi hari yang sudah di sambut matahari setelah hujan gerimis. Lova sudah menyiapkan segala kebutuhan Ron susuai intruksi pak Rut.
Sarapan berjalan seperti biasa. Tidak ada suara kata dari mulut, hanya ada suara dari dentingan sendok garpu yang menyentuh piring kaca. Orang tua yang seharusnya lebih di hormati hanya di anggap pengasuh yang di beli oleh Raja di rumah itu dan istri Sah secara agama dan hukum yang seharusnya mendapatkan perlakuan istimewa dan kasih sayang dirumah itu hanya di anggap tidak lebih hanya seorang pelayan yang digajih, siapa lagi kalo bukan Tuan Muda Ron Sinhe Fan berhati beku.
Rutinitas pagi seperti biasa yang tanpa warna itu sudah selesai dan akan menjelang siang hari.
Ron sudah berada di ruang kerja nya sehabis sarapa tadi pagi.
Lova yang berada di kamar sudah bersiap dengan dres santainya yang berwarna pastel dengan motif Sabrina membuat pundak mulus nya yang berwarna putih terlihat seksi oleh ada tulang kecantikan, taburan make up tipis di wajahnya yang natural menambah kan wajahnya yang sudah cantik dan imut bertambah lebih cantik dan manis lagi dengan rambut tergerai sepunggung lebih dia beri aksesoris di samping kepalanya benar-benar gadis yang cantik natural, dia sudah siap untuk pergi bersama Lala dan yopa. Namun dia terlihat seperti sedang ingin kencan
"Hmm, apalagi yang kurang ya?" Gumam lova.
"Aah iya, lipstik" hampir saja lova lupa memakai lipstik karna bibirnya yang sudah berwarna merah samar asli itu.
"Sudah!".
Lova sudah membawa tas nya dan pergi keruang kerja Ron untuk meminta izin. Terlihat pak Rut baru saja keluar dari ruang kerja Ron, dia menunduk pada lova dan terkejut melihat penampilan lova yang berbeda. Lova menjawab dengan senyuman cantik.
Nona sangat cantik sekali. Gumam pak Rut dalam hati.
Lalu dia langsung pergi melewati lova dan dia berbalik melihat lova lagi yang sudah berada dia depan pintu masuk ruang kerja Ron.
Tok tok tok. 3 kali ketukan oleh lova.
"Masuk" suara berat menjawab yaitu Ron.
Jeglek. Lova masuk dan langsung menutup pintu dia melangka ke depan ruang kerja Ron dan ternyata di dalam hanya ada Kris.
Kris menoleh pada lova dengan tatapan biasa.
Ron masih fokus dengan dokumen yang di atas mejanya tanpa melihat lova yang sudah melangkah mendekat ke depan meja kerjanya.
"Tuan muda, saya ingin meminta izin pergi keluar" Ron memberhentikan aktivitas nya dan menoleh pada lova.
Dengan tatapan terkejut Ron melihat lova yang begitu berbeda penampilan nya.
Dia imut sekali dan seksi. Gumam Ron dalam hatinya.
"Pulang lah sebelum malam, lakukanlah sesukamu." Ron langsung kembali melihat dokumen nya.
Dia tidak menanyai kemana lova pergi.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan muda"
senyum manis terukir di bibir lova.
Deg
Dan Ron melihat nya
Senyum yang tidak pernah Ron dapatkan selama lova menjadi istrinya dan baru kali ini Ron melihat lova tersenyum manis tanpa ada kepura-puraan.
Senyumnya membuat ku lemas, manis dan cantik sekali. Gumam Ron dalam hati.
Kris hanya diam tanpa melihat senyum lova tadi. Lova sudah pergi dari depan Ron.
Ron benar-benar tersadar ternyata lova sudah pergi dari depan nya.
"Kris bagaimana kabar Itali."
Ron mengalihkan pemikiran nya.
"Sesuai intruksi ada Minggu lalu Tuan, mereka sudah melaksanakan dengan baik".
"Hmm"
Lala mengiyakan.
"Hmhmhnh🎶🎶🎶" lova bergumam nada musik
Tiba-tiba yopa menelpon lova. Dan lova langsung mangangkatnya.
"Lova?, Kamu dimana?"
"Aku sudah dijalan dan ini akan menjemput Lala"
"Aku akan menunggu kalian berdua ya di kedai"
"Baiklah yopa" lova menutup telpon yopa
Lova sudah sampai di depan rumah Lala. Dia menyuruh taksi menunggu nya. Dia masuk kerumah Lala nampak Lala begitu panik dengan penampilan nya di kamarnya begitu banyak pakaian nya sudah melayang kemana-mana di lantai.
"Lala ada apa ini?" Tanya lova dengan kaget.
__ADS_1
Lalapun menoleh pada lova.
Dengan cepat dia menarik tangan lova.
"Aaahh, lova ku yang cantik, bantu aku pilih bajuku yang memukau kan untuk ku pakai" degan nada memelas Lala membujuk lova.
Lova benar-benar tidak bisa menahan tawanya.
"Lala, kau ini lucu sekali kalo sedang membujuk" lova mencubit pipi Lala karna rasanya menggemaskan.
"Ayolah lova, kau tau kan aku hari ini punya misi"
"Baiklah, aku akan membantumu. Hmmm bagaimana dengan ini di padukan dengan atasan dan rok?, Kau coba dulu"
Lova menyerahkan pakaian untuk Lala pakai.
Beberapa menit kemudian Lala keluar dari kamarnya.
"Lala, kamu cantik sekali, aduhh wajah manis ini begitu merona" lova mencubit pipi Lala lagi
"Benarkah. Lova ini bagus sekali, kau memang yang terbaik"
Permasalahan penampilan sudah selesai, lova sudah membantu Lala berdanda make up tipis namun tetap berkesan natural.
"Baiklah kita berangkat" ajak Lala.
Mereka berdua sudah di dalam mobil. Lova menoleh ke Lala. Terlihat Lala begitu pucat dan sedikit gemetar. Lova langsung panik melihat Lala.
"Lala kamu sakit ya?" Dengan sigap lova merasakan kening Lala dengan tangannya dan ternyata tidak panas.
Lala menoleh pada lova.
"Lova aku gugup sekali" sontak saja lova tertawa.
"Astaga Lala aku kira kamu sakit wajah mu yang sudah tertutup make up malah terlihat pucat" lova tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Lala yang begitu gugup karna ingin menyatakan perasaannya pada yopa.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
__ADS_1
Follow Ig : @nvmlesttt
Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi