Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Cuci Kaki ku


__ADS_3

Lova masuk ke kamar. Dan terlihat Ron sedang duduk membaca buku di atas tempat tidurnya.


Lova berjalan pelan menuju arah Ron. Lova takut apa yang akan terjadi padanya karna tadi dia benar-benar lupa waktu karna perbincangan dengan teman barunya. Dia harus memberanikan diri meminta maaf, walau dia tau jika nanti Ron akan marah dan menghukum nya lagi.


"Maafkan saya tuanmuda, saya tadi lupa waktu dan tidak menyadari bahwa anda sudah menyelesaikan makan malam anda"


Ron diam dan terus memperhatikan bukunya


Ayo lova menjilat lah. Agar kau bisa tidur nyenyak malam ini


Ron mendesah. Dan membuat lova terkejut


"Hmm"


"Ambilkan air hangat untuk mencuci kakiku"


Ron berbicara tanpa menoleh pada lova.


"Ah, baik tuan muda"


Dengan segera lova bergegas ke bawah dia berlari menuruni tangga, karna dia takut jika membuat Ron terlalu lama menunggu.


Lova sudah membawa sebeskom air hangat. Dia meletaknya di di samping bawah tempat tidur Ron.


"Tuan muda, air hangat nya sudah siap"


Ron meletakan bukunya di meja samping tempat tidurnya, dia langsung meletakkan kakinya dibeskom yg sudah berisi air hangat tersebut. Lova hanya berdiri melihat.


"Kenapa kamu hanya berdiri cepat bantu cuci kakiku" dengan tatapan dingin Ron menatap lova.


"Ba-baik tuan muda"


Dengan cepat lova bereaksi berlutut dan langsung mencuci kaki Ron.


Lova mencuci kaki Ron dengan sangat hati-hati.


Selesai sudah lova mencuci kaki Ron.


Ron langsung berbaring dan tertidur.


Lova turun kebawah dan mengantarkan baskom air hangat bekas Ron mencuci kaki tadi.


Didapur lova bertemu dengan Miya yang lagi sibuk mengelap gelas. Lova pergi menghampiri miya dan langsung membantu miya.


"Ehh nona tidak usah" Miya mencoba melarang lova membantunya.


"Sudah diam, Kita kerjakan sama sama"


Lova tersenyum dengan Miya.


Miya juga tidak bisa berkata apa-apa karna lova sangat bersikeras membantunya.

__ADS_1


"Nona, kenapa anda tidak pergi tidur, apa tuan muda sudah tidur"


Sambil fokus mengelap gelas.


"Tuan muda sudah tidur duluan, seperti nya dia kelelahan".


"Oh begitu, tapi bagaimana kalo tuan tiba-tiba mencari keberadaan nona nanti".


Lova tertawa tergelak mendengar pertanyaan Miya.


"Kenapa nona tertawa" dengan penuh wajah tanda tanya miya melihat lova yang tertawa.


"Tenang saja kamu tidak perlu kawatir, karna tuan muda tidak akan pernah mencariku jika aku hilang. Ehh asal kamu tahu ya aku dan tuan muda tidak tidur sekasur."


Dengan penuh percaya diri lova menjelaskan pada Miya.


"Tapikan kalian berdua suami istri nona"


"Sudah ku bilang aku tidak lebih hanya seorang pelayan seperti mu miya" lova tersenyum pada lova.


"Dan satu lagi jangan panggil aku nona, panggil saja aku lova"


"Tapikan kamu non.."


Belum habis Miya bicara sudah terpotong oleh lova.


"Eeisss, panggil lova"


Miya tersenyum tulus pada lova.


Lova juga membalas senyum Miya.


Aku tahu yang mana senyum tulus dan pura-pura dan sepertinya Miya ini hanya gadis polos yang tidak tahu apa-apa.


"Mulai sekarang kita berteman ya Miya"


"Baik non,, ehh lova"


Lova tertawa mendengar kalimat yang tidak jadi di ucap Miya.


"Iyaa, sekarang aku duluan pergi ya, karna ini sudah beres."


"Baik lova, selamat malam ya"


Lova tersenyum dan langsung melangkah pergi karna dia sudah selesai membantu miya mengelap gelas.


Nona lova sangat ramah sekali, seharusnya wanita baik dan polos seperti nona lova tidak seharusnya berada dirumah yang seperti sangkar neraka ini Huhh. Batin Miya.


Lova sudah masuk ke kamar dengan hati-hati saat melewati Ron yang sedang tertidur pulas.


Lova berbaring di kasur dekat jendela dimana tempat dia tidur dari sejak masuk kerumah ini.

__ADS_1


Lova sudah memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat nya kaget.


Ternyata ada pesan dari yopa dan 12 kali panggilan tak terjawab juga dari yopa.


Lova kaget mungkin pas yopa menelponnya tadi dia sedang di bawah membantu miya.


Dengan cepat lova membalas pesan dari yopa dan menanyakan kenapa dia sampai 12 kali menelponnya.


Sudah lova membalas pesan dari yopa tiba-tiba yopa menelponnya. Dengan cepat juga lova menjawab nya dengan suara pelan karna dia tidak ingin membangunkan Ron yang sedang tertidur.


"Hallo,, yopa ada apa?"


"MMM, lova! Besok kamu ada waktu kan?"


"Iya besok kan akhir pekan, kenapa"


"Kamu msih ingatkan dengan ajakan ku akhir pekan lalu?"


"Apa? Aku benar-benar sudah lupa"


"Ahhh, kamu lupa ya! Gini nah, akhir pekan lalu aku mengajakmu untuk pergi dengan ku ke kedai yang sering kita kunjungi waktu kuliah"


"Oh itu, iya aku sudah ingat, Lala pasti bersemangat sekali"


"Tapi, aku mau kita berduaan saja kesana"


"Lhoo kenapa? kita Lala kan dulu juga sering kesana"


"MMM, yasudah besok kamu ajak Lala yaa".


Yopa benar-benar tidak enak jika tidak mengajak Lala, karna kemaren dia sudah terlanjur bilang juga buat Lala. Padahal kesempatan ini yopa ingin mengutarakan perasaannya pada lova yang sudah dari dulu dia pendem


"Baik, besok jam 10 ya"


"Iyaa, yasudah kamu istirahat lah lebih awal, selamat malam lova"


Yopa tersenyum dari balik telpon.


"Iya kamu juga, aku tutup telpon nya ya"


"Iya"


Malam itu lova benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud yopa yang hanya ingin mengajaknya pergi berduaan. Lova benar-benar wanita yang polos. Atau dia hanya pura-pura tidak tahu.


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman


Follow Ig : @nvmlesttt

__ADS_1


Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi


__ADS_2