Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Mengantar mu pergi bekerja


__ADS_3

Lova tersenyum manis disaat pandangan mereka berdua bertemu. Dan Ron membalas nya dengan senyuman juga.


"Makanan nya enak ko" jawab lova


"Lalu kenapa kau hanya mengaduk-aduk nya saja, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Ron


"Tidak, aku hanya sedikit lelah" jawab lova tanpa keraguan.


Ron menghela nafas nya dengan kasar. "Baiklah aku tidak akan menyuruh mu melayani ku malam ini... Tapi buatkan aku teh seperti biasa" ucap Ron tersenyum pada lova.


Lova yang mendengar itu tersipu malu. Karna Ron mulai perhatian padanya.


"Baik tuan"


Mereka pun kembali melanjutkan makan malam nya. Hingga tiba waktunya lova membuat teh herbal hangat untuk Ron. Lova melihat Kriss yang sedang duduk dihalaman belakang dengan mengontak-Atik leptop nya.


"Miya!" Panggil lova pada Miya dan langsung membuat Miya menghampiri nya.


"Tolong bantu aku antarkan ini untuk tuan Kriss, bilang saja aku yang membuat nya" ucap lova yang langsung memberikan nampa secangkir teh herbal diatasnya


Miya pun mengangguk mengerti dan langsung membawa nampa tersebut untuk dia berikan teh herbal untuk Kriss.


"Tuan, ini secangkir teh herbal buatan nona Feynata" ucap Miya dan langsung Kriss ambil secangkir teh herbal hangat tersebut.


Ternyata dia tidak melupakan permintaan ku waktu itu batin Kriss tersenyum


.


.


.


.


Di ruang kerja lova langsung masuk setelah mengetuk pintu ruangan tersebut. Lova mengerutkan dahi nya melihat lelaki berbaju jas hitam berdiri membungkuk kan kepalanya menghadap Ron.


Lova langsung meletakkan secangkir teh herbal hangat tersebut ke meja depan sofa Ron, karna Ron sedang duduk di sofa


"Kemarilah" Ron sambil mengulurkan tangannya pada lova, dan lova langsung duduk di samping Ron.


Ron langsung merangkul pundak lova yang membuat lova deg-degan.


Apa yang sedang dia lakukan batin lova


"Perkenalkan diri mu!" Titah Ron pada lelaki berjas hitam tersebut.


"Perkenalkan nona nama saya jaygrit anda bisa memanggil saja Jay, saya akan menjadi supir pribadi anda" ucap Jay dengan formal.


Apa, dia memberikan ku supir pribadi batin lova.


Lova yang begitu terkejut merasa kan sangat kebingungan.

__ADS_1


"Tuan, anda tidak perlu repot-repot, ini terlalu berlebihan" ucap lova pada Ron.


Dia memang wanita yang berbeda. Batin Ron


"Aku tidak suka ojek online sering menunggu di depan gerbang rumah ku, itu bisa membuat reputasi ku menjadi buruk, lagian aku memiliki banyak mobil yang sudah bosan aku pakai, jadi gunakan salah satunya"


Kau yang begitu berlebihan lova, dia tidak akan benar-benar peduli padamu. Batin lova


"Baiklah, terimakasih tuan muda" ucap lova


Hm


Jawab Ron


"Kau tau kan pekerjaan mu sekarang?" Tanya Ron pada Jay


"Iya tuan" jawabnya


"Baiklah, sekarang kau kembali lah istirahat." Perintah Ron pada lova. Lova pun mengangguk dan langsung melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Ron.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi hari lova seperti biasanya tugas lova membantu para pelayan di dapur dan melayani Ron sungguh rutinitas yang sudah lova biasakan 6 bulan lebih selama tinggal di rumah Ron.


Disaat waktu nya tiba mengantarkan Ron pergi bekerja.


"Apa kau sudah siap" tanya Ron.


"Hah, maksud anda apa tuan" tanya lova balik.


"Cih, wanita bodoh, apa kau sudah siap pergi bekerja" tanya Ron lagi dengan nada yang sedikit tinggi


"Aaaa ituu, sudah tuan" jawab lova takut.


" Sekarang naiklah, aku akan mengantarmu pergi bekerja" ucap Ron yang langsung naik kedalam mobil duduk di kursi penumpang. Sedangkan lova masih berdiri dan menganga mendengar kalimat dari Ron.


Apa, mengantar ku pergi bekerja, mengantar mu pergi bekerja, mengantar mu pergi bekerja. Kalimat itu terngiang-ngiangĀ  di pikiran lova.


Ron menatap lova dengan kesal karna lova sangat lemot mencerna perkataan nya.

__ADS_1


"Apa kau akan terus berdiri disitu, oh baiklah aku akan terus menyuruhmu un-" belum sempat Ron melanjutkan kalimatnya sudah lova potong


"Sebentar tuan, saya ambilkan tas selempang saya dulu" ucap lova yang langsung berbalik berlari masuk kedalam rumah.


"Pelan-pel-" ucap Ron dan Kriss bersamaan. Ron yang mendengar itu menjadi tidak senang.


"Maafkan saya tuan" ucap Kriss, Kriss mengerti dengan tatapan Ron yang melihat nya dari kaca spion depan.


Ron hanya diam dan tak menjawab Kriss.


"Dasar wanita yang bodoh" gumam Ron saat melihat lova berlari dengan cepat keluar dari pintu masuk.


Lova langsung masuk ke dalam mobil disamping supir. Dan tentu saja Ron memasang muka yang kesal.


"Mari kita berangkat" ucap lova polos dan nafas yang ngos-ngosan


Kriss mengerti Ron sedang marah dan tidak berani menjalankan mobil.


"Kenapa kita belum berangkat?" Tanya lova pada Kriss dan langsung menoleh kebelakang melihat Ron.


Lova begitu terkejut melihat Ron menatap nya dengan tajam.


"Duduk dibelakang!" Ucap Ron dengan nada dingin.


Lova tersentak terkejut. Dan langsung keluar dari dalam mobil dan pindah duduk di kursi penumpang


"Maafkan saya tuan muda" lirih lova takut.


Ron hanya diam dan tak mau menjawab lova.


Kenapa suasana nya begitu mencekam sekali batin lova.


Lova pun mencoba menarik nafasnya untuk menetralkan rasa canggung nya. Sedangkan Jay supir lova sudah dibelakang mengikuti mobil Ron.


"Tuan muda, kata orang dulu tidak baik memasang wajah yang cemberut di pagi hari, nanti kaki nya di patok ayam" ucap lova mencoba membujuk Ron.


Ron yang sedari tadi fokus melihat jalanan sambil berwajah kesal pun langsung mengulas senyum nakal.


Apa dia sedang membujuk ku, hm baiklah akan ku kerjai dia balik. Batin Ron.


"Kalau ayam Berani mematok ku, nanti akan ku jadikan dia sebagai ayam panggang" ucap Ron.


Lova pun langsung melotot kan mata nya, terkejut


"Ah itu.,...Anda kejam sekali tuan" lirih lova.


"Hahaha" tawa Ron "ayam panggang kan memang enak, ku yakin juga kau suka makan ayam panggang" sambung Ron.


Kenapa tawanya begitu menyeramkan. Batin lova


"Hm, iya tuan hehe" tawa lova dengan canggung.

__ADS_1


"Cihh, dasar kau wanita bodoh" ucap Ron tersenyum sinis


__ADS_2