Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Gadis Itu,,,,,!!!


__ADS_3

Andis menghampiri Ghea dengan wajah tegang. Ghea yang sedang sibuk dengan kertas bon- bonnya kaget melihat ekspresi Andis.


"Kamu kenapa Dis,,?".


"Maaf mbak,,,!" Andis membisikkan sesuatu kepada Ghea.


Lisa yang berada disamping Ghea mengerucutkan keningnya, ia penasaran.n


"Dimana,,,?" Tanya Ghea.


"Didepan mbak,," Jawab Andis.


"Ada apa Ghe,,,?" Lisa menahan tangan Ghea yang hendak melangkah keluar.


"Ardie,,,!" Jawab Ghea.


"Apa,,,! Cowo itu lagi. G*la tu orang ya, nggak ada kapok- kapoknya. Sini biar gue yang ngadepin Ghe. Gue geprek-geprek tu orang".


Lisa menjadi sangat emosi begitu tahu kalau Ardie datang menemui Ghea lagi.


"To,,,! Loe ikut gue" Lisa memanggil Dito untuk ikut bersamanya.


Ghea membiarkan Lisa dan Dito menemui Ardie. Sedangkan Ghea menunggu di dapur, ia tidak ingin bertemu dengan Ardie. Baru beberapa hari yang lalu Ardie datang dan membuat keributan di rukonya hingga para pedagang disamping menjadi khawatir.


Lisa datang menghampiri Ardie, dan Dito mengikutinya di belakang. Uli dan Andis hanya menatap dari jauh. Untungnya hari sudah sore, jadi ruko suasana ruko sepi tidak ada pelanggan.


"Mau apa lagi loe datang kesini,,,?" Tanya Lisa berdiri di hadapan Ardie.


"Gue mau ketemu Ghea. Mana Ghea,,,? Ghe,,,! Ghea,,,,! Keluar Ghe, aku mau ngomong sama kamu" Teriak Ardie.


"Hei,,, Bisa diam nggak sih" Bentak Lisa.


"Ghea nggak ada, dia udah pulang".


"Gue nggak percaya. Gue yakin Ghea ada ada didalam. Minggir kalian, gue mau ketemu Ghea".


Ardie mencoba masuk kedalam ruko. Namun Lisa berdiri menghadangnya.


"Loe mau ngapain,,,? Loe nggak boleh masuk. Dito,,,,! Tahan dia,,,"


Lisa dan Dito berusaha menghadang Ardie agar tidak masuk. Ardie geram, ia menghentakkan tangannya kedepan hingga tubuh Lisa dan Dito terdorong ke belakang namun tidak terjadi. Andis kaget melihat kejadian itu, ia kembali masuk menemui Ghea.


"Mbak Ghea,,,! Kak Lisa sama kak Dito berantem. Gimana ini mbak,,,?".


Ghea menggepalkan tangannya, ia berdiri dan melangkah keluar. Lisa dan Dito masih terlibat pertarungan sengit hingga


"Plaakk,,,! Sebuah tamparan melayang di pipi Ardie.


Lisa dan Dito terkejut melihat Ghea menampar Ardie. Mereka tidak menduga Ghea bisa melakukan hal tersebut.


Ardie meringis memengang wajahnya yang kesakitan. Ia berpaling menatap Ghea, Ardie tidak pernah menduga Ghea bisa berbuat seperti itu.


"Ghea,,,!" Panggil Ardie lembut.


Ardie tetap bersikap lembut. Ardie memang memiliki karakter yang kasar, tapi entah kenapa ia menjadi sangat lemah didepan Ghea.


"Apa yang kamu lakukan Ardie,,,? Untuk apa kamu datang kesini lagi".


"Aku mau bicara dengan kamu Ghea. Aku mohon,,,! Untuk kali ini saja".


Ghea menghela nafas.


"Ikut aku. Kita bicara diluar".


Ghea berjalan keluar dan Ardie mengikutinya. Lisa dan teman- teman menatap Ghea dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


~


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan ibu kota yang sedang macet. Pak Yadi menatap kedepan dengan konsentrasi penuh. Bram duduk disamping pak Yadi sambil melihat tablet. Sementara itu Reyhan menikmati hobbynya menatap keluar jendela.


"Kali ini kita bisa membungkam media, Tuan muda. Tapi saya khawatir masalah ini akan muncul kembali" Ucap Bram.


"Itu tugas kamu Bram. Kamu harus memastikan kejadian ini tidak terulang kembali" Jawab Reyhan santai.


"Pekerjaan saya sudah banyak Tuan muda dan sekarang bertambah lagi, dan mungkin akan terus bertambah. Waktu saya tersita dengan semua pekerjaan ini. Saya bahkan tidak punya waktu untuk berkencan Tuan muda" Ucap Bram.


Reyhan merupakan orang yang santai kalau di luar kantor, ia bisa dengan santai mendengarkan cerita orang lain dan menjadi sangat nyaman untuk diajak bicara tentu saja ini khusus hanya untuk Bram.


Bram terus mengoceh dan Reyhan membiarkannya, itu merupakan hiburan sendiri baginya. Reyhan tahu pekerjaan dan tanggung jawab Bram sangat banyak namun selalu bisa diselesaikan dengan baik. Mobil terus melaju.


Ditaman


Ghea berhenti disebuah taman kota di persimpangan lampu merah. Taman kecil yang letaknya tidak terlalu jauh dari rukonya.


"Sekarang katakan, apa yang kamu inginkan. Aku tidak punya banyak waktu,,,!"


Ghea menatap tajam kearah Ardie.


"Aku mau tanya satu hal sama kamu,,! Apa kamu kembali bersama Yuda,,,?" Tanya Ardie.


"Apa maksud kamu,,,?".


"Aku melihat kamu berbicara sangat dekat dengan Yuda. Apa kamu benar telah kembali bersama Yuda,,,?"


"Omong kosong apa lagi ini Ardie,,,! Aku dan Yuda sudah putus, hubungan kami sudah lama berakhir. Jadi jangan membicarakan tentangnya lagi" Tega Ghea.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak mau menerima cintaku,,,? Apa aku kurang baik, kurang kaya, kurang ganteng,,,? Kenapa Ghe,,,! Kenapa,,,,?".


"Ardie,,,! sudah berapa kali aku katakan, aku nggak suka sama kamu. Jadi mana mungkin aku menerima kamu sedangkan aku nggak punya perasaan apapun untuk kamu. Cinta itu nggak bisa dipaksa Ardie. Aku mohon kamu ngerti itu".


Ardie meraih tangan Ghea dan menggenggamnya erat.


Genggaman Ardie bertambah kuat hingga Ghea kesakitan.


"Awww,,, Lepaskan Ardie,,,! Kamu menyakitiku".


Ghea berusaha melepaskan genggaman Ardie namun tidak bisa. Semakin ia mencoba semakin terasa sakit.


"Lepaskan Ardie,,,! Kamu tidak sadar kalau kamu telah menyakiti Ghea" Yuda muncul dan menghempaskan tangan Ardie.


"Yuda,,,,!" Tatap Ghea.


"Kamu tidak apa- apa kan Ghe,,,,!" Tanya Yuda.


Ghea menggeleng sambil mengelus- ngelus tangannya. Yuda melihat tangan Ghea yang memerah akibat ulah Ardie.


"Apa yang kamu lakukan Ardie,,,? Kamu menyakiti Ghea".


"Ini bukan urusanmu Yuda. Minggir kamu,,,! urusanku dengan Ghea belum selesai. Kamu tidak punya hak untuk ikut campur".


"Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Ghea".


Ardie dan Yuda saling menatap tajam. Mereka layaknya pangeran yang sedang melindungi san putri. Tapi mereka tidak menyadari kalau sang putri sedang ketakutan dengan sikap mereka tersebut.


Mobil Reyhan berhenti di lampu merah. Bram masih mengoceh.


"Saya bekerja sepanjang hari hingga tidak punya waktu untuk kehidupan pribadi. Tidakkah Tuan muda mengasihani saya. Kalau begini terus saya bisa jadi jomblo abadi Tuan muda"


Pak Yadi tertawa mendengar ucapan Bram.


"Tu, pak Yadi saja bisa merasakan penderitaan saya, masa Tuan muda tidak merasa kasihan terhadap saya".

__ADS_1


"Terus aku harus bagaimana,,,? Apa aku harus mencarikan jodoh untukmu,," Jawab Reyhan masih memandang keluar.


"Itu ide bagus Tuan muda" Bram Girang.


"Enak saja kamu. Aku saja belum punya,,,!" Canda Reyhan.


Bram merasakan sesuatu dibalik ucapan Reyhan, ia memalingkan wajahnya kebelakang menatap Reyhan.


"Memangnya Tuan muda ingin punya kekasih,,? Bukannya Nyonya sudah mencarikan calon, tetapi kenapa Tuan muda tidak mau,,,?".


"Aku tidak suka" Jawab Reyhan.


"Memangnya gadis seperti apa yang Tuan muda sukai,,,? Tuan muda tinggal bilang. Nanti saya bantu carikan".


"Kamu sudah mulai lancang Bram,,,!"


"Maaf Tuan muda,,,!"


Reyhan memalingkan wajahnya ke arah taman yang terletak tepat disamping jalan. Pandangannya tertuju pada gadis yang sedang terlibat pertengkaran dengan beberapa pria.


"Gadis itu,,,!!! Gumam Reyhan.


Ardie kembali mendekati Ghea namun Yuda menghadangnya.


"Minggir kamu Yuda, Ghea akan menjadi milikku" Ucap Ardie.


"Jangan mimpi kamu Ardie, Ghea masih milikku dan akan tetap menjadi milikku" Balas Yuda.


"Kamu lupa, kamu sudah putus sama Ghea. Jadi hanya aku yang berhak memilikinya sekarang".


"Kamu tidak akan pernah bisa mendapatkannya Ardie. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi".


"Minggir kamu Yuda,,,!" Ardie terus tubuh mendorong Yuda.


"Brukk,,,!" Yuda melepaskan sebuah pukulan diwajah Ardie.


Ghea terkejut.


Ardie terhempas kebelakang, darah segar mengalir di bibirnya. Amarahnya tidak dapat terbendung lagi.


"Kurang ajar kamu Yuda,,,!"


"Bruukkk" Pukulan balasan diberikan Ardie kepada Yuda hingga membuat Yuda terjatuh.


Yuda bangkit dan kembali menghujam Ardie dengan pukulan dan Ardie juga memberikan perlawanan. Pertengkaran itu terus berlangsung tanpa ada yang mau mengalah.


Ghea terdiam terpaku, ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Cukup,,,!" Teriak Ghea.


"Cukup hentikan,,,! Aku muak melihat kelakuan kalian".


Ghea menarik nafas yang tersengal- sengal.


"Kalian mau ribut silahkan, kalian mau berantem silahkan, kalian mau apapun aku nggak peduli. Silahkan,,,! Lakukan apa yang kalian suka. Jangan libatkan aku".


Ghea berbalik ingin meninggalkan Yuda dan Ardie.


Besambung,,,!!!


Kalian tim mana nih


Yuda


Ardie

__ADS_1


Atau,,,!


Next aja ya jawabnya


__ADS_2