
Reyhan masuk kedalam kamar dan melihat sekeliling, pandangan tertuju kesebuah foto yang berada di meja hias Ghea. Foto Ghea bersama kedua orang tuanya dengan memakai jubah wisuda.
"Cantik,,,! Kamu sangat cantik Ghe,,,! Bagaimana mama dan papa bisa punya putri secantik Ghea. Mama dan papa harus tanggung jawab, karena putri anda telah mencuri hatiku,,,!".
Reyhan tertawa geli setelah mengatakan kata- kata itu.
"Sial,,, Sejak kapan aku jadi bucin,,,!"
Reyhan kembali tertawa.
Reyhan kembali menelusuri kamar Ghea dan ia kembali tertarik pada sebuah kasur yang terbentang diatas lantai.
"Kenapa tidak ada ranjangnya,,,? Apa mungkin sudah dipindahkan karena Ghea sudah menikah,,,? Eemm,,,?" Reyhan mengerutkan keningnya.
Reyhan mengambil pakaiannya didalam tas dan menuju kamar mandi, ia ingin membersihkan tubuhnya yang sudah penuh keringat. Kamar mandi Ghea memang tidak sebesar kamar mandi di apartemenya namun walaupun begitu kamar mandi itu tetap nyaman dan bersih.
Reyhan menikmati kesegaran yang ia rasakan dari setiap tetes air yang mengalir membasahi tubuhnya.
Tidak beberapa lama Reyhan pun telah selesai mandi dan sudah berpakaian, ia memakai pakaian yang telah Bram siapkan untuknya yaitu setelan piyama tidur. Reyhan keluar dari kamar mandi kemudian mencari sosok Ghea namun ia tidak menemukannya.
"Ghea dimana,,,? Apa masih bersama mama,,,?".
Reyhan keluar kamar dan menuju kamar mama Lidya.
Ghea sedang berbincang dengan Mama Lidya didalam kamar.
"Ma,,,! Mama jangan pergi kekantor pakai motor lagi ya,,,! Ghea tidak mau kalau mama sampai kenapa- napa lagi,,,?" Ucap Ghea.
"Kalau mama tidak pakai motor, terus mama kekantor pakai apa,,,?" Tanya Mama Lidya.
"Mama kan bisa naik ojek. Sekarang ojek online banyak ma,,,! Mama juga bisa naik taxi kan,,,!".
Mama Lidya menatap mata putrinya yang sedang dilanda kekhawatiran.
"Ghea,,,! Mama tidak apa- apa,,,! Mama tidak terbiasa naik ojek, mama lebih nyama naik motor mama sendiri".
"Tapi kalau mama terjatuh lagi bagaimana,,,? Ghea tidak mau mama terluka lagi,,,! Mama tidak merasakan sakit di lengan mama,,,?".
Mama mengelus lengannya yang terbalut kain perban.
"Ini,,,! Ini mah bukan apa- apa sayang,,,! Kamu lupa mama pernah terluka lebih parah dari ini. Kamu kenapa jadi cengeng begini sih,,,? Kamu kan juga paling suka ngebut pakai motor,,,!".
"Mama,,,!" Ghea mulai menangis.
"Ghea beda sama mama,,,! fisik Ghea masih kuat sedangkan mama tidak sekuat dulu lagi. Jadi mama jangan menyamakan Ghea dengan kondisi mama sekarang. Ghea tidak mau mama sampai terluka lagi. Ghea hanya takut kalau harus kehilangan mama".
Mama Lidya memeluk Ghea yang telah terisak menahan tangis.
"Sudah,,,,! Sudah tidak apa- apa,,,! jangan menangis lagi. Mama mengerti kamu khawatir sama mama. Baiklah,,,! Mama tidak akan pergi ke kantor pakai motor lagi".
Ghea melepaskan pelukannya.
"Benar,,,! Mama benar tidak akan naik motor lagi,,,? Janji,,,,!".
"Iya, mama janji,,,! Kamu jangan nangis lagi ya,,,,!".
Mama Lidya kembali memeluk putrinya dengan sangat erat sambil membelai rambut Ghea. Mereka tidak menyadari bahwa Reyhan sedang berdiri dibalik pintu dan telah mendengarkan semua pembicaraan mereka.
"Ghea begitu mengkhawatirkan mamanya. Aku tidak tahu kalau Ghea segelisah itu memikirkan mamanya".
"Tuk,,, tuk,,, tukk,,,!"
Reyhan mengetuk pintu kamar mama Lidya
"Reyhan boleh masuk ma,,,,?".
Ghea melepaskan pelukan mamanya dan menatap kearah pintu.
"Masuklah Reyhan,,,!" Ucap mama Lidya.
Reyhan masuk kedalam kamar mama Lidya dan berjalan mendekati Ghea, ia melihat Ghea sedang menghapus air matanya.
"Kamu menangis Ghe,,,?" Reyhan tidak suka melihat Ghea menangis.
__ADS_1
"Maaf ma,,,! Reyhan mau bicara sesuatu,,,!" Reyhan menarik nafas dan memulai pembicaraan.
"Begini ma,,,! Reyhan setuju dengan ucapan Ghea tadi, mama tidak perlu memakai motor mama lagi. Reyhan sudah mencarikan seorang supir pribadi untuk mama yang akan mengantar dan menjemput mama pergi bekerja".
"Apa,,,,! Kamu tidak perlu melakukan itu Reyhan,,,! Mama tidak apa- apa kok,,,?" Mama Lidya berusaha menolak.
"Ma,,,! Ghea setuju dengan usul Reyhan. Ghea akan lebih tenang kalau mama memang punya supir pribadi" Ucap Ghea.
"Iya ma,,,,! Kami hanya ingin melindungi mama dan juga kami merasa tenang kalau ada yang menjaga mama" Sambung Reyhan.
"Tapi itu terlalu berlebihan, masa mama pergi kekantor harus pakai supir sih,,,! Mama malu dilihat orang" Mama Lidya tertawa malu.
"Kenapa mama harus malu, mama kan tidak melakukan kesalahan apapun. Lagi pula jaman sekarang semua orang memang sudah menggunakan supir pribadi. Ya kan Rey,,,!" Ucap Ghea.
"Iya ma,,,! Ghea benar" Sambung Reyhan.
Mama Lidya terdiam sejenak.
"Baiklah. Kalau hal itu membuat kalian merasa lebih tenang, mama ikut saja. Mama juga tidak ingin kalian terus mengkhawatirkan mama".
"Benar ma,,,! Mama setuju" Ghea tersenyum riang sambil memeluk sang mama.
"Iya,,, mama setuju" Ucap mama Lidya. "Sudah,,, sudah,,,! Kalian berdua keluar sana, mama mau istirahat".
"Ya udah,,,! mama istirahat ya. Kalau perlu apa- apa mama panggil Ghea ya,,,!"
Mama Lidya mengangguk pelan, Ghea membantu mama berbaring dan menyelimuti beliau.
Reyhan dan Ghea keluar dari kamar mama Lidya.
"Rey,,,!" Ghea menatap Reyhan.
"Makasih ya,,,! Kamu sudah begitu banyak membantu mama".
Reyhan memeluk Ghea dan membenamkan wajah Ghea kedadanya.
"Kenapa kamu harus berterima kasih,,,! Ini sudah menjadi kewajiban aku untuk memberikan yang terbaik untuk mama".
Reyhan melepaskan pelukan dan kembali memandang Ghea.
Ghea mengangguk " Iya,,,!".
Ghea melepaskan diri dari pelukan Reyhan menyadari dirinya belum mandi dari tadi.
"Kenapa,,,?" Tanya Reyhan.
"Tidak apa- apa,,,!" Ghea berlari menuju kekamarnya dan ingin segera mandi.
"Kenapa sih,,,?" Reyhan bingung
Ghea langsung masuk kamar dan menuju kekamar mandi, sementara itu Reyhan mengikutinya dari belakang. Reyhan meraih ponselnya dan memeriksa panggilan dan pesan yang masuk.
Reyhan berbaring dikasur Ghea yang berukuran sedang itu sambil memainkan ponselnya.
Selang beberapa menit kemudian Ghea keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk. Ia melirik Reyhan yang sedang sibuk dengan ponselnya. Ghea berjalan perlahan menuju lemari pakaiannya dan memilih beberapa baju, namun Ghea bingung harus memakai baju apa untuk dia tidur.
"Aduh,,,! aku harus pakai baju apa nie,,,? Masa pakai tank top ini sih,,,?".
Ghea bingung memilih baju karena ia tidak memiliki baju tidur khusus bahkan ia tidak punya piyama panjang seperti miliknya dirumah Reyhan.
"Pakai apa ya,,,! Kaos, blues atau kemeja,,,,! Ah,,,!" Ghea menggaruk kepalanya.
Reyhan melirik kearah Ghea dengan pandangan heran sambil tersenyum tipis melihat sikap Ghea yang aneh.
"Kamu kenapa,,,?" Tanya Reyhan akhirnya.
"Eh,,, iya,,,! Eh,,, tidak,,,!" Ghea bingung harus menjawab apa.
"Ada apa,,,? Apa yang sedang kamu lakukan,,,? Kamu tidak ingin tidur,,,?"
Reyhan memandangi Ghea yang masih menggunakan jubah handuk.
"Kamu belum ganti baju,,,,? Atau kamu mau tidur pakai handuk,,,?" Reyhan seperti telah mengetahui kebingungan yang dirasakan Ghea.
__ADS_1
"Kamu pakai saja baju tidur yang biasa kamu pakai. Tenang saja aku tidak akan merayumu,,,!" Ucap Reyhan sambil mengendipkan matanya.
"Apanya yang tidak akan merayu, itu barusan apa coba. Kenapa dia mengendipkan matanya".
Ghea akhirnya mengambil beberapa baju dan kembali masuk kedalam kamar mandi.
Reyhan tersenyum melihat tingkah istrinya tersebut.
Tidak lama kemudian Ghea keluar dari kamar mandi dengan memakai kemeja lebar dan panjang yang dapat menutupi pahanya sampai lutut. Sedangkan didalamnya ia hanya memakai tank top dan celana pendek.
Reyhan terkejut menatap Ghea dengan penampilan yang berbeda, memakai kemeja panjang dengan rambut basah terurai membuat ia mulai berpikir sesuatu yang nakal. Melihat perempuan memakai atasan kemeja tanpa bawahan memang lebih menggoda bagi para pria dari pada memakai lengerie.
Ghea menghampiri Reyhan dan langsung naik keatas kasur sambil meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu sedang menggodaku ya,,,?" Ucap Reyhan.
"Maksud kamu apa,,,?" Ghea tidak memahami maksud Reyhan.
Reyhan menarik selimut dan membuangnya kelantai. Ghea terkejut dan bangun sambil menatap Reyhan.
"Apa yang kamu lakukan,,," Tanya Ghea.
"Seharusnya aku yang tanya,,,! Apa maksud kamu memakai kemeja ini,,,? Kamu tidak sadar kalau kamu sedang berusaha untuk merayuku,,,!" Jawab Reyhan.
"Apa,,,? Merayu,,,! Siapa yang sedang merayu kamu. Aneh,,,!".
Ghea berdiri ingin mengambil selimutnya kembali namun Reyhan meraih tangan Ghea dan menariknya hingga membuatnya terjatuh. Reyhan langsung memeluk Ghea dan tidak mengiraukan Ghea yang meronta ingin melepasakan diri. Ghea akhirnya menyerah dan pasrah didalam pelukan Reyhan.
"Tidak tahukah kamu kalau pria lebih tergoda dengan wanita yang memakai kemeja daripada bikini,,,?" Ucap Reyhan.
"Kenapa begitu,,,?" Tanya Ghea
"Karena pria lebih penasaran dan tergoda dengan sesuatu yang tidak terlihat jelas dari pada yang terpampang nyata,,,! Dan itu yang aku rasakan saat ini,,,!" Bisik Reyhan ditelinga Ghea.
Ghea mencubit pinggang Reyhan dengan sedikit keras membuat Reyhan berteriak kesakitan.
"Auww,,,! Sakit Ghe,,,!" Reyhan mengelus bekas cubitan Ghea.
"Dasar mesum,,,,!" Ucap Ghea
Ghea kembali berdiri dan langsung mengambil selimutnya.
"Jangan macam- maca lagi ya,,,!" Ancam Ghea.
Reyhan mengangkat kedua tangannya keatas tanda menyerah.
Ghea berbaring kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu tidur pakai kemeja itu,,,!" Tanya Reyhan lagi.
"Kenapa,,,?" Ghea berbalik membelakangi Reyhan.
"Itu nggak nyaman Ghe,,,! Dibuka aja kemejanya" Reyhan ikut berbaring dan berbalik membelakangi Ghea juga.
Ghea melirik Reyhan yang tidur membelakanginya, walau ragu Ghea akhirnya membuka kemejanya dari balik selimut dan melemparnya kelantai. Reyhan tersenyum mengetahui Ghea telah membuka kemejanya. Reyhan berbalik dan langsung memeluk Ghea dari belakang membuat Ghea kaget.
"Rey,,,!"
"Eemmm,,,,!" Reyhan makin mengeratkan pelukannya sambil mengecup pundak Ghea.
"Please Ghe,,, jangan dilepas. Aku hanya ingin memelukmu" Bisik Reyhan.
Namun ternyata Reyhan tidak hanya memeluk saja tapi ia mulai memainkan rambut Ghea dan bahkan mencium Ghea dari belakang. Entah apa yang kemudian terjadi hingga akhirnya mereka tertidur dengan saling berpelukan.
**Bersambung,,,,!!!
Like
Comment
Vote
Share
__ADS_1
🙏**