Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Berpapasan Part 2


__ADS_3

Raya berjalan menghampiri Reyhan yang sedang asyik dengan laptopnya. Wajahnya terlihat sedang serius. Secangkir teh hangat menemani Reyhan bekerja.


"Selamat pagi mas Reyhan" Sapa Raya


"Emmm,,,! Pagi,,!" Reyhan sibuk sendiri


"Lagi ngapain sih,,,? sibuk banget ya,,,!" Raya mengintip layar laptop Reyhan, kepo.


"Eemm,,,!" Masih sibuk dengan laptopnya


"Mas,,,, mas Reyhan. Temani Raya cari kado yuk." Bujuk Raya. "Nanti malam pesta ulang tahun Tiara dan aku belum punya kado".


"Kamu pergi saja sendiri. Mas masih punya kerjaan" Ucap Reyhan


"Nggak mau ah,,,,! Males pergi sendiri. Nggak ada teman ngobrol. Masa aku harus muterin mall sendirian sih,,,! Kan nggak asyik" Kata Raya


"Mas sibuk dek, kamu nggak lihat semua laporan itu" Reyhan menunjukkan tumpukan laporan diatas meja dengan dagunya.


"Sibuk, emang kapan Mas Rey nggak pernah sibuk? Tiap hari sibuk, tiap hari meeting, tiap hari lembur. Emang mas Rey nggak capek apa,,,?" Celoteh Raya


"Mas kan kerja buat kamu dan mami juga. Kamu harusnya senang dong" Ucap Reyhan


"Nggak, aku nggak senang. Aku benci sama Mas Rey. Mas Reyhan lebih peduli sama kertas- kertas ini dari pada aku" Raya mengobrak- abrik laporan di atas meja.


Reyhan menatap Raya dan berkata:


"Ajak mami aja. Kamu kan sering pergi sama mami" Ucap Reyhan


"Mami lagi pergi sama Oma".


"Ajak yang lain aja. Dirumah kan banyak orang yang bisa kamu ajak pergi" Reyhan kembali sibuk dengan kerjaannya.


"Nggak mau. Nggak asyik tahu pergi sama mereka" Raya mendekati Reyhan mencoba merayu


"Mas,,,! Mas Reyhan. Mau ya temani aku cari kado. Please,,,! Memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Mas,,,, Ayo dong, masa nggak mau bantuin aku sih,,,! Mas Rey nggak sayang sama aku".


Sepertinya bujukan Raya berhasil.


Reyhan menghela nafas kemudian menatap Raya. Raya memasang wajah memelas agar Reyhan luluh.


"Ok kita pergi sekarang. Tapi nggak lama. Kerjaan mas masih banyak" Ucap Reyhan


"Yes,,," Raya girang


"Ok, nggak lama- lama. Janji"


Raya tersenyum kegirangan.


~


Sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan ibu kota. Mami Rita dan Oma terlihat sedang berbicara serius.


"Kamu yakin kali ini akan berhasil,,,? Kalau Reyhan masih menolak Bagaimana,,,? Tanya Oma


"Apa kamu bisa menangani kemarahan Reyhan nanti?"


"Kita harus mencobanya bu. Kita harus bisa meyakinkan Reyhan" Ucap mami Rita.


"Ibu bantu bujuk Reyhan Ya. Reyhan kan selalu menuruti perkataan ibu".


Oma menatap keluar jendela melihat hamparan gedung- gedung bertingkat.


"Apa kamu tidak keterlaluan memaksa Reyhan untuk menikahi gadis itu. Kamu kan yang paling mengenal anakmu itu. Kalau Reyhan tidak mau dan dia marah bagaimana,,,,?" Oma terlihat cemas.


"Reyhan mungkin akan marah bu. Tapi kita harus tetap mencobanya. Saya tidak bisa membiarkan Reyhan tetap dalam kesendirian diusianya yang sekarang. Sebentar lagi Reyhan akan berusia 32 tahun. Sudah waktunya dia menikah". Ucap mami Rita.


"Iya, Oma tahu. Tapi bukankah sebaiknya kita mendengarkan pendapat Reyhan dulu. Mungkin dia punya calon sendiri,,,!" Ucap Oma


"Bu,,,! Kalau saya hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun, saya takut nanti akan terlambat. Reyhan akan semakin sulit untuk kita bujuk"


Mami Rita menghela panjang.


"Saya hanya ingin yang terbaik untuk Reyhan bu. Semoga saja Reyhan bersedia menerima perjodohan ini" Harapan mami Rita

__ADS_1


"Iya, semoga saja Reyhan mau menerimanya. Oma juga ingin melihatnya menikah dan hidup bahagia".


Mobil terus melaju mengantarkan Mami Rita dan Oma ketempat tujuan.


~


Mobil Reyhan memasuki gedung mall dan menuju parkiran khusus untuk tamu VIP mall. Mobil telah terparkir dengan baik. Reyhan dan Raya keluar dari dalam mobil.


Raya menggandeng tangan Reyhan sambil tersenyum. Reyhan membiarkan perlakuan adikkesayangannya tersebut.


"Kamu mau mencari kado apa,,,?" Tanya Reyhan


"Nggak tahu. Belum kepikiran mau beli kado apa" Jawab Raya enteng


Reyhan menghentikan langkahnya dan menatap Raya


"Kalau nggak tahu mau beli apa, ngapain kamu ngajak mas ke sini" Ucap Reyhan jengkel


Raya menyadari kakaknya mulai kesal.


"Makanya aku ngajak mas Rey kesini. Mas Rey kan bisa bantuin aku pilihin kado yang bagus" Jawab Raya hati- hati.


"Udah yuk kita masuk. Udah sampai di mall juga" Raya menarik lengan Reyhan untuk masuk kedalam mall.


Suasana didalam mall terlihat sangat ramai. Para pengunjung begitu bersemangat berjalan menyusuri setiap seluk- beluk mall. Mall menjadi tempat faforit bagi masyarakat perkotaan untuk menghabiskan waktu bersama orang- orang tersayang. Mereka terlihat sangat menikmati suasana mall yang penuh keramaian itu.


Ghea keluar dari sebuah toko aksesoris Celluler dengan wajah senang. sebuah smartphone yang sudah lama sangat diinginkan, akhirnya ia beli juga. Ghea berjalan melewati toko- toko aksesoris Hp, namun pandangan beralih pada seorang ibu yang terlihat sedang kerepotan dengan belanjaannya.


Ghea menghampiri ibu tersebut dan menyapa


"Maaf ibu saya mengganggu,,,! Ada apa ya,? Ada yang bisa saya bantu,,,?" Sapa Ghea


Ibu tersebut melihat Ghea dengan wajah penuh kecurigaan dan kemudian meraih tangan anaknya yang berdiri di dekat Ghea.


Ghea sadar dengan sikap si ibu, dan berkata :


"Ibu tidak usah takut, saya tidak bermaksud jahat. Saya tadi tidak segaja melihat ibu dan sepertinya ibu sedang kebingungan" Jelas Ghea.


Perlahan suara pelan terdengar dari bibir si ibu " Anu,,, saya lupa. Saya lupa menaruh belanjaan saya. Dimana ya,,,? Aduh bagaimana ini,,,,?" Sang ibu terlihat bingung dan cemas.


Ghea menuntun si ibu yang kebingungan itu melangkah menuju sebuah kursi. Perlahan si ibu duduk dan memeluk anaknya.


"Saya bingung mbak. Saya lupa menaruh belanjaan saya dimana,,,?" Ucap si ibu sambil melihat tas- tas belanjaannya.


"Memangnya ibu menaruhnya dimana,,,? apa ibu tidak ingat,,,?" Tanya Ghea.


Ghea memberikan sebotol minuman yang digenggamnya untuk ibu tersebut sambil berkata :


"Coba ibu ingat- ingat dulu. Sebelumnya ibu masuk toko apa,,,?"


Lama si ibu terdiam sambil sesekali menenguk minumannya, dan kemudian ia seperti ingat sesuatu


"Oh Iya saya ingat. Saya tadi masuk ketoko perlengkapan anak- anak. Dan sepertinya belanjaan saya tertinggal di sana mbak" Ucap ibu tersebut


"Baguslah kalau ibu sudah ingat. Saya ikut senang" Ghea tersenyum


"Mbak saya nitip anak saya sebentar ya. Saya mau mengambil belanjaan saya yang tertinggal. Nggak lama kok mbak, sebentar saja" Ibu itu bangkit dan langsung pergi.


"Tapi bu, saya,,,,!"


Ibu tersebut telah menghilang. Ghea menatap anak perempuan yang sedang duduk tanpa reaksi apapun itu.


"Ibu kamu ceroboh sekali sih dek. Dan kenapa kamu ditinggal disini. Nanti kalau kamu kakak culik gimana,,,?" Ghea geleng- geleng.


"Kamu mau es krim nggak,,,?" Tanya Ghea.


Ghea membeli dua cup es krim dan kemudian menikmatinya dengan anak perempuan itu.


Raya berjalan keluar masuk dari satu toko ke toko yang lain, hingga akhirnya berakhir di toko Celluler. Raya masuk di salah satu toko. Reyhan terlihat lelah, ia tidak ingin mengikuti adiknya lagi.


Reyhan duduk disebuah kursi didepan toko. Ia memijit betis kakinya yang terasa kaku.


"G*la tu anak, tenaganya kuat banget. Nggak cape apa mutarin mall yang gede ini" Gumam Reyhan.


Reyhan melemaskan otot- otok kakinya sambil menyandarkan kepalanya kebelakang. Reyhan melirik ke kiri dan ke kanan hingga matanya berhenti di sebuah kursi yang terletak tepat disampingnya.

__ADS_1


Sepasang ibu dan anak terlihat sedang menikmati es krim mereka dengan nikmat. Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka. Reyhan sangat menikmati pemandangan disampingnya itu.


*Mereka sepertinya sa*ngat bahagia, Pikirnya.


Ghea meraih Hp- nya yang bergetar


"Iya, kenapa Lis,,,,?" Jawab Ghea


"Loe udah selesai. Ok tunggu gue di lobby ya. Bentar lagi gue turun,,,! Emmm ok".


Ghea bangkit melihat kesegala arah, kiri dan kanan. Rambutnya yang tergerai ikut bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti arah pandangan. Ghea tidak menyadari ada orang yang memperhatikannya.


Reyhan menatap wanita itu tanpa berkedip. Ibu muda, pikirnya. Mungkin ia sedang menunggu suaminya. Reyhan asyik dengan pikirannya sendiri.


Ghea berjongkok di depan anak perempuan itu dan bertanya :


"Ibu kamu mana sih,,,? Kok lama banget".


Reyhan mendengar samar- samar tidak memahami maksud perempuan itu.


Tidak lama berselang si ibu yang pergi tadi akhirnya kembali. Ibu datang kearah Ghea dan putrinya.


"Gimana bu,,,? ketemu nggak,,,,?" Tanya Ghea.


Dengan nafas yang ngos- ngosan si ibu menjawab :


"Iya mbak ketemu,,,!" Ibu tersebut tesenyum senang.


"Syukurlah. Saya ikut senang bu" Ucap Ghea


Ibu tersebut meraih tangan putrinya.


"Makasi ya mbak udah bantu jagain putri saya. Mbak orang baik. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan mbak".


"Iya bu, nggak apa- apa! saya senang bisa membantu" Ucap Ghea.


Ibu itu pamit meninggalkan Ghea dengan perasaan bahagia.


Ghea berbalik sambil tersenyum lega. Ia berjalan perlahan melewati seorang pria yang sedang duduk dikursi dan tidak menyadari kalau pria tersebut telah memperhatikannya dari tadi.


Reyhan terdiam mendengar percakapan itu, ternyata ia salah. Reyhan menatap Ghea yang berjalan perlahan didepannya. Ia merasa malu karena telah salah menebak tentang gadis itu. Tanpa sadar Reyhan tersenyum sendiri menyadari kekeliruannya.


Raya keluar dari sebuah toko dan mencari keberadaan kakaknya. Matanya tertuju pada pria yang duduk di kursi sambil tersenyum.


"Gue nggak salah lihat ni,,,! Itu mas Rey kan,,,!" Lirih Raya.


Raya menghampiri Reyhan sambil berkata :


"Hayo,,,,! Kenapa senyum- senyum gitu,,,!"


Reyhan yang menyadari kedatangan Raya langsung memalingkan wajahnya tidak ingin menjadi bahan candaan adiknya tersebut.


"Sudah selesai kan. Ayo pulang" Ajak Reyhan.


"Ah mas Rey,,,! Kok lansung pulang sih. Aku lapar. Kita makan dulu yuk" Bujuk Raya.


"Tidak. Kita makan dirumah saja".


Reyhan berjalan meninggalkan Raya yang cemberut.


Bersambung


Hei,,,,,


Gimana ne,!


Mau lanjut apa nggak,,,?


Vote


Comment


like


share

__ADS_1


😆


__ADS_2