
Sudah satu jam lebih Reyhan masuk kedalam ruang operasi, namun belum ada tanda- tanda kalau ia akan keluar. Lampu ruang operasi masih menyala merah dan belum ada satu orangpun yang keluar dari ruang tersebut. Reyhan mengalami pendarahan yang sangat hebat hingga ia harus menjalani operasi besar yang memakan waktu beberapa jam.
Saat ini Reyhan sedang berjuang untuk dapat bertahan hidup dimeja operasi, dan pada saat yang bersamaan seluruh keluarga dan orang- orang terdekatnya juga sedang memanjatkan do'a yang tiada henti untuk kelancaran dan kesembuhannya.
Semua anggota keluarga datang kerumah sakit dan kini sudah berada diruang tunggu bersama dengan Ghea. Alya dan Naima yang kebetulan berada dilokasi kejadian yang menghubungi Mami Rita dan juga Mama Lidya, mereka langsung datang kerumah sakit ketika mendapat kabar itu.
"Kenapa lama sekali,,,? Apa yang sebenarnya mereka lakukan didalam sana,,,? Kenapa tidak ada satu orangpun yang keluar,,,?" Mami Rita mondar mandir dengan wajah yang begitu khawatir.
"Tenang Mi,,,! Mami tenang ya,,,! Dokter sedang menolong Mas Rey,,,!" Raya berusaha menenangkan Mami Rita.
"Bagaimana Mami bisa tenang, sedangkan putra Mami terbaring didalam sana. Dan Mami tidak tahu apa yang sedang terjadi".
"Makanya Mami tenang dulu, Mami jangan panik. Kalau Mami panik dan terus berteriak seperti ini, kita semua juga ikut panik Mi,,,!" Raya merangkul pundak Mami Rita.
"Mi,,,! Semua orang disini juga sedang mengkhawatirkan Mas Reyhan, sama seperti Mami".
Mami Rita mulai tenang dan melihat orang- orang sekitarnya.
"Kita semua juga khawatir sama Mas Reyhan Mi, sama seperti Mami. Terutama Mbak Ghea. Apa Mami tidak melihat betapa terpukulnya Mbak Ghea dengan semua kejadian ini".
Mami Rita menatap Ghea yang sedang duduk dikursi ditemani oleh Mama Lidya dan juga Alya.
"Kamu benar Ray,,,! Ghea sangat terpukul menghadapi masalah ini" Ucap Mami Rita lirih.
Ghea duduk terdiam dengan pandangan mata kosong menatap kedepan, tidak ada lagi tangis serta teriakan pilu yang menggema seperti sebelumnya, hanya tetesan air mata yang tidak pernah berhenti mengalir dari pelupuk matanya. Suaranya telah habis karena tangisannya yang begitu histeris sejak ditempat kejadian hingga sampai dirumah sakit.
Ghea tidak kuasa menahan kesedihan yang ia rasakan begitu dalam direlung hatinya. Kecemasan dan kegelisahan yang tidak menentu terus membayangi hati dan pikirannya hingga membuat dadanya begitu sesak tanpa sanggup untuk bernafas. Saat ini Ghea begitu merindukan senyuman serta pelukan hangat dari Reyhan, suaminya.
Waktu menunjukkan pukul dua belas malam, sudah lebih dua jam Reyhan berada didalam ruang operasi dan hingga kini belum keluar juga. Malam semakin larut dan suasana semakin hening, tidak ada seorangpun yang bersuara, mereka larut dengan perasaannya masing- masing.
Lampu ruang operasi terlihat padam dan pintu ruang operasi tiba- tiba terbuka membuat semua orang terkejut dan langsung berdiri menunggu seseorang yang sedang melangkah keluar dari ruangan itu. Semua mata tertuju kepada sesosok pria yang memakai jubah operasi berwarna biru yang sedang melangkah kearah mereka.
Pria tersebut mendekat sambil melepas masker yang menempel diwajahnya, ia adalah Yuda.
"Bagaimana keadaan Mas Reyhan Dokter,,,? Dia baik- baik saja,,,?" Tanya Raya
"Iya, bagaimana keadaan Reyhan Dokter,,,? Reyhan tidak apa- apakan,,,? Dia baik- baik sajakan,,,?" Mami Rita ikut bertanya.
Yuda melihat semua orang yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya, namun matanya hanya fokus kepada Ghea yang berdiri terdiam dengan mata yang sembab.
"Ghea pasti terus menangisi Reyhan sejak tadi tanpa henti, hingga matanya menjadi bengkak seperti itu. Ingin rasanya aku memeluknya dengan erat untuk menghilangkan kesedihannya. Namun itu tidak mungkin,,,! Aku tidak mungkin bisa melakukan itu. Aku tidak bisa. Aku tidak berdaya" Batin Yuda.
Yuda menyingkirkan perasaannya yang begitu ingin memeluk Ghea, ia berusaha menahan diri untuk tidak melakukan hal itu.
"Operasinya berjalan dengan lancar. Kami berhasil menghentikan pendarahannya dan mengeluarkan gumpalan- gumpalan darah yang membeku didalam kepala Reyhan. Jadi saat ini masa kritis Reyhan sudah berhasil ia lewati dan kita hanya perlu memantau perkembangannya selanjutnya".
__ADS_1
Yuda menghentikan sejenak ucapannya.
Raut wajah semua orang berubah dari yang tadinya terlihat pucat dan panik, kini berubah menjadi lega dan kembali riang.
Raya tersenyum sambil memeluk Mami Rita
"Mas Reyhan baik- baik saja Mi,,,! Mas Reyhan akan segera sembuh".
Mami Rita tersenyum lega didalam pelukan Raya.
Alya memeluk Ghea yang kembali terlihat menangis.
"Reyhan baik- baik saja Ghe,,,! Reyhan baik- baik saja. Kamu akan bertemu dengan Reyhan kembali. Kalian akan bertemu kembali,,,!".
Alya tidak kuasa menahan haru hingga air matanya ikut menetes.
Ghea tidak sanggup berkata apa- apa, ia hanya bisa meluapkan semua perasaannya dipelukan Alya. Beberapa saat kemudian Ghea sudah dapat menguasai perasaannya kembali, ia melangkah kedepan mendekati Yuda.
"Jadi kondisi Reyhan sudah stabil,,,?" Tanya Ghea kepada Yuda.
Yuda mengangguk pelan "Iya,,,!".
"Boleh aku bertemu dengannya,,,? Aku ingin melihatnya,,,?".
"Maaf Ghe,,,! Untuk saat ini Reyhan belum boleh bertemu dengan siapapun. Kami masih harus memantau kondisi Reyhan dua jam kedepan untuk menghindari terjadinya trauma pasca operasi. Jadi aku harap kamu bisa mengerti" Ucap Yuda.
"Maaf Ghe,,,! Kamu tidak boleh bertemu Reyhan untuk saat ini. Reyhan akan baik- baik saja. Aku akan menjaganya".
"Sebentar saja Yud,,,! Aku mohon,,,!".
"Mbak,,,! Mbak Ghea jangan seperti ini. Mas Reyhan akan baik- baik saja. Ada Dokter Yuda yang akan menjaga Mas Reyhan. Percayakan Mas Reyhan kepada Dokter Yuda. Dokter akan terus memantau kobdisi Mas Reyhan, jadi Mbak Ghea tidak perlu khawatir, ya,,,!" Raya ikut membujuk Ghea.
"Iya Ghe,,,! Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan langsung menghubungi kamu begitu Reyhan sadar" Ucap Yuda.
Ghea kembali terdiam.
"Malam ini kami akan terus memantau kondisi Reyhan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kita berdo'a semoga Reyhan mampu melewati kondisi ini dengan baik" Ucap Yuda.
"Kalau begitu saja permisi dulu,,,!".
Yuda berjalan meninggalkan Ghea dan keluarganya menuju dalam ruangannya kembali. Sementara itu Ghea dan keluarganya kembali berbincang.
"Ghea,,,! Kamu pulang dulu ya,,,! Kamu harus istirahat. Kamu pasti lelah" Ucap Mami Rita.
"Iya Ghea,,,! Kita pulang dulu malam ini. Besok pagi kita datang kesini lagi,,,!" Ajak Mama Lidya.
__ADS_1
"Nggak Mi,,,! Ghea nggak mau pulang. Ghea akan tetap disini" Ucap Ghea kepada Mami Rita.
"Mama pulang saja, Ghea akan menunggu Reyhan disini. Perasaan Ghea tidak akan tenang kalau harus meninggalkan Reyhan disini Ma,,,! Mama mengerti kan,,,?".
Ghea melihat kearah Alya dan Naima.
"Alya ,,,! Naima,,,! Kalian temani Mama pulang ya,,,!".
Alya dan Naima mengangguk, dan akhirnya Mama Lidya pulang kerumah ditemani Alya dan Naima.
"Mami juga pulang saja, biar Ghea yang menemani Reyhan disini".
"Tapi Ghe,,,! Kamu pasti sangat lelah. Kamu harus istirahat" Ucap Mami Rita.
"Ghea nggak apa- apa Mi,,,! Ghea baik- baik saja".
"Mami pulang saja. Raya yang akan menemani mbak Ghea disini. Lagipula Bram juga akan segera kembali. Mami tidak perlu khawatir" Ucap Raya.
"Baiklah, Mami akan pulang malam ini. Tapi kalau ada apa- apa dengan Reyhan, kalian harus langsung menghubungi Mami. Ok,,,!".
"Iya Mi,,,!" Jawab Raya.
Dengan berat hati Mami Rita akhirnya mengikuti keinginan Ghea dan Raya untuk pulang kerumah. Sekarang tinggallah Ghea dengan Raya dirumah sakit.
"Mbak,,,! Kita istirahat diruang aku saja ya,,,! Percuma juga kita menunggu disini. Kita tidak akan pernah diijinkan masuk".
"Terus kapan kita bisa bertemu dengan Reyhan,,,?" Tanya Ghea.
"Mas Reyhan harus dipantau sekitar dua atau tiga jam lagi di ruang ini, setelah itu baru akan dipindahkan keruang lain. Kalau sudah dipindahkan keruangan lain, baru kita bisa bertemu dengan Mas Reyhan".
Raya menjelaskan.
"Jadi sekarang kita istirahat saja dulu. Bram akan menghubungi kita ketika Mas Rey sudah dipindahkan".
Ghea akhirnya mengikuti Raya untuk beristirahat diruangannya. Ghea harus mengumpulkan kembali tenaganya yang sudah mulai habis terkuras. Ia ingin bertemu dengan Reyhan dengan wajah dan kondisi yang lebih segar.
**Bersambung,,,,!!!
Sorry baru up lagi ya,,,!
Tetap dukung Author ya
Terima kasih,,,
Like
__ADS_1
Comment
Share**