
Reyhan duduk santai diatas sofa sambil membaca sebuah buku, sedangkan Ghea sedang sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Reyhan sama sekali tidak menikmati bacaannya, ia hanya membolak- balik buku itu sekedar untuk menghilangkan kebosanan. Reyhan sesekali melirik Ghea yang sedang asyik dengan pekerjaanya tanpa menghiraukan dirinya.
Ghea kembali melakukan pekerjaannya setelah terbengkalai selama beberapa hari karena kondisi Reyhan yang belum pulih.
Ghea tidak mungkin meminta bantuan Lisa untuk mengerjakan pekerjaannya terus menerus karena pekerjaan Lisa sendiri sudah terlalu banyak. Ghea menyerahkan tanggung jawabnya kepada Lisa selama ia tidak berada dikedai.
Waktu terus berlalu hingga membuat Reyhan merasa sudah sangat bosan. Reyhan melempar buku yang sedang dibacanya ke atas meja diantara tumpukan kertas bon Ghea. Ghea kaget dan melirik kearah Reyhan.
"Kamu kenapa,,,?" Tanya Ghea.
"Aku bosan,,,!" Jawab Reyhan.
"Ooo,,,!" Ghea hanya mengangguk pelan kemudian kembali kepada pekerjaannya.
"Ooo,,,! Kamu cuma bilang 'Ooo',,,!".
Reyhan kesal karena Ghea tidak mengerti maksud ucapannya.
"Kamu bisa nggak sih melihat aku sebentar".
Reyhan turun dari atas sofa kemudian mendekati Ghea yang duduk dilantai. Reyhan melingkarkan tangannya dipinggang Ghea dan menyenderkan dagunya diatas pundak Ghea sambil membisikkan sesuatu.
"Sayang,,,!" Bisik Reyhan.
Bulu kuduk Ghea merinding mendengar bisikan Reyhan yang terasa sangat geli ditelinganya.
"Ehm,,,!" Jawab Ghea.
"Aku bosan sayang,,,!".
"Bosan kenapa,,,?".
"Aku bosan kamu cuekin terus,,,!".
"Terus kamu mau apa,,,?" Tanya Ghea.
"Aku mau kamu,,,!" Jawab Reyhan genit.
"Apaan sih,,,!" Ghea tersenyum geli.
Reyhan mempererat pelukannya kepada Ghea sambil memberikan kecupan dileher dan telinga Ghea. Ghea merasa risih dan geli mendapat pelakuan seperti itu dari Reyhan.
"Sayang,,,! Pekerjaan aku masih banyak. Kamu jangan menggodaku terus" Ucap Ghea.
"Aku hanya ingin memelukmu sayang, aku kangen,,,!".
Ghea menghela nafas mendengar ucapan Reyhan, ia juga mulai kewalahan menghadapi tangan dan bibir Reyhan sudah tidak dapat dikondisikan lagi.
"Kamu lapar,,,?" Tanya Ghea mengalihkan perhatian Reyhan.
"Ehm,,,!" Reyhan sibuk dengan kegiatannya.
"Mau makan sesuatu,,,?".
"Ehm,,,!".
Reyhan tidak fokus dengan ucapan Ghea, tangannya benar- benar sudah berkeliaran kemana- mana. Ghea menggigit bibir bawahnya merasakan kejahilan tangan Reyhan yang semakin menjadi. Reyhan memang segaja menjahili Ghea agar Ghea menghentikan pekerjaannya dan hanya memperhatikankan dirinya.
"Aku tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaanku kalau tangan Reyhan sudah mulai bekerja" Batin Ghea.
"Tunggu Rey,,,!" Ghea mencoba menghindari Reyhan.
Reyhan menghentikan aksinya ketika Ghea mulai menggerakkan tubuhnya yang terlihat risih.
Ghea berbalik memandang Reyhan
"Aku selesaiin ini dulu ya,,,!".
__ADS_1
Reyhan menunjukkan wajahnya yang cemberut.
Ghea menyentuh pipi Reyhan sambil membelai lembut
"Sayang,,,! Sebentar saja,,,!".
Reyhan akhirnya mengiyakan permintaan Ghea. "Ok,,,! Sebentar saja,,,!".
Ghea mengangguk sambil tersenyum kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaanya. Reyhan bangkit sambil meraih ponselnya dan kemudian menuju balkon. Reyhan menghubungi seseorang dan terlihat mulai berbicara serius.
Ghea melirik ponselnya yang bergetar, sebuah pesan chat masuk. Ghea memeriksa isi chat tersebut yang ternyata dari Nindy.
"Besok kamu punya waktu luang,,,? Aku ingin bertemu,,,!".
"Untuk apa Nindy ingin menemuiku,,,? Apa dia mau membicarakan kontrak itu lagi,,,?".
Ghea membalas pesan Nindy
"Baik, temui aku dikafe XXX setelah jam makan siang" Tulis Ghea.
"Ok,,,!" Balas Nindy.
Ghea meletakkan ponselnya kembali sambil memikirkan apa yang akan dibicarakan Nindy kepadanya.
"Bagaimana kalau Nindy ingin melanjutkan kontraknya, apa yang harus aku lakukan,,,?".
Disaat Ghea sedang memikirkan Nindy, tiba- tiba Reyhan kembali dan langsung memeluknya dari belakang.
"Ada apa,,,?" Bisik Reyhan.
"Ah tidak. Tidak ada apa- apa,,,!" Jawab Ghea.
"yakin,,,?" Tanya Reyhan ingin memastikan.
"Em,,,!" Jawab Ghea.
Ghea membereskan kertas- kertas yang berserakan diatas meja kemudian memasukannya kedalam tas.
"Aku mau mencuci tangan, tanganku kotor" Ucap Ghea sambil memperlihatkan tangannya yang bernoda.
Reyhan melepaskan pelukannya membiarkan Ghea pergi, sedangkan Reyhan sendiri kembali duduk diatas sofa. Selang beberapa menit kemudian Ghea kembali menemui Reyhan sambil membawa secangkir minuman dingin kegemarannya. Reyhan melihat Ghea sangat menikmati minuman itu.
"Aku mau,,,?" Ucap Reyhan ketika melihat Ghea sedang minum dengan nikmat.
"Ini,,,!" Ghea menyerahkan cangkir itu kepada Reyhan.
Reyhan meraih cangkir ditangan Ghea dan meletakkannya diatas meja, setelah itu dengan cepat Reyhan menarik tangan Ghea hingga terjatuh didalam pelukannya dan tanpa basa- basi ia langsung mengecup bibir Ghea dengan mesra hingga membuat Ghea gelagapan karena tidak siap menerima serangan dari Reyhan yang tiba- tiba.
Ghea memukul dada Reyhan berkali- kali karena ia mulai kesulitan bernafas hingga akhirnya Reyhan melepaskan ciumannya ketika menyadari hal tersebut. Reyhan menatap Ghea dengan tajam sambil tersenyum.
"Dingin,,,!" Reyhan mengecap bibirnya yang dingin setelah mencium bibir Ghea.
Ghea memukul Reyhan sekali lagi karena kesal dengan perbuatan Reyhan yang tiba- tiba langsung menciumnya tanpa basa- basi.
"Genit,,,!" Ucap Ghea sambil terus memukul dada Reyhan.
Reyhan menahan pukulan Ghea yang mulai terasa sakit.
"Sakit Yang,,,!" Ucap Reyhan.
Ghea melepaskan tangannya dari genggaman Reyhan.
"Makanya jangan nakal" Ucap Ghea.
"Kok nakal sih, memangnya aku nggak boleh mencium istriku sendiri" Reyhan balik bertanya.
"Ya bo,,,!" Ghea ragu untuk meneruskan ucapannya.
__ADS_1
"Tapi setidaknya kasih tahu dulu kalau kamu mau cium, akukan belum siap,,,!" Ucap Ghea malu- malu.
Reyhan tersenyum melihat Ghea yang malu- malu.
"Ooo,,,! Jadi aku harus minta izin dulu,,,? Kalau begitu,,,,!".
Reyhan memajukan wajahnya mendekat ke wajah Ghea.
"Aku boleh minta yang lainkan,,,?".
Ghea menatap Reyhan seakan ingin memberikan sebuah jawaban, namun Reyhan langsung mencium Ghea kembali dan tidak memberi Ghea kesempatan untuk bicara. Reyhan menyapu setiap sudut bibir Ghea hingga tiada bagian yang terlewatkan.
Ghea sudah tidak kuasa menolak setiap perlakuan yang diberikan Reyhan hingga akhirnya ia pun pasrah dan menyerahkan dirinya untuk suaminya tersebut. Ghea melingkarkan tangannya diatas pundak Reyhan dan mulai membalas setiap ciuman yang diberikan Reyhan.
Reyhan dan Ghea sama- sama melepaskan ciuman mereka sambil mengatur nafas yang tersengal- sengal, mereka saling menatap satu sama lain dengan penuh gairah.
"Aku menginginkan kamu malam ini,,,!" Bisik Reyhan.
Reyhan mengangkat tubuh Ghea dan membawanya masuk kedalam kamar, dengan perlahan Reyhan membaringkan istrinya diatas kasur. Reyhan menatap Ghea dengan begitu dalam sambil membelai wajahnya dengan lembut.
"Kenapa saat ini kamu terlihat begitu cantik sayang,,,! Aku bahkan tidak ingin berpaling sedikitpun dari kamu".
"Sayang,,,!" Bisik Reyhan.
Reyhan mulai mengecup kening Ghea kemudian beralih ke pipi, hidung, mata hingga leher dan berakhir dibibir. Reyhan mencium hampir seluruh bagian wajah Ghea tidak ada satu bagianpun yang luput dari ciumannya.
Ghea merasakan jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya mulai panas.
"Kamu siap,,,!" Reyhan menatap Ghea.
Ghea mengangguk.
Dan akhirnya Reyhan kembali mengulang adegan panas yang ia lakukan diruang tamu tadi. Reyhan mulai melepaskan kain yang menempel ditubuh istrinya satu persatu kemudian juga melepaskan pakaiannya dan kini hanya selembar selimut yang menutupi tubuh mereka.
Kini saatnya telah tiba, Reyhan dan Ghea telah siap untuk menjalankan ibadah mereka yang pernah tertunda sebelumnya. Mereka telah siap melaksanakan kewajiban mereka sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.
"Aku mencintai kamu,,,,!" Bisik Reyhan.
"Aku juga,,,!" Jawab Ghea.
Penyatuan cinta itu terjadi dengan begitu sangat indah. Hubungan yang didasari atas nama cinta sungguh berbeda dengan hubungan yang dipaksakan.
Setelah berjuang keras akhirnya Reyhan berhasil menyingkirkan sekat yang begitu dilindungi Ghea selama ini. Sekat itu begitu rapat hingga butuh tenaga ekstra untuk membukanya. Reyhan telah berhasil menyatukan dirinya dengan Ghea dalam sebuah ikatan yang suci, mereka telah menyatu seutuhnya tanpa ada pembatas yang menghalanginya lagi.
Setiap pasangan harus menerima pasangannya dengan ikhlas dan apa adanya, apapun kelebihan dan kekurangannya. Cinta itu tidak hanya sebatas saling memberi dan menerima tapi juga saling melengkapi hingga kebahagiaan sejati bisa diraih.
Cintailah pasangan kita dengan setulus hati tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Jangan tergoda dengan rayuan palsu yang bisa membawa kepada kehancuran, tapi percaya pada ketulusan yang akan membawa kita pada cinta sejati.
**Bersambung,,,!!!
Terima kasih bagi yang suka dengan kisah asmara Reyhan dan Ghea.
Tetap dukung mereka ya,,,!
Berikan saran kalian agar cerita ini lebih indah dan asyik untuk dibaca.
Bagi suka jangan lupa untuk
Like
Vote
Comment
Share
__ADS_1
Terima kasih
🙏**