Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Penjelasan


__ADS_3

Reyhan menyelesaikan rapat dewan direksi dengan cepat, ia tidak suka menanggapi isu- isu yang semakin memanas. Reyhan tidak ingin menjelaskan sesuatu yang dianggapnya tidak penting tersebut. Banyak anggota dewan yang masih mempertanyakan kejelasan rumor yang telah beredar. Rumor- rumor tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kreadibilitas perusahaan.


Bram mengikuti langkah Reyhan yang berjalan dengan cepat. Rapat dewan direksi tadi membuat emosi Reyhan tidak terkendali. Reyhan masuk kedalam kantornya sambil memarahi Bram yang dianggap terlalu lamban menyelesaikan masalahnya.


"Bagaimana cara kamu mengurus masalah ini Bram,,,? Bukankah sudah ku katakan selesaikan secepatnya" Reyhan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


"Maaf Tuan muda. Sepertinya lawan kita kali ini benar- benar licik. Mereka segaja memanfaatkan rumor ini sebagai senjata untuk menyerang kita" Ujar Bram.


"Terus kenapa kamu diam saja. Bukankah ini sudah keterlaluan,,," Reyhan masih marah.


Bram mendekat ke arah Reyhan


"Kita tidak boleh bertindak gegabah Tuan muda. Kita akan mengikuti jalan permainan yang mereka rencanakan. Saya telah mengantisipasi masalah tersebut. Mungkin saat ini mereka merasa menang namun semuanya nanti akan berbalik kepada mereka sendiri".


"Maksud kamu,,,?" Tanya Reyhan.


"Mereka menyerang kita melalui para dewan direksi dengan merancang rumor- rumor yang tidak benar. Mereka menargetkan sejumlah proyek yang sedang kita kerjakan untuk menekan harga saham Putera Jaya. Namun mereka tidak akan menyadari kita akan menekan mereka kembali dengan fakta- fakta yang lebih akurat".


Bram melanjutkan ucapannya kembali


"Maaf jika masalah ini membuat Tuan muda khawatir. Saya jamin masalah ini akan segera berlalu begitu kebenarannya terungkap dan kita akan memutarbalikan keadaan".


"Baiklah, aku percaya padamu. Kendalikan semuanya dengan baik tanpa cela, aku tidak mau nama Putera Jaya tercoreng karena rumor murahan ini" Tegas Reyhan.


Pembicaraan Reyhan dan Bram masih berlanjut. Banyak laporan yang Bram berikan kepada Reyhan mengenai beberapa kerjasama yang akan mereka jalin dengan perusahaan lain.


Ponsel Reyhan bergetar, sebuah chat masuk. Reyhan melirik, sebuah nama muncul dengan isi chatnya.


Ghea


"Kamu dimana,,,? Aku ingin bicara,,,!".


Reyhan membaca isi chat dari Ghea kemudian memandang Bram.


"Aku harus jawab apa,,,?" Tanya Reyhan sambil menunjukkan ponselnya kepada Bram.


Bram membaca isi chat tersebut kemudian menatap Reyhan.


"Apa yang Tuan muda inginkan,,,? Tuan muda bisa menjawabnya" Ucap Bram.


Reyhan meletakkan ponselnya tanpa membalas chat dari Ghea.


"Kenapa tidak dibalas Tuan muda,,,?" Tanya Bram.


"Mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan nona Ghea".


"Aku tahu apa yang ingin dibicarakannya. Sepertinya dia akan tetap menolak rencana pernikahan ini" Reyhan merebahkan tubuhnya kebelakang.


Bram tahu ada yang menganjal dipikiran Reyhan. Reyhan tidak akan pernah bisa menyembunyikan perasaannya pada Bram.


Bram mendekati Reyhan dan berkata pelan :


"Tuan muda katakan saja apa yang Tuan muda rasakan kepada nona Ghea. Saya yakin nona Ghea adalah gadis yang cerdas, beliau pasti akan mengerti. Bukankah cinta harus diperjuangkan Tuan muda. Jadi, semangat Tuan muda".


Reyhan melempar batal kepada Bram yang menggodanya.


"Kamu semakin kurang ajar Bram" Bentak Reyhan.


"Maaf Tuan muda,,,,!".


Sebenarnya Reyhan sedikit khawatir kalau Ghea akan tetap menolaknya. Ia sudah terlanjur berjanji untuk membawa Ghea bertemu dengan keluarganya. Dan Reyhan juga sendiri mulai menaruh perhatian kepada Ghea. Reyhan tahu Ghea adalah gadis yang keras dan mempunyai prinsip yang kuat, dan itu membuatnya sangat sulit untuk dihadapi.

__ADS_1


~


Cafe The Bear menjadi salah satu cafe faforit untuk dijadikan tempat nongkrong dan bersantai bersama teman- teman. Letaknya yang strategis yaitu dipusat pertokoan membuatnya selalu ramai dikunjungi orang.


Reyhan duduk santai menikmati secangkir kopi hitam kesukaannya sambil melihat kendaraan yang lalu lalang. Posisi Reyhan tepat didepan pintu masuk cafe namun dilantai dua, hingga ia bisa melihat orang- orang yang datang dan pergi dengan jelas.


Beberapa menit kemudian Ghea tiba dicafe dengan motor matic kesayangannya. Ghea memarkirkan motornya dengan rapi kemudian membuka jaket dan helmnya. Rambut dikuncir menjadi style andalannya, simple namun terlihat manis. Tidak lupa tas ransel berwarna coklat yang menjadi pelengkap penampilannya.


Ghea melangkah masuk kedalam cafe, namun,,, Bruuukkk,,, Beberapa botol minuman dan makanan berhamburan ditanah tepat didepan Ghea. Seorang abang Gojek yang terjatuh terlihat panik.


"Ya Tuhan,,," Abang Gojek teriak panik.


Ghea yang melihat juga ikut terkejut.


"Abang nggak apa- apa,,,? Hati- hati bang".


Ghea membantu abang Gojek berdiri.


"Kenapa bisa jatuh bang,,,?" Tanya Ghea.


"Saya buru- buru mbak,,,!" Jawab abang Gojek.


"Ini makanannya sudah rusak bang nggak bisa di pakai lagi. Ini pesanan pelanggan semua,,,?" Tanya Ghea kembali.


"Iya mbak, ini pesanan pelanggan. Aduh, saya harus ganti yang baru" Abang Gojek menggaruk kepalanya.


"Makasi ya mbak. Permisi saya mau pesan lagi".


"Tunggu pak, biar saya yang pesan" Ucap Ghea.


"Nggak usah mbak, ini bukan salah mbak,,,!" Abang Gojek menolak.


Ghea masuk kedalam cafe dan di ikuti abang Gojek. Selang beberapa menit kemudian abang Gojek keluar sambil membawa beberapa bungkus plastik dengan jumlah yang lebih dari pada yang jatuh tadi. Ghea membeli lebih untuk si abang Gojek.


Reyhan yang melihat kejadian itu tersenyum penuh makna. Ghea sungguh sudah menarik perhatiannya.


Ghea naik kelantai dua dan melihat kesekeliling, orang yang dicarinya duduk di pojok belakang. Tidak menunggu lama, ia menghampiri orang tersebut.


"Udah lama,,,!" Ghea basa- basi.


"Lumayan,,,!" Jawab Reyhan.


"Mau minum apa,,,?"


"Nggak usah, aku udah pesan tadi. Itu,,,!" Ghea menunjuk seorang pegawai cafe yang membawa pesanannya.


Reyhan hanya mengangguk.


"Terima kasih mas,,,!" Ucap Ghea kepada pegawai tersebut.


Ghea mengambil makanannya dan langsung dilahapnya dengan nikmat. Pandangan Reyhan tidak lepas dari adengan yang sedang berlangsung itu. Ghea tahu Reyhan memperhatikannya, tapi ia tetap cuek.


"Kamu nggak makan,,,?" Tanya Ghea.


"Tidak. Kamu saja,,," Reyhan masih menatap Ghea tanpa berkedip.


"Bagaimana bisa ada gadis dengan santainya makan tanpa jaim, padahal ada orang didepan yang sedang melihatnya. Sesimple inikah kamu Ghea,,,!" Gumam Reyhan.


Ghea menyelesaikan makannya dan menghabiskan minumannya dengan sekali teguk.


"Ahhh,,,!" Ghea kenyang.

__ADS_1


"Makanan disini enak juga. Tempatnya juga asyik" Ucap Ghea. "Kamu sering datang kesini ya,,,?".


"Tidak. Ini yang pertama kali" Jawab Reyhan.


"Oo,,," Ghea bertanya basa- basi.


Sebenarnya ia bingung harus memulai bicara dari mana. Tatapan Reyhan yang tajam dan dingin membuatnya kaku membisu.


"Ada apa,,,? Apa yang mau kamu bicarakan,,,?".


Suara Reyhan yang tegas seakan sedang mengintrogasi. Ghea menelan ludah, gelisah,,,.


"Aku mau bicara tentang kita" Ghea mulai bicara. " Jujur saja aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku tidak bisa menjelaskan alasannya. Tapi yang pasti bukan seperti ini pernikahan yang aku inginkan. Aku punya impian yang tinggi tentang pernikahan yang ingin aku jalani. Dan yang pasti bukan seperti ini".


Reyhan sudah menduga hal ini yang akan terjadi, ia tahu Ghea akan menolak untuk menikah dengannya.


"Pernikahan seperti apa yang kamu inginkan,,,? Aku bisa memberikan apapun yang kamu mau, apapun itu,,,!" Ucap Reyhan.


"Bukan itu yang aku maksud, aku yakin kamu tahu itu" Ghea menarik nafas. "Lebih tepatnya aku ragu. Kita tidak saling mengenal secara pribadi. Terutama aku, aku tidak mengenal kamu sama sekali, siapa kamu,,,? bagaimana keluarga mu,,,? apa pekerjaanmu,,,? Dan kamu juga tidak mengenal aku kan,,,? Itu masalahnya Reyhan".


"Aku mau bertanya, apa kamu menyukaiku,,,? Bukan suka dalam artian cinta. Tapi apa kamu menyukaiku layaknya seorang wanita yang suka kepada pria secara fisik,,,?" Reyhan menatap Ghea lekat. "Apa kamu tidak tertarik sedikitpun kepadaku,,,?".


Ghea terdiam menatap Reyhan.


"Tertarik sebagai seorang pria,,,! Apa aku tertarik kepadanya. Ya, dia pria yang tampan, berbadan kekar dan tinggi serta dari penampilannya, ia pasti orang kaya. Dan Reyhan sungguh sangat sempurna sebagai seorang pria".


"Kenapa,,,? Kenapa kamu diam,,,?" Tanya Reyhan.


"Aku tidak suka menilai orang dari fisik. Aku harus mengenal seseorang secara personal untuk bisa memutuskan suka atau tidak terhadap orang itu".


"Kalau begitu mari kita mulai berkenalan dan saling mengenal. Aku akan ceritakan semua tentang hidupku. Dan begitu juga dengan kamu. Bagaimana,,,?".


"Aku benar- benar bingung dengan jalan pikiran kamu. Semudah itukah kamu bicara. Kamu tidak mempertimbangkan posisiku, apa yang harus aku jelaskan pada ibuku,,,?" Ghea mulai kesal mendengar ucapan Reyhan .


"Kamu tidak perlu khawatir, aku yang akan menjelaskan kepada ibumu secara langsung" Tegas Reyhan.


Ghea benar- benar kehabisan kata- kata. Ia tidak tahu bagaimana cara mengelak lagi. Reyhan menjawab semua keraguannya dengan tegas tanpa cela sedikitpun hingga akhirnya Ghea pun menyerah.


Reyhan terus berusaha untuk menggoyahkan pertahanan Ghea, ia tahu Ghea tidak akan mudah merubah keputusannya. Namun Reyhan tidak akan menyerah, ia akan terus menyakinkan Ghea untuk setuju dengan saran yang ia berikan. Karena bagi Reyhan, sekarang Ghea adalah gadis yang ia inginkan.


Bersambung,,,,!!!


Bantu dukung authour untuk terus semangat ya


Nulis itu nggak gampang


dan butuh ide- ide yang fress


Namun semangat Authour untuk bisa menyelesaikan novel ini tetap berkibar 🇮🇩


Salam kemerdekaan


Vote


Like


Comment


Share


🙏

__ADS_1


__ADS_2