Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Ghea bingung


__ADS_3

Matahari sudah mulai meninggi, sinarnya begitu menghangatkan membuat siapa saja menjadi bersemangat mengawali harinya. Akhir pekan menjadi saat- saat paling menyenangkan. Orang- orang sudah mulai melakukan aktifitasnya diakhir pekannya. Ada yang bersantai didepan rumah, ada yang mencuci kendaraannya dan ada juga yang sedang berolah raga disekitar rumah mereka.


Suasana rumah pagi ini terasa cukup tenang. Tidak ada aktifitas apapun yang terjadi didalam rumah. Ghea ditinggal sendiri karena Mama Lidya sedang melakukan perjalanan dinas keluar kota untuk beberapa hari kedepan.


Ghea masih terlelap dibalik selimutnya. Semalam pikiran Ghea kacau balau hingga membuatnya tidak bisa tidur. Ghea memang mempunyai kebiasaan tidur telat atau bahkan tidak tidur semalaman karena mengidap insomnia akut. Dan beberapa kejadian yang terus dialaminya akhir- akhir ini, membuat insiomnianya menjadi bertambah parah.


Ghea membuka mata perlahan, tangannya mengucek- ngucek mata dan berkedip- kedip, pandangan masih kabur. Ghea menatap langit- langit kamarnya dengan tatapan kosong, garis hitam dibawah matanya terlihat jelas 'mata panda'.


Ghea masih berbaring dengan tangan terlentang, ia tidak ingin bangun dari mimpi buruk yang baru dialaminya.


"Aaaaaa,,,,!!!" Ghea berteriak seperti orang kesurupan.


Ia bangkit dan kini sedang duduk diatas kasur sambil mengacak- ngacak rambutnya.


"Apa yang sudah aku lakukan,,,! Kenapa aku melakukan semua itu,,,! Kenapa aku menerimanya,,,! Ada apa denganku,,,! Kenapa harus aku,,,! Kenapa,,,! Why,,,? Why,,,? Why,,,?".


Ghea benar- benar kacau, wajahnya tampak sungguh putus asa. Rambut berantakan dan mata panda membuat penampilannya pagi ini sedikit mengerikan.


"Reyhan,,,! Awas kamu ya. Aku akan membuat hidupmu menderita. Dan kamu akan menyesal karena telah memilih orang yang salah" Ghea telah mengibarkan bendera perang dengan semangat yang berapi- api.


Namun beberapa detik kemudian semangat itu menghilang.


"Tapi aku harus mengatakan apa kepada mama! Apa yang harus aku katakan! Bagaimana aku menjelaskannya,,,??? Aaaaaaaaaaaa!!! Dasar Reyhan berengsek,,,!!!".


Ghea memutar otak mencari ide namun buntu, ia tidak menemukan ide apapun. Namun tiba- tiba ia teringat sesuatu.


"Iya. Mereka pasti punya ide. Aku harus ketemu sama mereka. Mereka harus menolongku,,,!!!".


Ghea melempar selimut dan berlari kekamar mandi. Perasaannya mulai sedikit tenang, secercah harapan menanti didepan. Alya dan Naima menjadi tujuannya meminta pertolongan.


~


Diruang makan rumah Reyhan.


"Hari ini kamu nggak sibukkan Rey,,,! Kamu punya waktu kan,,,!" Tanya Mami Rita.


"Nggak sih Mam. Memangnya kenapa,,,?" Reyhan masih menikmati makanannya.


"Mas Rey mau diajak ketemu calon istri sama mami" Sahut Raya.


"Diam kamu,,,! Kamu bicara apa sih Ya,,,!" Mami menginjak kaki Raya.


"Awww,,,! Sakit mi,,,!" Teriak Raya.


"Makanya diam saja, jangan asal bicara,,,!" Perintah mami.


"Emang benar kok. Mami sendiri yang ngomong begitu semalam. Ya kan Oma,,,!" Jawab Raya.


"Hahaha,,, Kapan mami ngomong begitu Raya,,,? Kamu jangan bicara yang aneh- aneh deh. Mami hanya ingin minta ditemani Mas Rey mu kepesta ulang tahun teman mami" Mami melirik Raya sambil mengedip- ngedipkan mata menyuruh Raya diam.


Raya mengoceh tidak jelas memahami lirikan mami.


"Kamu maukan menemani mami kepesta ulang tahun teman mami itu,,,?" Tanya Mami penuh harap.


"Mamikan tahu Rey nggak suka keramaian. Rey nggak suka pergi kepesta yang tidak penting seperti itu. Maaf ya mam,,,!".


"Sekali ini aja Rey,,,! Mami udah janji mau mengenalin kamu ke sahabat mami itu".


Reyhan meletakkan sendok dipiringnya dan menatap mami.


"Sebenarnya apa lagi sih rencana mami,,,? Apa ucapan Raya tadi benar,,,?" Tanya Reyhan.


"Jawab tuh mi. Yang Raya bilang tadi benarkan,,,?" Raya tetap tidak mau diam.


"Kamu bisa diam nggak sih,,,?" Mami melotot kearah Raya.


"Bicaralah apa adanya Rita. Jangan membuat Reyhan berprasangka yang tidak- tidak. Jelaskan apa yang sebenarnya kamu inginkan dan terima apapun jawaban Reyhan" Kata Oma bijak.

__ADS_1


Mami Rita menarik nafas dan mulai berkata :


"Rey, mami memang ingin memperkenalkan putri sahabat mami sama kamu. Mami ingin kamu mulai membuka diri. Dia gadis yang cantik dan juga sangat baik. Kamu pasti akan menyukainya. Kamu mau ya,,,!!!".


"Reyhan nggak mau mam,,,!" Ucap Reyhan.


"Tapi kenapa,,,? Kenapa kamu tidak mau Rey,,,? Kasih mami alasan yang jelas".


"Rey nggak bisa mam,,,! Rey sudah terlanjut menyukai gadis lain" Ucap Reyhan.


Semua terkejut mendengar ucapan Reyhan. Mereka saling memandang untuk memastikan kalau mereka tidak salah dengar.


"Beneran mas,,,! Mas Rey punya pacar,,,? Mas serius,,," Raya paling kepo.


"Benar itu Reyhan,,,? Kamu sedang tidak bercandakan,,,?" Tanya Oma.


"Iya Oma. Reyhan serius,,,!" Jawab Reyhan.


Mami Rita menatap Reyhan tanpa berkedip.


"Kenapa,,,? Mami tidak percaya,,,?" Tanya Reyhan.


"Itu benar Rey,,,? Kamu benar- benar punya pacar,,,? Tapi bukan sesama jeniskan,,,?" Mami masih memikirkan Rumor yang tersebar.


"Gadis mi,,,! Mas Rey menyukai seorang gadis bukan pejaka. Ih mami kebayakan ngayal nih,,,!" Raya mengejek sang mami.


"Kamu bisa diam nggak,,,?" Mami mencubit lengan Raya.


"Dari tadi kamu selalu memotong pertanyaan mami".


"Mami masih nggak percaya,,,? Mau Reyhan kenalkan,,,?".


"Iya. Mau, mau. Mami mau berkenalan dengan gadis itu. Mami ingin bertemu dengannya. Bawa dia kemari Rey,,, Bawa dia kerumah kita".


"Baiklah. Tapi mami harus janji tidak akan membuat ia merasa tidak nyaman dan jangan pernah coba- coba menggodanya berlebihan".


Raut wajah mami Rita berubah cerah, beliau terlihat sangat bahagia dan tidak sabar ingin bertemu pacar Reyhan. Akhirnya Reyhan mempunyai seorang kekasih.


~


Suasana di cafe Pelangi.


"Whattt,,,,! Loe g*la Ghe,,,? Gue nggak salah dengarkan,,,? Loe masih waraskan,,,?" Alya shock mendengar cerita Ghea.


"Iya Ghe,,, jawab dong. Apa maksudnya,,,?" Naima penasaran.


"Ya,,, seperti yang gue ceritain tadi" Ucap Ghea.


"Jadi maksudnya ada orang yang ngajak loe nikah,,,! Kok bisa,,,? eh nggak- nggak. Maksud gue ngimana ceritanya. Ceritanya gimana sih Ghe,,,?" Alya makin penasaran.


"Iya Ghe,,,! Loe harus jelasin semuanya pada kita. Ada orang yang tiba- tiba ngajak loe nikah,,,? Apa maksudnya coba" Tanya Naima.


Ghea merasa seperti sedang disidang oleh dua jaksa yang kejam.


"Kenapa gue kadi terpojok begini sih,,,! Bukannya kasih saran, malah bikin mood gue tambah kacau".


"Ya gitu,,,! Ada cowo yang ngajak gue nikah" Ghea memulai ceritanya.


"Jadi kemaren itu Ardie datang ke ruko, dia mau bicara. Ya udah gue ajak dia ketaman. Dan disaat itu Yuda juga datang. Kemudian mereka,,," Ghea menggepalkan kedua tangannya dan saling meninju.


"Berantem,,,?" Tanya Naima.


Ghea mengangguk.


"Terus,,,!" Alya penasaran.


"Ya gue panik dong. Mereka saling memukuli satu sama lain. Kalau sampai terjadi pertumpahan darah, dan ada terluka gimana,,,? kan gue yang harus tanggung jawab".

__ADS_1


"Ngapain loe peduli,,,! Seharusnya loe biarin aja mereka berantem. Biar otak mereka tuh sadar" Alya emosi.


"Iya Ghe,,, Ngapain loe peduliin mereka. Biarin aja mereka berantem" Tambah Naima.


Alya dan Naima merasa Ghea sudah terlalu baik, ia terlalu bersikap baik kepada Ardie dan Yuda.


"Terus apa yang terjadi,,,?" Naima kepo.


"Ya terus Reyhan tiba- tiba datang"


Ghea belum selesai bicara tapi Alya dan Naima sudah kembali heboh.


"Reyhan,,,!!!" Alya dan Naima menyebut nama Reyhan secara bersamaan.


Ghea terkejut melihat respon dari sahabatnya itu.


"Terus,,,?" Tanya Alya.


"Ya begitu,,,!!!" Ucapan Ghea terhenti.


"Ya begitu ngimana,,,? Yang jelas dong Ghe,,,!!!" Naima menepuk lengan Ghea.


"Saat itu gue kesal melihat Yuda dan Ardie berantem, gue juga bingung ngimana cara memisahkan mereka dan pada saat itulah Reyhan datang".


Ghea menarik nafas sebelum melanjutkan kembali.


"Reyhan tanya, gue butuh bantuan apa nggak,,,? Ya gue kaget dong. Ada orang datang tiba- tiba, terus mau bantuin gue dengan gayanya yang kayak bos. Dan yang lebih parahnya lagi, dia bilang kalau cuma dia yang bisa bantuin gue saat gitu. Blagu bangetkan".


"Terus,,, loe jawab apa,,,? Naima antusias.


"Posisi gue saat itu emang nggak ada pilihan lain, mau nggak mau gue harus terima. Tapi kalian tahu nggak apa yang dilakukan Reyhan,,,! Dia bilang kalau dia itu cowo gue. Dia ngomong begitu didepan Ardie dan Yuda. G*la kan,,,!!!".


"Tunggu- tunggu,,,! Jadi si Reyhan itu tiba- tiba datang menghampiri loe dan menawari bantuan,,,,? Dan tanpa basa- basi langsung ngomong kalau dia itu cowo loe,,,! Kok bisa,,,,? Emang loe beneran nggak kenal sama dia,,,?" Alya bertanya sambil mengaruk kepalanya.


"Iya, aneh juga ya,,,! Nggak masuk akal" Naima juga kebingungan.


"Eh,,, jangan- jangan dia itu badboy Ghe. Cowo- cowo pemain gitu. Bisa jadi dia itu cuma ngerjain loe. Wah bahaya ni,,,!".


"Iya bisa jadi. Kok gue nggak kepikiran kesitu ya. Benar kata Naima, loe dalam masalah besar Ghe,,,?" Lanjut Alya.


"Jadi sekarang gue harus gimana,,,? Gue bingung,,,!!! Dia bilang dia suka sama gue, makanya dia minta gue untuk mau nikah sama dia. Gue harus gimana,,,?".


Alya menatap Naima menanti saran dan Naima menggangkat pundaknya tidak tahu harus berkata apa. Ghea belum menemukan jawaban atas semua persoalan yang sedang dialaminya dan kini ia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi masalahnya tersebut.


**Bersambung,,,,,!!!


Bantu do'ain Ghea ya teman- teman


agar Ghea kuat menghadapi masalahnya**.


Sebenarnya ini bukan masalah sih


tapi ya gitu deh,,,


Mungkin nanti Ghea akan mengerti


Happy reading


Vote


like


Comment


share


🙏

__ADS_1


💜


__ADS_2