
Pagi ini Ghea tidak pergi kepasar untuk berbelanja, ia telah memberikan wewenang penuh kepada Lisa untuk mengambil dan mengelesaikan tugasnya untuk sementara waktu. Ghea juga memberi tugas khusus kepada Dito untuk menjaga dan melindungi kedai sop tulangnya serta semua pegawai.
Ghea selesai berkemas, ia memandangi penampilannya didepan cermin. Penampilannya sedikit berbeda, ia mengenakan kaos panjang dan celana jins dengan rambut yang dikuncir keatas.
"Apa nggak terlalu berlebihan ya,,,!"
Ghea mengubah gaya rambutnya, dan kini ia kuncir kebelakang seperti biasanya.
Reyhan mengundang Ghea untuk datang kekantornya. Ghea sempat ragu untuk menerimanya, namun rasa penasaran dihatinya mengalahkan keraguan dipikirannya. Dan proses Ta'aruff Reyhan dan Ghea dimulai.
Mama Lidya sudah menanti kedatangan Ghea untuk sarapan bersama setelah berpisah beberapa hari. Ghea datang menghampiri sang mama dan langsung duduk dikursinya.
"Kamu kok telat Ghe,,,? Memangnya kamu tidak pergi kepasar,,,?" Tanya mama Lidya.
"Nggak ma,,,! Ghea ada urusan diluar hari ini. Jadi Lisa yang akan pergi kepasar. Ghea udah kasih catatannya kok".
Ghea menikmati sarapannya dengan nikmat, ada semangat yang berkobar didadanya. Ia telah merencanakan akan mengulik habis tentang kehidupan Reyhan dan semua hal yang dia sembunyikan.
"Ghea udah selesai ma,,,! Mama mau ikut Ghea atau,,,!"
"Tidak usah, mama pergi sendiri saja. Mama juga harus mampir ke rumah Tante Ratna sebentar" Jelas mama.
"Ooo ya udah kalau begitu, Ghea pergi dulu ya ma,,,!" Ghea berpamitan kepada mama Lidya.
"Hati- hati dijalan ya,,,!!!".
Ghea keluar rumah dengan menenteng helmnya dan tiba- tiba merasakan getaran dari celana jinsnya. Ponselnya bergetar, sebuah chat masuk.
Reyhan :
Jangan terlambat,,,!
Kamu akan kehilangan kesempatan untuk mengenalku lebih dekat.
Ghea membaca isi chat dari Reyhan sambil mengoceh.
"Mengenal lebih dekat. Emang siapa dia harus dikenal dengan dekat. Artis juga bukan selebriti apa lagi".
Ghea terus mengoceh sambil mengetik sesuatu di ponselnya.
Ghea :
"Kalau terlambat jangan dihukum ya,,,! Pleaseeeee,,,,!!!
Ghea mengirim chat kepada Reyhan kemudian memasukkan kembali ponselnya dan bergegas pergi.
~
Reyhan membaca chat dari Ghea berulang kali sambil tersenyum.
"Ah,,, chat seperti ini saja sudah membuatku berdebar".
Reyhan masih tersenyum hingga suara ketukaan pintu menyadarkannya. Bram masuk keruangan Reyhan.
"Maaf Tuan muda,,, Presdir Wardana Group telah tiba. Beliau menunggu Tuan muda diruang pertemuan" Lapor Bram.
"Ok,,, Kita tidak boleh membiarkan tamu menunggu lama. Ayo kita temui dia".
Reyhan bangkit dan melangkah keluar.
__ADS_1
"Kamu sudah melakukan yang aku perintahkan,,,?" Tanya Reyhan.
"Iya Tuan muda. Saya sudah mengatur semuanya" Jawab Bram
Reyhan dan Bram sampai diruang pertemuan dan langsung menemui sang tamu.
Ghea tiba dikantor Reyhan, ia terkesima dengan kemewahan dan kemengahan gedung tersebut. Gedung itu merupakan kantor pusat PT Putera Jaya Group yang menjadi wajah utama Putera Jaya Group. Kemengahannya sudah sangat jelas terlihat ketika memasuki lobby, karakter sebagai pusat kepemimpinan perusahaan terlihat dengan jelas melalui desain yang begitu berkelas.
Ghea memandangi kesekelilingnya, ia sangat mengangumi interior didalam gedung tersebut dengan didesain dengan begitu sempurna.
"Waw,,,! Aku baru lihat desain interior sekeren ini. Aku belum pernah melihatnya sebelumnya, bahkan ditempat magangku terdulu. Ini benar- benar keren,,,! Aku boleh ambil beberapa gambar nggak ya" Ghea mengambil kamera didalam tasnya dan mulai mengambil beberapa gambar.
Ghea masih terkagum- kagum hingga membuatnya lupa tujuannya datang kesana. Seorang Resepsionis cantik menghampirinya.
"Maaf mbak, ada yang bisa saya bantu,,,! Anda mau bertemu siapa,,,?" Tanya resepsionis itu.
"Apa,,,!" Ghea kaget karena tidak menyadari resepsionis itu datang.
"Ooo,,, Iya. Saya mau bertemu Reyhan".
"Reyhan,,,!" Resepsionis itu tidak menyadari maksud ghea.
"Iya, Reyhan. Dia kerja disini" Ghea sedikit ragu, benarkah Reyhan bekerja di kantor itu.
Resepsionis itu terlihat ragu, 'apa Reyhan yang dimaksud itu adalah Tuan muda'. Disaat bersamaan seorang laki- laki yang berusia lanjut datang menghampiri mereka.
"Maaf, nona Ghea,,,?" Tanya pak Ali.
"Iya. Saya Ghea" Jawab Ghea.
"Maafkan kami nona, karena telah membuat nona tidak nyaman. Saya pak Ali nona. Mari saya antar nona menemui Tuan Muda" Ajak pak Ali.
Ghea mengikuti langkah pak Ali tanpa membantah. Selama berjalan menuju ruang kerja Reyhan, Ghea sibuk memandangi semua ornamen- orname yang didalam kantor tersebut, desainnya benar- benar berkelas.
"Silahkan masuk Nona" Ucap Pak Ali.
"Tuan muda sedang menemui tamu dan nona diminta untuk menunggu diruang kerja Tuan Muda".
Ghea masuk dan mengucapkan terima kasih dan Pak Ali juga memohon pamit. Ghea menatap ruang kerja Reyhan dan sekali lagi ia takjub dengan semua perabotan desain interiornya.
"Waw,,,! Keren,,,!" Ghea takjub.
Ghea berjalan menuju meja kerja, sebuah nama terukir disana.
"Presiden Direktur ~ Reyhan Putra Wijaya".
"Reyhan Putra Wijaya. Nama yang familiar".
Ghea sempat ragu kalau Reyhan Putra Wijaya adalah Reyhan yang dikenalnya. Namun sebuah foto yang terpajang diatas meja itu menjadi bukti kalau Reyhan ini adalah Reyhan yang dia kenal.
Sementara itu pertemuan Reyhan dengan Presdir Wardana Group berjalan dengan lancar dan pertemuan itu selesai. Kemudian Reyhan bergegas menuju ruang kerjanya.
Bram mengikuti reyhan dari belakang.
"Nona Ghea telah sampai Tuan Muda".
Reyhan sampai didepan ruang kerja dan bergegas masuk, Seorang gadis sedang berdiri disamping meja kerjanya.
"Kamu sudah datang,,,!" Ucap Reyhan.
__ADS_1
"Emm" Balas Ghea.
"Sudah lama,,,?" Tanya Reyhan menghampiri Ghea yang masih berdiri disamping mejanya.
"Kenapa,,,! Apakah berbeda,,,?" Reyhan tahu Ghea sedang membandingkan wajahnya dengan wajah yang berada difoto.
"Jadi benar ini adalah kamu,,,?"Ghea menunjuk foto dengan telunjuknya.
"Terlihat sama namun ini jauh lebih muda".
"Aku juga pernah muda" Reyhan duduk disofa dan menepuk sofa disampingnya menyuruh Ghea ikut duduk.
"Memangnya sekarang aku terlihat lebih tua,,,?".
Ghea menghampiri Reyhan dan duduk disofa yang terpisah.
"Ya,,,, sedikit".
Bram tersenyum mendengar ucapan Ghea. Reyhan menatap Bram tanda protes membuat Bram bersiap kembali.
"Bagaimana perasaanmu,,,?" Tanya Reyhan.
"Perasaan apa,,,?" Ghea menjawab sekenanya.
"Perasaan kamu setelah melihat kantorku. Inilah pekerjaanku dan ini duniaku. Kamu tidak merasa kagum dengan semua yang kumiliki ini,,,? Apa pendapatmu tentangku belum berubah,,,?" Ucap Reyhan.
Ghea mengangguk "Ya lumayan,,,!".
"Apa,,,! Lumayan,,,!" Reyhan tidak menyangka reaksi Ghea sangat santai. Sungguh jauh berbeda dengan reaksi orang- orang yang baru pertama kali datang kekantornya itu.
"Iya lumayan. Kamu sedikit lebih kaya dariku" Ghea memperagakan dengan jarinya.
"Kamu juga terlihat seperti pengusaha- pengusaha sukses lainnya. Jadi cukuplah untuk modal awal".
Reyhan tidak bisa menahan tawanya, ucapan Ghea dan ditambah dengan mimik wajahnya terlihat sangat menggemaskan.
"Tapi dikantormu tidak ada pantry ya,,,!" Ghea mengelus lehernya.
"Dari tadi aku tidak ditawari minum".
Bram tersentak mendengar ucapan Ghea, bagaimana ia bisa tidak menyadari akan kesalahannya itu.
"Maaf nona. Akan saya siapkan segera" Bram bergegas keluar.
Ghea tersenyum, sepertinya kini ia tahu siapa Reyhan sebenarnya dan sebesar apa pengaruh yang diberikannya. Ghea harus mulai mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan baru dan dengan tantangan baru.
Bersambung,,,!!!
Siap- siap bucin ya,,,!!!
Mohon dukungan selalu
untuk membuat Authour lebih semangat lagi
Vote
Like
Comment
__ADS_1
Share
🙏