Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Mulai Terganggu


__ADS_3

Raya berdiri didepan pintu hendak masuk kedalam ruangan Yuda, namun ia mengurungkan niatnya tersebut karena ia masih ragu- ragu. Raya mundur satu langkah sambil terus memandang pintu ruangan Yuda.


"Gue harus masuk atau tidak,,,? Kira- kira Yuda marah nggak ya kalau gue masuk kedalam ruangannya,,,? Aduh,,,! Kok gue jadi plin- plan begini sih,,,!".


Raya menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung harus berbuat apa. Disatu sisi ia sangat ingin melihat keadaan Yuda namun disisi yang lain ia takut kalau Yuda akan marah kepadanya.


Raya menyandarkan tubuhnya dinding sambil menunduk kepalanya melihat lantai. Raya memainkan kakinya untuk sekedar menenangkan hatinya yang gelisah.


Tanpa diduga Alif keluar dari ruangannya hingga membuat Raya kaget. Kebetulan ruangan Dokter Alif terletak bersebelahan dengan ruangan Yuda.


"Raya,,,!" Sapa Alif.


"Ah, eloe Lif,,,!" Raya mengusap dadanya kaget melihat Alif.


"Loe ngapain disini Ray,,,?" Alif ikut terkejut melihat Raya yang tiba- tiba berada dikantornya.


"Hm,,,!" Raya menyingirkan bibirnya.


Alif menatap Raya yang sedang berdiri tepat didepan ruangan Yuda, iapun mulai penasaran dengan maksud kedatangan Raya ketempat itu. Keisengannya mulai muncul, ia ingin menggoda Raya.


"Loe mau ketemu gue atau,,,!" Alif menunjuk pintu ruangan Yuda.


"Dokter Yuda,,,!".


Raya memalingkan wajahnya seolah malu karena ketahuan sama Alif.


"Jadi benar, loe mau ketemu sama Yuda,,,?" Tanya Alif memastikan.


"Hahahaha,,,! Kenapa Ray,,,? Loe mulai kangen sama Yuda,,,?".


"Ngapain loe tanya- tanya,,,?" Jawab Raya kesal.


"Lagian bukan urusan loe juga,,,!".


"Ya, guekan cuma pengen tahu tujuan loe datang kesini untuk apa. Nggak mungkinkan kalau loe hanya numpang lewat. Loe pasti punya tujuan lainkan,,,! Ayo jawab,,,!" Alif mulai menggoda Raya.


"Loe pasti mau ketemu sama Yudakan,,,!".


"Apaan sih loe, rese banget,,,!".


"Sial banget sih gue, kenapa harus ketemu sama dia sih,,,!" Batin Raya.


"Hehehehe,,,! Loe nggak bisa bohong lagi sama gue. Loe udah ketahuan Ray,,,! Mata loe nggak bisa bohong" Ujar Alif.


Keisengan Alif semakin menjadi hingga membuat Raya semakin kesal.


"Hai,,,! Loe lupa ya, kalau keluarga gue salah satu pemegang saham rumah sakit ini. Rumah sakit yang saat ini menjadi tempat loe bekerja. Loe mau gue laporin,,,?" Raya tersenyum kecil.


"Jadi loe nggak usah kepo sama urusan gue, karena gue bebas melakukan apa saja dirumah sakit ini. Ngerti loe,,,!".


"Yah,,,! Santai aja kali Ray,,,! Loe kayaknya takut banget kalau gue cerita sama rekan- rekan yang lain,,,! Iyakan,,,!".


Alif mendekat seraya berbisik.


"Loe tenang aja, rahasia loe aman sama gue".


"Loe bilang apa,,,! Awas ya,,,!".


Raya mengangkat tangannya ingin memukul Alif namun tiba- tiba pintu ruangan Yuda terbuka dan Yuda terlihat keluar dari balik pintu tersebut. Raya dan Alif terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka dan mereka melirik kearah Yuda secara bersamaan.


Yuda memandangi Raya dan Alif secara bergantian, ia penasaran apa sedang mereka lakukan didepan ruangannnya.


"Apa yang kalian lakukan,,,! Sedang apa kalian disini,,,?" Tanya Yuda.


Raya dan Alif saling memandang bingung mau menjawab pertanyaan Yuda.


"Hah,,,! Mati gue,,,! Gue harus jawab apa,,,?" Raya merasa menyesal karena telah datang kesana.


"Eh,,,! Dokter Yuda,,,! Apa kabar Dok,,,? Baik- baik sajakan,,,?" Tanya Alif basa- basi.

__ADS_1


Alif merasa situasi saat ini tidak memungkinkan baginya untuk terus berada disana, ia akhirnya memilih untuk kabur sebelum Raya mengamuk kepadanya.


"Maaf Dok,,,! Dokter Raya katanya mau bertemu dengan Dokter Yuda" Alif melirik Raya.


"Hah,,,! Sialan loe Lif, loe ngerjain gue,,,!" Raya kesal kepada Alif.


"Karena Dokter Yuda sudah ada disini, aku pergi duluan ya. Soalnya masih ada pasien yang harus aku periksa" Ucap Alif kepada Raya.


"Aku permisi dulu,,,!".


Alif langsung bergegas pergi setelah berpamitan kepada Raya dan Yuda, ia tidak ingin terlibat masalah dengan Raya. Sementara itu Yuda hanya terdiam tidak tahu harus berbuat apa dan Raya mulai salah tingkah.


"Ada apa,,,?" Tanya Yuda akhirnya.


"Eh,,,! Iya,,,! Anu,,,!" Raya menjawab terbata- bata.


"Ya Tuhan,,,! Aku harus jawab apa,,,? Gue benar- benar dalam masalah nih,,,!.


Karena tidak ingin mengundang perhatian dari rekan- rekan yang lain, akhirnya Yuda mengajak Raya untuk masuk kedalam ruangannya.


"Ayo masuk,,,! Bukannya kamu ingin bertemu denganku,,,!".


Yuda masuk kembali kedalam ruangannya dan Raya mengikutinya dari belakang.


"Silahkan duduk,,,!" Ucap Yuda sambil duduk disofa.


"Terima kasih,,,!" Balas Raya.


Raya ikut duduk disamping Yuda.


Suasana kembali hening, Yuda tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana sedangkan Raya makin menyesali tindakannya yang datang untuk menemui Yuda.


"Kamu nggak sibuk,,,?" Tanya Yuda.


"Ah nggak,,,! Aku sedang free,,,!" Jawab Raya.


"Kamu pasti sedang sibuk banget ya,,,! Maaf ya kalau aku sudah mengganggu kamu. Aku nggak tahu kalau kamu lagi sibuk. Hm,,,! Kalau begitu aku permisi saja, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu. Maaf, karena sudah mengganggu,,,!".


Raya bangun dari tempat duduknya ingin pergi namun Yuda menahan tangannya hingga membuat dirinya terkejut.


"Nggak apa- apa,,,! Kamu nggak perlu pergi" Yuda menatap Raya.


"Duduk,,,! Kamu ingin bertemu dengan akukan,,,!".


"Hah,,,! Dia nggak marah,,,!".


Raya akhirnya duduk kembali dengan perasaan lega.


"Sekarang katakan, ada perlu apa kamu mencariku,,,?" Tanya Yuda tanpa basa- basi.


"Ah, itu,,,!" Raya kesulitan merangkai kata.


"Aku cuma ingin melihatmu,,,!".


Raya menutup mulutnya dengan cepat setelah menyadari ucapannya yang keliru.


"What,,,! Loe ngomong apa sih Ray,,,! Aduh,,,! Loe cari masalah baru".


Raya memukul mulutnya beberapa kali.


Yuda tersenyum melihat kelakuan Raya yang ternyata lebih aneh dari apa yang ia duga selama ini.


"Lama- lama aku nyerah sama kamu Ray,,,! Aku bisa kalah menghadapi kamu" Batin Yuda.


"Eh,,,! Bukan begitu. Kamu jangan salah paham dulu. Aku tidak punya maksud lain kok, beneran,,,! Maksud aku, aku cuma ingin melihat keadaan kamu. Begitu,,,!" Raya cepat- cepat mengoreksi ucapannya.


"Kamu sudah sehat,,,? Kamu baik- baik sajakan,,,? Aku hanya khawatir, mungkin saja kamu belum sepenuhnya sembuh".


Yuda kembali tersenyum, entah mengapa saat ini ia merasa terhibur dengan sikap Raya yang menurutnya konyol.

__ADS_1


Raya kaget melihat garis senyuman dibibir Yuda, ia sangat senang bisa melihat senyuman dari wajah tampan Yuda.


"Ah,,,! Aku nggak kuat. Aku nggak kuat Mami,,,! Putrimu telah terjatuh kedalam lautan asmara yang biru pekat Mami,,,! Aku sudah tenggelam dalam lautan asmara ini. Kamu tampan banget sih Yud,,,! Senyumanmu mengalihkan pandanganku,,,! Ah,,,! Aku bisa gila,,,!".


Raya semakin menggila, pikirannya benar- benar mulai tidak waras. Seandainya saja akal sehatnya menghilang, ia pasti sudah lompat- lompat girang karena begitu senang. Namun untung saja hal itu tidak terjadi karena Raya masih bisa mengontrol diri.


"Aku nggak apa- apa,,,! Aku baik- baik saja,,,!" Jawab Yuda akhirnya.


"Benar,,,! Benar kamu baik- baik saja,,,!" Raya masih ragu.


"Em,,,! Iya, aku baik- baik saja" Jawab Yuda yang diiringi dengan anggukan.


"Sungguh,,,!" Raya tersenyum senang.


Raya refleks mengulurkan tangannya menyentuh wajah Yuda hingga membuat Yuda terkejut ketika merasakan tangan Raya menyentuh wajahnya. Untuk sesaat tatapan mata mereka saling bertemu dan membuat suasana menjadi canggung.


Raya menarik tangannya kembali ketika Yuda menatap dirinya.


"Ah maaf,,,! Aku tidak sengaja. Aku hanya terlalu senang karena kamu baik- baik saja".


"Iya, tidak apa- apa,,,! Terima kasih, kamu sudah mengkhawatirkan aku" Balas Yuda.


Raya dan Yuda saling tersenyum, mereka sama- sama tersipu malu.


"Ah iya,,,!" Raya memberikan sebuah bingkisan kepada Yuda.


"Ini untuk kamu".


"Apa ini,,,?" Tanya Yuda ketika menerima bingkisan dari Raya.


"Itu beberapa vitamin untuk kamu. Itu racikan aku sendiri loh,,,!" Ucap Raya.


"Benarkah,,,!" Yuda membuka bingkisan itu. "Wah, jadi sekarang aku ini menjadi kelinci percobaan kamu" Canda Yuda.


"Ah tidak,,,! Aku nggak bermaksud begitu. Aku memang sengaja meracik vitamin itu khusus untuk kamu. Itu aman kok,,,! Aku sudah memeriksanya berulang kali" Ucap Raya penuh kenyakinan.


Yuda tertawa mendengar ucapan Raya yang begitu berusaha menyakinkannya.


"Iya, aku percaya. Kamu ahli Farmasi terhebat yang pernah aku kenal. Aku tidak mungkin meragukan keahlian kamu".


Yuda menatap botol obat yang diberikan Raya.


"Terima kasih ya,,,!".


Raya tersenyum


"Jangan lupa diminum,,,!".


"Pasti. Aku nggak akan lupa".


Yuda dan Raya saling memandang untuk beberapa saat, mereka larut dalam pikirannya masing- masing. Raya berada didalam ruangan Yuda untuk beberapa saat, mereka saling berbagi cerita dan tertawa bersama hingga hubungan yang sebelumnya kaku menjadi hangat dan mencair.


Raya begitu bahagia karena dapat menghabiskan waktu bersama Yuda walaupun hanya beberapa saat. Sementara itu Yuda juga senang karena ternyata Raya merupakan teman yang asyik untuk diajak bicara, hingga ia menyadari kalau kini dirinya mulai terganggu dengan sosok gadis bernama Raya.


Bersambung,,,,!!!


Terima kasih sudah mampir dicerita ini


Semoga kalian suka ya dengan kisah para cast dan juga alur ceritanya.


Jangan bosan- bosan ya mengikuti cerita ini.


Jangan lupa tinggalkan like, comment, vote dan share dibawah cerita


Agar Author semakin bersemangat dalam menulis kelanjutan ceritanya.


Terima kasih,,,!


🙏

__ADS_1


__ADS_2