Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Di Kantin


__ADS_3

Kantin rumah sakit selalu ramai menjelang waktu makan siang, hampir seluruh petugas medis rumah sakit maupun pengunjung pasien makan dikantin tersebut karena disana terkenal dengan makanannya yang enak- enak. Kantin itu menyediakan berbagai jenis makanan dengan harga yang relatif murah.


Raya juga sedang mengantri makan siangnya, hari ini ia ingin makan nasi dengan lauk ikan asam manis dan gado- gado. Setelah cukup lama mengantri akhirnya tiba giliran Raya untuk mengambil makanan. Raya memengang nampan berisi makanan dan berjalan menuju meja.


Raya bingung mencari tempat duduk karena hampir seluruh meja telah penuh, namun ia tidak menyerah, ia terus mencari hingga akhirnya menemukan sebuah kursi kosong. Raya tersenyum senang karena bukan hanya kursi yang ia dapatkan namun juga teman ngobrol.


"Hai,,,! Aku duduk disini ya" Ucap Raya kepada Yuda.


Tanpa mendengarkan jawaban dari Yuda, Raya langsung duduk dihadapannya.


"Hari ini kantin ramai banget, aku hampir pingsan mencari tempat duduk. Tapi untung saja aku menemukan tempat ini yang sepertinya memang dipersiapkan khusus untukku" Ucap Raya sambil tertawa geli.


Yuda tidak memberi tanggapan atas ucapan Raya, ia terus menikmati makan siangnya.


"Tadi aku bertemu Dion didepan IGD, kelihatannya dia sangat sibuk hingga tidak sempat menyapaku dan wajahnya terlihat sangat kelelahan. Aku juga lihat ambulans terus berdatangan bahkan dijam makan siang seperti ini" Ujar Raya.


"UGD memang menjadi unit paling sibuk disetiap rumah sakit, semua petugasnya harus siap siaga setiap saat karena pasien terus berdatangan tanpa pernah diduga. Aku salut kalian masih dapat bekerja dengan begitu semangat walaupun dalam kondisi darurat".


Raya menikmati makanannya sambil terus mengoceh sendiri sementara Yuda tidak bergeming.


"Untung aku tidak tidak mengikuti keinginan Mami untuk mengambil spesialis bedah, kalau tidak aku nggak bisa bayangin bagaimana nasib aku saat ini. Berada dikamar bedah setiap hari dengan pasien yang mengalami kasus yang beragam. Aduh,,,! Aku benar- benar tidak bisa membayangkan hal itu".


Raya menatap Yuda yang masih menikmati makanannya tanpa bergeming sama sekali. Raya sedikit kesal karena Yuda mengabaikannya.


"Hai,,,! Kamu dengarin aku ngomong nggak sih,,,?" Raya mengetuk meja.


"Kamu mengabaikan aku,,,?".


Yuda tetap terdiam.


Raya melambaikan tangannya diwajah Yuda.


"Hallo Dokter Yuda,,,! Dokter Raya sedang berbicara dengan anda. Apakah anda mendengarnya,,,?".


Yuda menghela nafas panjang, hari ini ia merasa tubuhnya sangat lelah dan ia sungguh tidak ingin diganggu oleh siapapun.


"Kamu nikmati saja makananmu dan setelah itu pergi. Aku sedang tidak ingin bicara dengan siapapun" Ucap Yuda.


"Oups,,,! Jadi aku ganggu ya,,,! Sorry aku nggak tahu,,,!".


Raya melanjutkan makannya sambil sesekali mencuri pandang kearah Yuda.

__ADS_1


"Kenapa loe dingin banget sih,,,! Paling tidakkan loe bisa menanggapi ucapan gue. Untung loe tampan kalau tidak udah gue jadiin pepes loe,,,!".


Raya sungguh penasaran dengan sosok pria yang sedang duduk dihadapannya itu. Raya ingin mengetahui pribadi Yuda dan ingin mengenalnya lebih dalam namun sepertinya itu tidak akan mudah karena Yuda terkenal sebagai pria yang sulit untuk didekati.


Dengan hati- hati Raya mencoba mengorek informasi dari Yuda.


"Kamu kenal dekat dengan Mbak Ghea,,,?" Tanya Raya.


Yuda tidak menjawab.


"Ehm,,,! Aku dengar kamu mantan kekasih Mbak Ghea,,,! Apa itu benar,,,?" Tanya Raya lagi.


"Kamu tahu dari mana,,,?".


"Aku tidak segaja mendengar dari sahabatnya Mbak Ghea, Mbak Alya,,,!" Jawab Raya.


"Ooo,,,!" Ekpresi Yuda tidak berubah.


"Ooo,,,! Jawaban macam apa itu,,,?".


"Jadi benar kamu mantan kekasih Mbak Ghea,,,? Wah,,, Aku nggak percaya".


Raya tidak pernah menduga kalau Ghea dan Yuda pernah menjalin hubungan.


"Apa benar kamu menduakan Mbak Ghea,,,?".


Selingkuh,,,!. Yuda benar- benar tidak ingin mendengar kata- kata itu lagi. Yuda sungguh benci kalau ada yang membicarakan masalah itu lagi.


Yuda menatap Raya.


"Kata siapa,,,?".


"Ehm,,,! Aku hanya menebak. Karena menurut aku Mbak Ghea bukan tipe wanita yang bisa selingkuh. Wajahnya terlalu baik untuk melakukan hal itu".


"Iya,,,! Ghea memang baik, bahkan sangat baik,,,!" Lirih Yuda.


"Jadi benar, kamu selingkuh dari Mbak Ghea,,,?" Raya semakin penasaran.


"Kenapa kamu tega melakukan hal itu,,,?".


Yuda tidak suka mendengar tuduhan itu dialamatkan kepadanya. Yuda merasa tuduhan itu terlalu kejam baginya, walaupun ia tahu kalau sebenarnya ia telah melakukan kesalahan besar kepada Ghea namun itu tidak seperti tuduhan yang beredar.

__ADS_1


Yuda memandang Raya dengan tatapan dingin


"Kamu mau tahu kebenarannya,,,?" Tanya Yuda.


Raya mengangguk "Iya,,,!".


"Aku tidak pernah selingkuh dari Ghea, tapi kakak kamu yang merebut Ghea dari tanganku" Ucap Yuda.


Raya terkejut mendengar kata- kata merebut keluar dari bibir Yuda.


"Apa,,,! Benarkah,,,!" Raya terkejut.


"Apa,,,! Mas Reyhan merebut Mbak Ghea dari Yuda,,,? Masa sih,,,! Apa benar seperti itu,,,!".


"Benar, Mas Reyhan merebut Mbak Ghea dari kamu,,,?" Raya masih tidak percaya.


Yuda diam tidak menjawab.


"Aku nggak nyangka sama sekali Mas Reyhan bisa melakukan hal itu. Masa sih,,,! Mas Reyhan memang luar biasa,,,!".


Raya bukannya kesal dengan sikap kakaknya tapi ia malah kagum karena merasa kakaknya adalah laki- laki yang sangat hebat.


"Tapi aku tidak percaya kalau Mas Reyhan merebut Mbak Ghea dari kamu, setahuku Mas Reyhan nggak sejahat itu. Lagipula Mbak Ghea nggak mungkin meninggalkan pacarnya hanya demi Mas Reyhan kan,,,?".


"Pasti kalian punya masalah lain,,,?" Tanya Raya.


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi,,,?".


"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa menanyakan hal itu kepada Reyhan. Dia tidak mungkin berbohong" Jawab Yuda.


Disaat Yudan dan Raya sedang berbicara serius, tiba- tiba ponsel Yuda berbunyi. Yuda mengangkat ponselnya.


"Baik, aku segera kesana,,,!".


Yuda mematikan ponselnya kembali.


"Tanyakan hal itu kepada Reyhan, laki- laki sejati tidak akan pernah berbohong" Yuda berdiri.


"Aku harus pergi sekarang".


Raya menatap kepergian Yuda tanpa berkedip hingga menghilang diujung lorong, hatinya mulai berdebar.

__ADS_1


'Yuda',,,! Nama laki- laki itu telah memenuhi relung hatinya. Laki- laki dingin yang begitu sulit untuk diajak bicara dan begitu sulit untuk dipahami telah mencuri perhatian Raya. Raya sungguh penasaran dengan sosok Yuda, sang mantan kekasih kakak iparnya tersebut.


Bersambung,,,,!!!


__ADS_2