
Ghea sampai di kedai sop Tulangnya dan bergegas membawa semua belanjaannya. Hari ini ia mulai membuka kedai nya setelah libur beberapa hari.
Dito yang melihat Ghea datang langsung ikut membantu.
"Biar Dito yang bawain mbak, mbak Ghea masuk aja,,,?"
"Makasi ya To,,,! Sisanya masih dimotor, jangan lupa kamu ambil ya,,,,!" Ucap Ghea bergegas masuk.
"Ok, siap mbak,,,!"
Ghea masuk kedalam dan langsung menuju dapur. Lisa, Andis dan Uli terlihat sedang sibuk.
"Kok lama banget sih Ghe,,,!" Tanya Lisa.
"Sorry,,, Sorry,,,! Maceeett, tahu nggak" Jawab Ghea.
"Macet apa maceeett,,,?" Goda Lisa
"Mas Reyhan yang bikin macet ya mbak,,,?" Cetus Andis.
"Apaan sih loe,,,! Anak kecil diam aja,,,!" Balas Lisa.
Ghea hanya tertawa melihat kelakuan Lisa cs.
Ghea dan para karyawan mulai sibuk mempersiapkan semuanya, karena waktu makan siang sudah tiba. Satu persatu pelanggannya datang. Mereka begitu antusias kedai baru dibuka kembali setelah sebelumnya tutup beberapa hari.
Ghea masih sibuk dengan pekerjaannya ketika Dito datang memanggilnya.
"Mbak Ghea,,,!" Panggil Dito
"Ada apa To,,,?" Jawab Ghea.
"Ada yang cari tuh,,!" Dito menunjuk kedepan.
"Siapa,,,?" Ghea penasaran.
"Mas Yuda,,,!".
Ghea terkejut mendengar nama Yuda disebut. Ia tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Ghea tidak pernah bertemu lagi dengan Yuda setelah kejadian ditaman waktu itu. Akhirnya Ghea keluar. Ia harus menemuinya.
Yuda melihat kedatangan Ghea.
"Ghea,,,,!" Sapa Yuda
"Ada apa lagi,,,?" Tanya Ghea tanpa basa- basi.
"Aku cuma ingin bicara sebentar".
"Kamu mau bicara apa lagi sih Yud,,,!"
Yuda mendekat
"Kita bicara diluar ya,,,?".
"Nggak,,,,! Kalau kamu mau bicara, disini saja. Aku tidak mau menimbulkan gosip baru" Ucap Ghea.
__ADS_1
Ghea berusaha tegas menghadapi Yuda.
"Baiklah,,,! Kita bicara disini saja. Kamu duduk dulu,,,!" Yuda mengajak Ghea duduk dan Ghea menerimanya.
Hening sejenak.
"Aku sudah dengar kabar itu, kalau kamu sudah menikah. Selamat ya,,,! Aku ikut bahagia melihat kamu bahagia".
Yuda terdiam sejenak. Ghea hanya mendengarkan.
"Jadi memang benar kalau laki- laki itu kekasihmu,,,? Maaf aku pernah meragukannya. Aku tidak pernah menyangka kalau itu memang benar".
Yuda menarik nafas.
"Aku menyesal Ghe,,,! Aku benar- benar menyesal. Aku sangat bodoh karena pernah melepaskan kamu. Andai saja aku mempertahankan hubungan kita,,,,?" Perkataan Yuda langsung dipotong Ghea.
"Cukup Yud,,,! Aku sudah tidak mau mendengar itu lagi. Aku kan sudah bilang, hubungan kita sudah berakhir. Kamu tidak usah mengungkit- ungkit masalah itu lagi" Ucap Ghea.
"Aku tahu Ghe,,,! Aku hanya merasa sangat menyesal".
"Tidak ada gunanya kamu menyesali yang sudah terjadi. Sekarang kamu datang disaat yang tidak tepat. Semua sudah berakhir. Dan sekarang aku sudah menikah" Ghea menunjukkan cincin yang melingkar dijari manisnya.
"Aku sudah menikah,,! aku sudah punya suami,,! Dan kamu sudah tahu itu kan,,,,? Jadi aku mohon Yud,,, tolong jauhi aku dan lupain aku. Aku tidak mau Reyhan mengetahui masalah ini" Tegas Ghea.
"Apa kamu bahagia bersamanya,,,? Apa kamu lebih bahagia dengan pernikahanmu sekarang dari pada saat kita bersama dulu,,,?" Tanya Yuda
"Ghea,,,! Seharusnya aku yang mendampingimu bukan laki- laki itu,,,,!"
"Yuda,,,! Cukup,,,,!" Ghea mulai kesal
Yuda tersenyum pilu mendengar jawaban Ghea yang begitu memuja suaminya.
"Apa kamu mencintainya,,,? Apa cintamu padanya lebih besar dari cintamu kepadaku dulu,,,,?" Tanya Yuda.
"Iya,,, Aku mencintainya. Aku sangat mencintai Reyhan. Cintaku padanya tidak sebanding dengan apapun. Aku mencintai Reyhan dengan nyawaku,,,!" Ucap Ghea dengan penuh keyakinan.
Ghea memang sedang berusaha untuk mencintai Reyhan. Tapi walaupun demikian, ia siap menyerahkan nyawanya untuk Reyhan karena ia telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menyerahkan seluruh hidupnya kepada laki- laki yang menjadi suaminya.
Yuda begitu pilu mendengar ucapan Ghea. Ia tidak menyangka kalau keputusannya untuk melepaskan Ghea dulu adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan dalam hidupnya. Namun penyesalan itu tidak berarti lagi, ia sudah kehilangan gadis yang begitu ia cintai.
"Aku senang mendengar kamu bicara seperti itu Ghe,,,! Aku lega karena kamu telah menemukan kebahagiaan yang tidak bisa aku berikan dulu".
Yuda menatap Ghea
"Aku akan melepaskanmu Ghe,,,! Aku ikhlas melepasmu bahagia bersama Reyhan. Walau berat, aku akan berusaha untuk menerimanya".
Yuda berdiri dan mengucapkan salam perpisahan
"Terima kasih untuk waktu yang telah kamu berikan dan maaf atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Aku harap kita masih tetap bisa berteman".
Yuda melangkah keluar, ia telah menjadi laki- laki yang jantan karena ikhlas melepaskan gadis yang ia cintai bahagia bersama pria lain.
Sebelum Yuda menjauh, Ghea memanggilnya
"Yuda,,,! Terima kasih juga atas semua yang telah kamu berikan. Aku berharap kamu dapat menemukan kebahagiaanmu bersama wanita lain. Tetap semangat kawan,,,!".
__ADS_1
Yuda tersenyum sambil mengangguk, kemudian ia berlalu pergi.
Ghea menatap kepergian Yuda dengan perasaan lega. Ia lega akhirnya setelah sekian lama mereka dapat saling memaafkan masa lalu dan tetap bersahabat.
~
Sementara itu ditempat yang berbeda, seorang gadis terlihat sedang emosi. Ia mengacak- ngacak seluruh ruangan dan memecahkan barang- barang hingga seluruh ruangan itu terlihat berantakan.
"Kurang ajar,,,! Sialan kamu Reyhan,,,! Aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup bahagia bersama perempuan itu. Aku akan menghancurkan hubungan kalian".
Nindy menatap gambar Reyhan
"Kenapa Rey,,,!!! Kenapa,,,! Kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku. Aku kurang apa,,,? Apa yang dimiliki perempuan itu hingga kamu berpaling dariku,,,,? Jawab aku Rey,,,! Jawab,,,!".
Nindy terus berteriak sambil menatap gambar Reyhan. Hatinya benar- benar telah hancur berantakan.
Seorang pria berbadan tinggi dan besar datang.
"Maaf nona,,,! Ini untuk nona,,," Pria itu menyerahkan sebuah amplob berwarna kuning kepada Nindy.
"Apa yang kamu dapat,,,?" Tanya Nindy.
"Semua kegiatan perempuan itu ada didalam amplob ini. Kami menunggu perintah selanjutnya" Ucap pria itu.
Nindy meraih amplob itu dan melihat beberapa gambar kemudian tersenyum.
"Semakin banyak orang yang kamu miliki maka akan semakin menyakitkan kalau kamu harus kehilangannya. Bukankah begitu,,,?"
Nindy melempar Amplob itu keatas meja.
"Kamu boleh pergi dan tunggu perintahku selanjutnya".
"Baik nona. Saya permisi,,,!".
"Kita lihat saja Reyhan, siapa yang lebih pantas berada disisimu dan menjadi pendampingmu".
Nindy meraih sebuah majalah yang terdapat gambar pernikahan Reyhan dan Ghea. Ia mencabik- cabik gambar itu hingga hancur.
"Dasar perempuan sialan,,,! Perempuan penggoda. Kamu telah merebut Reyhan dari tanganku. Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia. Berhati- hatilah, karena aku akan membuatmu menderita. Kamu tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang bisa aku lakukan kepadamu dan kepada orang- orang yang kamu sayangi".
"Hahahahahahaha,,, hahahahahaha,,, hahahahaahah,,,!!! Kamu akan menderita. Aku tidak akan membiarka kamu bahagia. Hahahahaha,,,,!!! Kamu akan m*ti. Aku akan memb***hmu. Hahahahahahaha,,,,,!!!"
Nindy tertawa dengan mengerikan. Hati dan pikiran dipenuhi dengan amarah dan dendam. Ia terlalu kecewa karena cintanya tidak mendapat balasan dari Reyhan.
**Bersambung,,,,!!!
Like
Vote
Comment
Share
Terima kasih**,,,,,
__ADS_1